Friday, February 19, 2010

Disney Princess Enchanted Tales (2007), a review

Gw ga keberatan disebut “kebocahan” (kata kekanakan (childish, maksudnya) udah sering dipake). Karena itu, gw juga rela bela-belain nyari tumpukan download link dari movie Disney klasik sampe ga tidur.
Dan akhirnya gw menemukan film ini, Disney Princess Enchanted Tales, yang dirilis pada tahun 2007. Dan sialnya, film ini ga keluar di bioskop atau TV Indonesia (surpriiisee..).























Yang kali ini kebagian peran dalam Disney Princess Enchanted Tales adalah Princess Aurora dan Princess Jasmine.
Oh,ya! FYI, tadinya yang bakal menemani Aurora itu adalah Belle-nya Beauty and The Beast. Tapi entah kenapa, Disney menggantinya mendadak dengan Jasmine.

Cerita pertama adalah tentang Princess Aurora yang ditinggal sendirian oleh ayahnya, ibunya, tunangannya dan calon mertuanya. Yap! Aurora ditinggal dan dilimpahkan tugas untuk menggantikan raja selama 2 hari! Aihh!
Pada hari pertama, Aurora berhasil melakukan tugasnya dengan baik.
Tugas apakah itu? Yah, Aurora disuruh menandatangani gunungan surat dan dokumen penting di ruang kerja ayahnya, Sang Raja.
Tadinya Sang Duke yang menemani Aurora memintanya untuk segera menandatangani surat tersebut tanpa perlu membaca isinya terlebih dahulu. Namun, Aurora keukeh ingin membaca semuanya.


Jadilah pekerjaan ini makan waktu hingga dini hari..
Ketiga ibu peri (Flora, Fauna, Merryweather, kalo-kalo loe ga tau namanya..) mengkhawatirkan putri angkatnya itu, sehingga mereka menawarkan diri untuk membantu.
Awalnya Aurora menolak dengan halus, namun Merryweather memaksa untuk meminjamkan tongkat sihirnya kepada Aurora.
Dan, apa boleh buat.. Akhirnya Aurora menerima tongkat itu.
Siapa sangka ternyata meminjam tongkat ibu peri bisa menimbulkan bencana yang menghebohkan?? Pesan moral dari cerita pertama adalah ;
“Saat menghadapi situasi sulit, janganlah putus asa dan mencari shortcut sembarangan. Tetaplah teguh dan bersemangat dalam mencari jalan keluar yang baik. Kalian akan takjub begitu mengetahui apa yang bisa dilakukan oleh diri kita sendiri.”
























Cerita selanjutnya adalah tentang Princess Jasmine yang lagi ditinggal Jin Biru dan Aladdin.
Jasmine ini, yang memiliki sedikit jiwa rebel, mulai muak dengan kegiatan sehari-harinya sebagai putri. Yang dia lakukan hanya memotong pita untuk meresmikan toko, berdiri dan berpose berjam-jam untuk dilukis, dan banyak lagi hal membosankan lainnya.
Dengan depresi dia pergi menemui ayahnya dan meminta pekerjaan yang lebih berarti dan menantang.

Akhirnya ayahnya memberi tugas untuk menjadi mentor di sekolah bagi anak-anak miskin.
Dan Jasmine sangat shock saat mengetahui bahwa mereka semua sangggaaaDD nakaalll!!
Bahkan Rajah (harimaunya Jasmine, kalo loe ga tau) kalah telak menghadapi kenakalan bocah-bocah itu. Wuiih, gawat!

Di tengah-tengah kegentingan ini, muncul masalah lain.
Sahara, stallion milik almarhumah Sang Ratu, tiba-tiba hilang saat Hakeem (bocah pengurus kuda) pulang ke rumah. Raja menganggap Sahara sebagai memento terhadap istrinya, jadi kalau sampai Raja tahu bahwa Sahara hilang....
Agh! Hakeem bisa-bisa...
Siapa sih yang menyebabkan Sahara hilang?
Dan apakah yang dilakukan Jasmine untuk membantu Hakeem?
Dapatkah Jasmine mengendalikan murid-murid kecilnya?


'Jasmine



Pesan moral dari cerita Princess Jasmine ini cukup singkat ;
“Be strong, and never give up..”


Ini dia sedikit cuplikannya!
Please enjoy..

No comments: