Thursday, December 31, 2009

Exhausted

Fuiihh..
Badan masih pegal-pegal karena keseringan masuk angin..
Syaraf-syaraf masih tegang..
Kepala masih puyeng + migren, terutama setelah menghadapi panitia acara yang sinting..[panitianya yang sinting, bukan acaranya]..
Banyak pikiran pulak..
Termasuk kepikiran gimana menggantikan pekerjaan si Lolli Oon sebagai ibu..
Fuuuhh..

Sebelum tanggal 3 mesti kerja lagi (Di studio, sih kerjanya..)..
Tanggal 3 main lagi di Mal Ciputra buat Animonz Sound 2010..
[Dateng, yahh..D*S [lagi-lagi] bakal bawain singlenya..

Eh..Tanggal 4 mesti bangun pagi untuk pendaftaran koas..
Ckckckck...

Monday, December 28, 2009

Cucu Kelinci






















My Oh My~~~!!
Gw udah jadi seorang grandmaaa!
Uhux..senangnyaa..Hix..hix..

Iyaaa..
Itu loohh Ms. (sekarang Mrs.) Lolli melahirkaannnn 7 ekor cucuku dengan selamat!
Tujuh, bo! bayangin! Tujuh!
Hux..
Gw terharu...

Dan ternyata cucu cucuku itu adalah hasil hubungan LolliXTwinkleXSMokey..
Jadi warna bulunya macem-macem!
Ada yang Dutch ada yang Hotot..
Uhux..
Gw terharuuu...




















Call me Grandma from now on..

Saturday, December 26, 2009

Next Gigz!

















Halloh! Menyambut Tahun Baru, D*S bakal maen di Pasar Festival Kuningan, Jakarta!
Please come & join us!
Dan doakan byar semuanya lancar-lancar saja..
Amieenn!

Untuk info lebih lengkap, silakan main ke SINI!

Sunday, December 20, 2009

The Magical World and Myself























Well, well..What a good timing!
Kali inilah gw mengulangi El Laberinto Del Fauno, dengan hati dan pikiran yang lebih terbuka.
Pesan-pesan yang dikirimkan via movie garapan Guillermo del Toro ini patut dijadikan bahan mengheningkan cipta di malam berharga.

Ide brilian dari del Toro entah datang darimana.
Hari ini gw merasa film ini sengaja dibuat untuk orang-orang seperti gw (hahah..jangan bilang gw kegedean rasa)..

Mungkin sebaiknya ga usah dijabarkan lagi bagaimana plot ceritanya.
Yang jelas, del Toro memperoleh ide cemerlang dengan menempatkan dunia mimpi tepat di sebelah kenyataan yang luar biasa pahit.
Ofelia, si Gadis Pemimpi, dihadapkan dengan kenyataan pahit dimana ia dan ibunya yang hamil tua harus tinggal di pegunungan yang sedang bergejolak karena pertarungan antara pemerintah Spanyol dengan para pemberontak (sekitar tahun 1944).

Ofelia sedang didatangi peri saat di luar jendela ayah tirinya sedang membacoki pemburu yang disangka gerilyawan (sampai mati).
Betapa ironisnya hal tersebut..

Ibu Ofelia yang patah arang sejak ditinggal mati suaminya, menyerahkan diri seutuhnya pada Kapten Vidal yang kejam. Itu karena ibu Ofelia telah memalingkan wajah dari impian dan harapan.
Dia tak percaya dongeng, sihir dan khayalan.
Hingga hidupnya menyedihkan dan bergantung pada orang lain.
Hingga akhirnya ia mati mengenaskan saat melahirkan anak dari pria yang sebenarnya tak pantas dinikahi.

Ofelia yang percaya sepenuh hati terhadap hal-hal ajaib ternyata sempat berhasil menolong ibunya dengan menggunakan akar Mandrake.
Tapi, ibunya yang kelelahan menghadapi kenyataan malah berkata,”Ofelia! Dongeng itu tak nyata! Tak ada yang namanya sihir di dunia ini. Dunia ini kejam, dan kau harus belajar mengenai hal itu. Meskipun kenyataan itu menyakitkan.”

Untungnya, Ofelia tetap percaya pada impian dan pada faun penjaganya.
Hingga akhirnya ia berhasil kembali ke kerajaan bawah tanah, meskipun mesti membuang kehidupannya di dunia fana.

















Hiiyyh..Ini monster yang muncul di salah satu adegan paling mengerikan dalam Pan's Labyrinth. Tapi moral yang bisa diambil dari adegan ini cukup bagus juga.



Sebagian diri gw yang sudah ingin menjadi orang dewasa membosankan akan mengatakan, “Bisa jadi Ofelia hanya mengalami delusi. Biasanya 7 hari sebelum meninggal orang akan melihat hal-hal yang ‘tak biasa’.”
Yah, benar juga memang.
Bisa jadi gambaran saat Ofelia kembali ke kerajaan adalah simbol bahwa ia mengalami kematian yang damai dan akhirnya masuk surga.

Nah, yang manakah yang harus gw percayai?
Kalo gw memilih menjadi seperti Ofelia, gw mungkin akan dipandangi orang dengan tatapan aneh.
Masyarakat ini tak bisa menerima orang pemimpi, sayangnya.
Teman-teman gw ga terbiasa bergaul dengan orang yang kakinya ga menginjak bumi dan pikirannya melayang di Andromeda.

Tapi mungkin, gw akan memandang dunia dari paradigma yang lebih menyenangkan jika tak membuang jiwa penuh impian..
Mungkinkah?
Selama ini gw hanya menjadikan mimpi, imajinasi dan kisah-kisah ajaib sebagai pelarian dari dunia nyata. Sebagai obat saat gw letih menghadapi orang-orang yang tak percaya mimpi.

Sekarang ini justru gw ingin lebih menghargai imajinasi dan keajaiban.
Karena jadi dewasa bukan berarti selalu membuang impian.
Setidaknya, gw bukan orang dewasa yang seperti itu.

Terima kasih tak terhingga gw haturkan untuk seniman imajinatif seperti Guillermo del Toro, Andersen, Mr. Dickens, Mr. Stroud, Mr. Gaiman, sejuta musisi ajaib dan tentu saja Olivia Lufkin tercinta.

Dan terima kasih paling besar gw ucapkan untuk partner suka-duka gw, yang ga pernah malu punya pacar pemimpi yang suka bengong sendiri.
Muchas gracias..

...Apa?
Bagaimana jika akhirnya gw terjebak dalam kenyataan pahit bahwa dunia itu kejam?
Gampang..
Gw akan memanggil Peter Pan dan memintanya menculik gw untuk dibawa ke Neverland.
Dan tak akan minta kembali lagi ke dunia..




Owh, btw.. Coba KLIK DI SINI sebentaarr aja..
Baca artikelnya, dan gw ingin tahu apa yang muncul di pikiran loe semua..

Inilah contoh manusia yang mengenaskan..
Kalo gw siy, jujur aja..

Sedikit iba terhadap si Fulan yang menulis artikel tak berbobot itu.

Tapi, seandainya memang ternyata dia yang benar, gw ga menyesal memilih jalan yang salah.
























Well..
Happy Birthday, Myself..

Jadilah orang yang selalu percaya keajaiban..

Saturday, December 19, 2009

Quiche dan Octopus Spaghetti

Hari itu, gw ga menyesal kelaparan setengah mati dan telat makan.
Karena imbalan dari kesabaran gw tersebut adalah sepotong quiche luar biasa lezat.


Ngomong-ngomong, quiche itu merupakan masakan terkenal dari kota Lorraine.
Tapi awalnya, kata ‘quiche’ berasal dari bahasa Jerman ‘küche’ yang artinya cake.


Bahan dasar masakan nyummy ini adalah custard yang dibuat dari telur serta susu atau krim, yang kemudian dimasukkan ke dalam kulit pie.
Jadi intinya, quiche itu adalah sepupu langsungnya pie.
Bedanya, biasanya pie kan ditutup lagi dengan kulit pastry yang dibentuk seperti jeruji penjara.
Nah, sedangkan quiche ga pake dikurung oleh kulit pie itu.
Dan biasanya quiche berisi daging cincang, daging asap, keju serta sayuran.
Quiche ini bisa dimakan dalam keadaan baru mateng, tapi pada umumnya disajikan dingin.
Hal ini menyebabkan quiche menjadi menu populer saat piknik di musim panas.
Hmm..Tapi ga cocok kalo dimasukin dalem rantang yawh..

















Nah, kali ini yang gw makan adalah quiche bikinan kokinya resto Pantasteiik di Bogor.
Yang gw makan tepatnya adalah smoked beef and mushroom quiche.
Rasa quiche-nya sendiri nyaris sempurna, karena kita digempur oleh kelembutan custard, kulit pastry, keju cair, daging cincang dan jamur champignon di dalamnya.
Uuuuwwh, enak banggett! Nilainya kira-kira 9,5 dari 10 d!
Sayangnya, kelezatan ini dirusak oleh kehadiran salad dingin yang isinya : daging asap (hmm..nyummnyy) dan..irisan paprika sebesar tatakan gelas (100x hoex..)!

Yaikkzz..! Kasian banget si daging asap, dia kesiram sari paprika yang rasanya bikin asam lambung mencelat keluar..hux..Gw jadi ga menghabiskan itu salad yang rasanya bikin merinding..

Oh, ya! Lucunya, quiche ini adalah makanan yang umumnya dimakan oleh kaum wanita, bahkan menjadi suatu stereotipe yang melambangkan feminitas.
Bruce Feirstein's bahkan menulis karya sastra berjudul Real Men Don't Eat Quiche pada tahun 1982. Buku ini sendiri bercerita mengenai pria-pria quiche eater, yang maksudnya adalah cowo yang ogah bekerja kasar dan terjun ke lapangan, dan hanya bermain-main dengan teori akademik saja.



















Berikut ini adalah resep quiche daging asap untuk 6 perut yang bisa dicoba di rumah!
Please try this at home!
Bahan:
250 gr adonan pastry
1 kuning telur untuk mengoles

Isi:
200 gr daging asap, potong bentuk dadu kecil
200 gr mix vegetables
100 gr jamur champignon, potong bentuk dadu kecil
1 bh bawang bombay, cincanglah hingga puas sambil membayangkan orang yang loe benci.
50 gr tepung terigu
1 sdm mentega
3 btr telur, kocok lepas
50 ml krim kental
325 ml susu cair
1 sdt garam
1/4 sdt lada bubuk
1/4 sdt mustard (hoex..aku tak suka..)

Cara membuat:
1. Untuk isi: panaskan mentega, tumis bawang bombay hingga harum, masukkan tepung terigu aduk rata. Tuang susu sedikit demi sedikit, masak hingga mengental.
2. Masukkan daging asap, mix vegetables dan jamur champignon, aduk rata.
3. Tuang telur kocok, krim kental, mustard, lada dan garam. Lalu masak hingga mengental. Angkat dan sisihkan.
4. Olesi pinggan tahan panas dengan mentega, tipiskan puff pastry setebal 3 cm, lalu susun menutup dasar pinggan.
5. Tuang adonan isi di atasnya, ratakan, lalu tutup seluruh bagian atas dengan puff pastry. Olesi bagian atas dengan kuning telur hingga rata.
6. Pangganglah dengan suhu 180 derajat Celcius selama 30 menit.



















Numpang review dikit di title ini..
Kalo yang ini namanya cacing + gurita.
Hiiyh..yekh..!
Hahah..Ga denk, ini adalah Octopus Spaghetti.
Karena cowo gw tergila-gila dengan yang namanya gurita, jadilah dia memesan ini menu.
Gw siy cuma nyobain dikit, karena tampilan pasta ini rada mencurigakan.
Warnanya hijau berfluoresensi gitu.

Hahah, ternyata ini karena banyak taburan oregano dan basil di atas makanan enak ini.
Dan rasanya Pantasteiik udah mulai cerdas dalam mengatur porsi makanannya.
Dulu kan mereka ngasih pasta dengan porsi nasi goreng chinese food..

Dan rasa dari pasta gurita ini enyaak bangget.
Kayanya sih guritanya ditumis dengan bumbu sampe meresap.
Jadi teksturnya tetap kenyal membandel meskipun bumbunya keras banggett.
Nyummyy..

Buy Fearless [Rock 4 Life version] Now!!




























Silakan klik langsung pada banner yang sesuai dengan tempat penjualan favorit Anda.
Terus, langsung beli..
Terus, langsung nikmati Fearless versi Rock 4 Life album..


Btw, udah pernah denger "cuplikan" dari lagu Dai*Shi yang judulnya Miraculous?
Apaaahh?! Beluumm?!!

Kalo begitu, langsung aja klik DI SINI, sekarang juga..!
Dan nantikan juga keluarnya EP kami sebentaarrr lagiih..
Okey??!

Friday, December 18, 2009

Inglourious Basterds, a review























Siapa sih, yang tidak pernah mendengar atau menonton movie ternama, Kill Bill?
Dan siapa sih yang tak tahu otak siapa yang bekerja keras [namun dengan bersemangat] untuk menciptakan film bunuh-bunuhan versi keren itu?


Semua orang tentu [minimal] pernah mendengar sesuatu tentang Quentin Tarantino.
[Eh, btw..Bagi pembaca setia Bartimaeus Trilogy, menurut kalian bener ga siy, kalo Quentin Makepeace itu bersumber dari Quentin Tarantino? Mereka sama-sama seorang sutradara gila soalnya..]


Film yang akan dibahas ini juga merupakan hasil tulisan dan arahan Q. Tarantino, yang dirilis Agustus 2009 oleh Universal Pictures dan The Weinstein Company.
Film ini dibuat bagi pencinta Quentin, pembenci Nazi, dan bagi para orang cerdas yang tahan menonton film yang menggunakan 4 bahasa [Inggris, Perancis, Jerman, Italia].




















Brad Pitt a.k.a Letnan Aldo Raine yang berasal dari Tennessee.



Adalah seorang pria hebat bernama Hans Landa, yang merupakan kolonel pasukan SS. Pekerjaan utama Landa adalah mengejar dan membantai orang Yahudi, dan dia sangat berbakat dalam menjalankan tugas tersebut.
Hal inilah yang menyebabkan ia memperoleh gelar istimewa, The Jew Hunter.
Di suatu hari yang menguntungkan bagi Landa, namun di sisi lain hari yang traumatis bagi Shosanna, kolonel SS tersebut berhasil membongkar persembunyian keluarga Yahudi di Perancis.
Dan kemudian dengan santainya Landa beserta pasukannya memberondong keluarga Yahudi tersebut hingga tamat, kecuali seorang gadis kecil bernama Shosanna yang berhasil lari dari tragedi tersebut.

Atau lebih tepatnya, Landa membiarkan gadis tersebut melarikan diri [entah mengapa..].


















Shosanna Dreyfus, sang pemeran utama film ini.
Diperankan oleh Mélanie Laurent.
























Kolonel Landa, yang bertubuh kecil tapi luar biasa cerdas.
Diperankan oleh Christoph Waltz.



Menurut gw, cerita tentang The Basterds itu entah mengapa terasa ga lebih penting dibandingkan dengan dendam kesumat Shosanna terhadap Nazi.
Jadi, penampilan Letnan Aldo Raine (Brad Pitt) di movie ini terasa hanya sebagai “merica” yang bikin enak..

The Basterds adalah kelompok [yang tadinya] rahasia beranggotakan pemuda keturunan Yahudi-Amerika. Kerjaan mereka adalah membantai pasukan Nazi tanpa ampun.
Biasanya mereka dengan senang hati memukuli atau membacoki SS, lalu menguliti kulit kepalanya untuk dijadikan suatu koleksi yang berharga.
Saat itu mungkin pajangan berupa kulit kepala mayat sedang menjadi trend..

Oh,ya kadang-kadang mereka menorehkan lambang swastika Nazi di jidatnya pasukan SS dengan menggunakan Bowie knife. Tujuannya?
Hanya supaya mereka terus dikenali sebagai Nazi setelah perang usai, sepanjang sisa umurnya..
The Basterds ini dipimpin oleh si Aldo Raine alias Brad Pitt tadi itu, yang tampilan kumisnya selalu bikin gw geli sepanjang film..























Salah satu anggota Basterds yang bertahan hingga mission acomplished.



















Ini adalah adegan sebelum terjadi kematian mengenaskan dari hampir 2/3 anggota Basterds.
Bagian ini sanggaatttt menegangkan..
Hiihh..



Seperti biasanya, film buatan Quentin Tarantino berkisah mengenai takdir beberapa orang yang tak saling mengenal ternyata saling bersinggungan dan menyebabkan berlakunya hukum sebab-akibat.
Demikian juga di movie ini.
Shosanna tak saling mengenal dengan Aldo Raine, tapi takdir mereka saling memengaruhi kejadian-kejadian penting di film ini.


Nah, sekarang mari kita bahas mengenai judul yang agak aneh.
Judulnya adalah Inglourious Basterds.
Dasar Quentin, dia dengan ngotot menyatakan bahwa film ini bukanlah lanjutan atau parodi dari sebuah film tahun 1978 yang berjudul serupa tapi tak sama : Inglorious Bastards.
Film ini [judul Italianya adalah “Quel maledetto treno blindato”] juga tentang Nazi dan Perang Dunia II. Tapi dengan aroma dan rasa yang lebih serius.
























Ini adalah poster dari movie tahun 1978-an berjudul sama dengan Inglourious Basterds.
Film Italia ini garapannya Enzo G. Castellari..



Tarantino yang tercinta tak mau menjelaskan mengapa cara mengeja “inglorious” menjadi “inglourious”, dan mengenai kata “basterds” dan bukannya “bastards”, dia hanya mengatakan bahwa cara mengeja seperti itu dinamakan "a Basquiat-esque touch."
Dan seperti itulah cara Tarantino mengejanya.
Dasar seenak jidat..
Tapi memang seniman boleh mengotak-atik apapun, termasuk kosakata..






















Mukenye lumayan mencerminkan jalan pikirannya, si sutradara Tarantino ini..
Tapi, Sin City dan Pulp Fiction serta Kill Bill memang masih tetap master piece-nya..

Wednesday, December 16, 2009

Heretic, a review






















Yang akan Anda baca dalam artikel ini adalah bahasan mengenai sebuah novel gaib.

Kenapa novel ini disebut gaib?
Karena penulis sama sekali tak pernah menemukan novel ini di rak semua toko buku yang pernah didatanginya.
Tapi tiba-tiba, di suatu waktu yang tak terlupakan, novel ini teronggok di sana, di meja pendek tempat buku obralan.
Alasan apa yang membuat bagian penjualan toko itu mengobral buku ini, penulis sama sekali tak mengerti, atau lebih tepatnya tak mau peduli.


Yang penting, saat penulis menatapnya, novel karangan Sarah Singleton ini balas menatap penulis dengan mata personifikasi yang berkaca-kaca..
Dan kemudian, tentu saja tanpa pikir panjang penulis langsung menyambar buku itu (dan membawanya ke meja kasir, tentunya. Sudah tentu penulis tak bermaksud untuk mengutil).

Menurut penulis (yang hingga kini masih tertegun membisu memikirkan betapa kacaunya dunia dalam novel Mrs. Singleton ini), kegilaan dunia religius dalam Heretic jauh lebih sinting dibandingkan dengan novel ternama Da Vinci Code.

Dalam novel ini semua keyakinan, semua fanatisme, dijungkirbalikkan dengan sempurna.
Hal yang istimewa adalah ; jika Dan Brown suka mencampuradukkan IPTEK, agama dan seni, Sarah Singleton memilih untuk mencampur fanatisme terhadap religi dengan fantasi atau dongeng.























Sarah Singleton, Sang Pengarang kreatif dengan dandanan yang kreatif pula.




Novel ini berkisah tentang Elizabeth Dyer, seorang gadis polos & baik hati dari keluarga Katolik. Setelah mengalami masa kejayaan, agama Katolik kemudian jatuh ke dasar kemelaratan. Karena pada tahun 1584 Parlemen Inggris menyatakan bahwa menjadi pastor Katolik merupakan bentuk pengkhianatan terhadap Ratu.
Perubahan religi yang drastis pada masyarakat Inggris ini menyebabkan keluarga-keluarga Katolik di sana minimal dikucilkan oleh tetangganya.
Banyak juga penganut Katolik yang dieksekusi tanpa pengadilan yang bersih.
Keluarga Dyer merupakan pedagang berkecukupan yang tadinya dihormati, akhirnya dikucilkan akibat agama yang mereka peluk.
Tapi Elizabeth dan seluruh keluarganya tetap teguh berpegang pada iman mereka.




Keteguhan inilah yang mempersatukan takdir Elizabeth dengan Isabella Leland.
Isabella Leland bukanlah gadis biasa.
Elizabeth menemukannya di tengah hutan dekat biara rahasia dalam keadaan aneh.
Tentu saja.
Yang Elizabeth lihat adalah gadis berkulit hijau, berambut mirip jerami terfermentasi, berkuku lebih lancip dibandingkan gagak, dan bergerak seperti hewan liar.

Elizabeth ingin menjadi teman Isabella.
Tapi Isabella memang bukan gadis biasa.
Setelah diusut, Isabella ternyata adalah gadis yang berasal dari tahun 1200-an.
Berarti Isabella sudah berumur sekitar 300 tahun, namun sosoknya seusia dengan Elizabeth.
Selain itu, Isabella bukan pemeluk agama Katolik, atau Protestan, atau agama lain.
Isabella adalah putri seorang ‘wanita bijak’ (yang dituduh sebagai “penyihir”) yang hidup 300 tahun lalu.

Elizabeth sudah cukup membenci pemeluk Protestan yang mempersulit hidup keluarganya, yang telah memenjarakan ibunya & meneror kakaknya di universitas.
Kini Elizabeth yang selalu diajarkan tentang ketuhanan berjumpa dengan Isabella, yang bisa dikatakan tak beragama.
Manakah yang lebih baik?
Berpura-pura merendah di hadapan orang yang berbeda agama?
Atau bersahabat dengan Isabella yang tak beragama?




















Sarah Singleton sedang mengiklankan novelnya yang berjudul Century.
Novel beken lain karangan si Tante adalah Heretic, Sacrifice dan yang terbaru : Amethyst Child.





Novel ini juga berkisah mengenai Kit Merrivale, pria Protestan bawahan Sang Ratu, yang melakukan apapun (termasuk membunuh orang) demi mempertahankan jabatan tingginya.
Namun dia mengatakan bahwa semua itu demi Ratu & demi agamanya.

Ada satu dunia lagi yang bersimpangan dengan takdir 3 orang di atas.
Yah, itu adalah dunia Kaum Gagak. Dunia peri.
Dunia yang ternyata tumpang tindih dengan dunia manusia, dan merupakan dunia yang telah memberikan perlindungan bagi Isabella & adik kecilnya dari kejaran manusia yang mengaku fanatik terhadap agama mereka.
Isabella dan adiknya disembunyikan Kaum Gagak setelah eksekusi ibu mereka yang dituduh sebagai penyihir oleh pengadilan yang mengaku bekerja atas nama suatu agama.

Isabella membenci manusia, tapi tetap tak bisa mengalihkan pandangan dari dunia kita.
Karena sebagian dirinya adalah manusia.

Elizabeth takut & jijik terhadap hal-hal yang berbau ilmu hitam, tapi dia menyukai Isabella sebagai manusia biasa. Akankah persahabatan mereka lebih unggul dibandingkan fanatisme religi?

Kit Merrivale hanya berpikir secara logis & skeptis. Dia menyembunyikan ketamakan duniawinya & berkedok menjalankan tugas mulia agamanya. Akankah dia sadar bahwa nasibnya berada di tangan Kaum Gagak (yang dia pikir hanya ada dalam dongeng)?

Ada beberapa kesimpulan yang bisa diambil dari novel ini.
Tapi ada satu kesimpulan gila yang menggelitik perasaan penulis.
Sayangnya, menceritakan hal itu berarti membocorkan rahasia berharga yang ada di dalam Heretic.
Jadi sepertinya penulis tak akan membahas hal itu di sini.
Silakan, cari dan baca saja buku istimewa pemenang Booktrust Teenage Prize ini.

Moral utama dari Heretic yang penulis rasakan adalah ;
“Betapa jalan pikiran manusia itu sangat sempit & terkotak-kotak.
Betapa kita mengambil kesimpulan terlalu dini, tanpa mempedulikan kemungkinan-kemungkinan sederhana yang tersimpan.
Dan betapa fanatisme yang digugurkan akan membuahkan kegilaan bagi penganutnya.”



End Note :
Heretic adalah orang yang memiliki opini bertentangan dengan pihak ortodoks, atau memiliki kepercayaan agama yang berbeda dengan Gereja yang berkuasa.
Diambil dari kata Yunani, “hairesis” yang bermakna “memilih mengingkari kebenaran”.
Pertanyaan penulis adalah ; Siapalah di dunia ini yang tahu bahwa yang disebut sebagai “kebenaran” itu sungguh-sungguh “benar”?

Tuesday, December 15, 2009

Soto Ranjau Attaaacckk!!






















Ayo buktikan nyali loe semua!!

Cobain niiyhh..
SOTO RANJAU!!


Dateng aja ke Kodim 43 Jalan Jenderal Sudirman, Bogor [deket Air Mancur].

Hanya dengan 10ribu rupiah suajjaa, pasti loe terpuaskan!

Khusus pelajar, beli 5 soto gratis 1!!

Makanya, ayo dateng rame-rame bareng temen loe ke Soto Ranjauuu!!

Saturday, December 12, 2009

Momomomomomomo...






Momo adalah seekor monyet lucu yang hidup di kota besar..
Setiap hari yang dilakukannya adalah berayun dan berayun dengan tali di dekat kandangnya..
Sebagai monyet metropolis, Momo tidak terlalu gembira jika melihat wortel, pisang, dan buah murah lainnya.

Tapi, jika melihat melon [yang notabene adalah buah mahal...], permen chewy, dannn... kerupuk udang, man!, ia seketika menjadi pelit. Dan ga mau bagi-bagi makanan tersebut dengan siapapun, termasuk dengan Dowe yang sangat dicintainya...
ckckckckck...dasarr...

Friday, December 11, 2009

Disney's The Princess and The Frog






















WaoouuW!
1 lagi movie yang patut dinantikan [karena sialnya, ini film belon maen di Indonesia]..
Please welcommmee!!
The Princess & The Frog bikinan Disney!

















Film animasi ini dibuat berdasarkan dongeng klasiknya E.D. Baker's The Frog Princess, yang juga diinspirasi oleh The Frog Prince bikinin Brothers Grimm
Ini adalah film ke-49 dari tipe Walt Disney Animated Classics, man!
Director untuk film ini adalah John Musker & Ron Clements, yang pernah membuat The Little Mermaid, Aladdin, Hercules, & Treasure Planet..


Seiyuu-nya antara lain adalah Anika Noni Rose (as Princess Tiana), Oprah Winfrey, Keith David, Jim Cummings, John Goodman, Jenifer Lewis, Bruno Campos, etc..
















Film animasi lucu ini ber-style Broadway dan ber-setting di French Quarter of New Orleans.
Ceritanya sendiri adalah tentang Naveen (Bruno Campos) Pangeran dari Maldonia yang dikutuk menjadi katak oleh dukun voodoo bernama Dr. Facilier (Keith David).

Sesuai jalur cerita leluhurnya, kemudian si Pangeran mencari putri yang bersedia menciumnya untuk melenyapkan kutukan.
Dan akhirnya ia bertemu dengan Tiana..Yang akhirnya [lagi] bersedia mencium Sang Katak.
Egh..
Emang dasar lagi siall..
Ternyata Tiana itu bukan putri beneran, melainkan seorang pramusaji resto yang berniat membuka resto sendiri..

Akibat kesalahan ini, Tiana malah ikutan menjelma jadi katak..
Jadilah 2 ekor katak yang malang berpetualang mencari orang yang bisa melenyapkan mantra jahat itu.
Mereka juga ditemani oleh aligator yang ramah dan jago main terompet plus kunang-kunang yang tampilannya bener-bener merusak image kunang-kunang seluruh dunia..

Tanggal 11 Desember [hari ini], ini movie mulai dirilis ke seluruh dunia..
Semoga aja Januari udah ada di Indonesia..
Amen..
[dan nantikan juga review-nya]..

Old Dogs, a review..























Ow, my my my..
Ckckckck..
wheewww..

Kenapa review ini diawali dengan decak kebingungan?
Yah, alasannya adalah : gw cukup shock saat mengetahui bahwa film ini, mendapatkan rating buruk di Amerika & sekitarnya..
Whew, wheew...

Gw ga abis pikir aja sihh..Dan komentarnya pedes-tajem bangget..
Nih contohnya :

1. Kritikus film yang bernama Roger Ebert cuma ngasih Old Dogs 1 bintang dari maximal 4, man! ] Ebert bilang, "'Old Dogs' is stupefying dimwitted. What were John Travolta and Robin Williams thinking of? Apparently their agents weren't perceptive enough to smell the screenplay in its advanced state of decomposition"...

2. Yang rada sadis : Michael Phillips dari Chicago Tribune juga ngasih 1 bintang + komentar : "'Wild Hogs,' 'Old Dogs' — what’s next, 'Bumps on Logs'? Truly, I would rather watch John Travolta and Robin Williams sitting on a tree trunk, doing nothing, than endure their best efforts to energize this ol’ hound..."



















3. The Salt Lake Tribune bahkan ga ngasih bintang sama sekali buat Old Dogs, man! Ck! Dan majalah ini menilai bahwa Old Dogs "hammy acting and sledgehammer editing"..


















Udah, ah..cukup untuk menjelek-jelekkan movie ini..
Hix..shock juga gw..
Memang sih, cowo gw juga udah menyadari editan Photoshop yang ga perfect di bagian foto masa mudanya John Travolta & Robin Williams...

Tapi secara umum filmnya cukup bagus..
Meskipun plotnya emang agak ga jelas & ga rapi banget..
Tapi film ini mampu membuat kita tertawa, menangis, dan tertawa lagiii...
Hux..Poor, Old Dogs..
Dan lagipula, ini kan film Disney's!!

Lagyan di film ini ada parade doggy-doggy lucuu..
Hux...
Sayang sekali..
Para kritikus berpendapat negatif tentang film kocak ini..

Gallery of Us






















Meskipun ini foto dikategorikan sebagai foto gagal, karena burem, ga fokus, & muka yang difoto ekspresinya rada oon, entah kenapa gw suka bewt ma niy foto...



















Kalo yang ini, gw sukanya ama mukenye yang di sebelah kiri..
Hihihihi...
Gu*nt*ng bangget..
hihihihi...

For Olli
















M'Love, we wish you a very happy birthday..

The Hunger Games Trilogy, a review






















Sejarah Panem, negara yang muncul dari sisa-sisa tempat yang dulunya bernama Amerika Utara adalah sebagai berikut.
Kekeringan, badai, kebakaran, lautan meluap menelan daratan, perang brutal demi sedikit makananlah yang memusnahkan Amerika Utara & merombaknya menjadi Panem.
Capitol, ibukotanya, dikelilingi oleh 13 distrik.
Awalnya, Capitol berhasil menciptakan kemakmuran bagi seluruh Panem.
Hingga tiba pada Masa Kegelapan, saat terjadi pemberontakan dari 13 distrik.
Kedua belas distrik berhasil dikalahkan, dan distrik ketiga belas dihancurkan.
Undang-undang baru dibuat untuk melegalkan suatu permainan yang menjamin perdamaian, sekaligus sebagai pengingat agar Masa Kegelapan a.k.a pemberontakan itu tak terjadi lagi..
Permainan yang dilaksanakan setiap tahun itu disebut..
The Hunger Games..


[Biasanya, menulis review itu menyenangkan & mudah..Namun, setelah sekitar sebulan lalu gw selesai membaca The Hunger Games, baru sekarang gw nekad menuliskan review bagi novel ini. Kenapa? Karena gw takut tulisan gw yang ga sempurna mencetak sebuah cacat bagi The Hunger Games yang super keren ini. Hix..Tapi ya sudahlah, yang terjadi ya terjadilah..].



Suzanne Collins telah bekerja sebagai penulis skenario untuk anak di program televisi sejak tahun 1991. Dan akhirnya pada September 2008 ia menelurkan master piece yang berupa buku pertama dari trilogi The Hunger Games [dengan judul The Hunger Games juga].























Mrs. Suzanne Collins, sang pencipta trilogi The Hunger Games.



The Hunger Games bercerita mengenai kehidupan post-apocalyptic di tanah yang dulunya terletak di Amerika Utara.
Ide cerita The Hunger Games sangat luar biasa, namun konon Mrs. Collins memperoleh ide tersebut saat sedang menggonta-ganti chanel tv dari program reality show ke siaran berita tentang perang. Dan akhirnya kedua informasi tersebut membaur menjadi satu.

Adalah seorang gadis 16 tahun bernama Katniss Everdeen [Katniss adalah nama tanaman umbi-umbian] yang tinggal di Seam [Seam adalah dusun di Distrik 12, sedangkan Distrik 12 adalah distrik termiskin di Panem].
Karakter Katniss luar biasa kuat digambarkan di sini, sehingga rasanya pembaca jadi bersikap & berpikir seperti Katniss saat & setelah membaca buku ini. Katniss adalah cewe yang berhati keras dan super tomboy.
Bukannya karena dia mau bersikap seperti itu, melainkan karena cewe berambut kepang 1 inilah yang harus menjadi tulang punggung keluarga setelah ayahnya hancur berkeping-keping [dalam arti harfiah] dalam kecelakaan di tambang batu bara.

Ibunya yang berhati lembut & sangat mencintai ayahnya menjadi shock luar biasa & kehilangan setengah kesadarannya.
Hal ini membuat Sang Ibu melalaikan tugasnya mengurus Katniss & adiknya, Primrose.
Karena ilfil & tak bisa lagi mencintai ibunya, Katniss menumpahkan seluruh rasa cintanya bagi Primrose yang cantik & baik hati.
Juga pada Gale, cowo keren namun kalem yang merupakan sahabat terbaik Katniss.

Kemampuan Katniss untuk bertahan hidup tak bisa disepelekan.
Dia menjadi kuat & gesit karena bertahun-tahun terbiasa berburu serta mengumpulkan tanaman di hutan. Hal inilah yang membuat Katniss tampil prima dalam The Hunger Games ke-74.

Apa siy Hunger Games?
Yap, itu adalah blasteran antara American Idol dengan gladiator jaman dulu di Kreta, Yunani.
Di permainan nyawa ini, ada 12 peserta cewe + 12 peserta cowo [yang diundi] yang berasal dari 12 distrik negara Panem. Dan setiap peserta diwajibkan bertarung sampai mati, hingga akhirnya hanya 1 orang yang hidup.
Uniknya, sebelum bertarung di alam bebas, para peserta diperlakukan layaknya peserta American Idol. Mereka diberi makanan enak, di-make over, diwawancara oleh MC terkenal, dan ditampilkan pada program tv yang muncul beberapa kali sehari.
Singkatnya, mereka jadi selebriti nasional pada masa-masa pre-Hunger Games tersebut..

Dalam novel pertama, diceritakan keberhasilan Katniss & Peeta [cowo dari distrik 12 juga] dalam Hunger Games ke-74. Namun, selain upaya bunuh-bunuhan yang penuh intrik, di sini juga diselipkan kisah cinta segitiga rumit antara Katniss, Peeta & Gale [sahabat Katniss yang tadi dibahas]...[dan gw bener-bener ga nyangka sampe ada kisah cintanya segala].























Sedangkan pada novel kedua, Catching Fire, membahas mengenai tour keliling Panem bagi Katniss & Peeta, para juara Hunger Games. Namun kemenangan mereka berdua berakhir pahit, karena 24 orang pemenang Hunger Games dari tahun-tahun sebelumnya diwajibkan bertarung lagi di Hunger Games ke-75. Di novel ini, problema bagi Katniss lebih berat dibandingkan dengan novel pertama. Karena di sini, dengan jelas dipaparkan bahwa Katniss sebenarnya bukan berjuang melawan peserta Hunger Games lain, melainkan melawan kekejaman Capitol [pemerintah Panem].

Usahanya yang dikategorikan sebagai pemberontakan itu berdampak negatif bagi dirinya, Peeta, Gale, peserta Hunger Games yang bersekutu dengannya, dan yang paling parah..bagi Distrik 12, ibunya dan adiknya sendiri...

Anyway, buku ini cukup sadis bagi pembaca yang ga suka bunuh-bunuhan dengan brutal..
Oh,ya terutama pada adegan dimana tiba-tiba muncul para mutan serigala yang berusaha membunuh peserta Hunger Games, tanpa bermaksud memakannya.
Jadinya para peserta hanya dikoyak-koyak dan dibiarkan tergeletak dalam wujud onggokan daging mentah namun masih bernyawa..
Ckckckck..Sinting..

Tapi ga boong, alur ceritanya sangat menarik & seru..
Gw sampe ga berhenti membaca, untuk makan sekalipun..
Alhasil novel ini beres gw baca dalam waktu 5 jam..
Dan udah pernah gw ulang 2 kali dalam rentang waktu 1 bulan. Hal ini menujukkan betapa menariknya plot yang ditawarkan trilogi The Hunger Games..


















Inilah tanaman yang menjadi acuan bagi nama tokoh utama The Hunger Games.
Katniss a.k.a Sagittaria sagittifolia (arrowhead) [gilak, namanya penuh zodiak gw] adalah tanaman umbi-umbian yang bisa dimakan & hidup di perairan tawar.
Terutama sering ditemukan di wilayah Amerika Utara & Asia Timur..

Tantrum

Tahukah kau, mengapa aku marah pada dunia?
Yang konon nyaris sampai pada akhirnya..

Ini adalah pertanyaan mudah..
Dengan jawaban yang membuat gundah..

Aku marah saat menyadari bahwa dunia mendewakan harta..
Dan manusia justru menginjak-injak cinta..

Aku marah saat mengetahui manusia tak percaya akan cinta..
Dan mereka tak yakin bahwa manusia bisa 'jatuh cinta'..

Kalian menertawakan kami yang hidup dari oksigen bernama cinta sejati..
Kalian lebih memilih untuk mengubur diri dalam rasa dengki..

Dalam hidup yang hanya sesaat dan sekali ini..
Apakah kalian ingin terus dibutakan oleh ketamakan diri?

Saat keagunganmu mulai terhapus..
Harta dan harga diri membusuk lalu akhirnya pupus...
Tiada yang sanggup selamatkan diri ini..
Selain jejak dari cinta yang murni..

Tuesday, December 8, 2009

The Ramen Girl, a review






















Seperti biasa, negeri kita tercinta ini suka telat memainkan film-film bikinan negeri lain.
Anehnya, semakin berkualitas & semakin mendidiknya itu movie, makin lama pulalah kemunculannya di Indonesia.
Entah apa yang ada di pikiran orang-orang yang 'berwenang' itu..
ckckkck..

Contoh nyata dari kasus ini adalah pemutaran The Ramen Girl, yang notabene adalah film keluaran tahun 2008.
Egh, baru muncul di sini tahun 2009..Payah..
Padahal, film yang ditulis oleh Becca Topol ini sangat bermakna dan sarat pesan moral.

Secara garis besar, film ini bercerita tentang Abby (Brittany Murphy), seorang cewe dari Amerika yang terdampar di Tokyo karena ngintilin pacarnya, Ethan.
Si Abby ini tipe cewe yang bosenan, spontan dan berpikiran pendek..
Abby nekad ngintilin pacarnya ke Tokyo tanpa rencana yang matang, dan hanya bekerja sebagai copy writer di suatu perusahaan Jepang.
Parahnya lagi, Abby ini ga ngerti sedikiiitt puunn bahasa Jepang (kecuali 'arigatou', mungkin..)
Dan pada awalnya dia kaya ga ada niat sama sekali untuk belajar bahasa Jepang..
















Kemudian, emang dasar lagi ketimpa nasib luar biasa sial, pada suatu pagi yang cerah-indah...
Si Ethan sialan nyelonong pergi ke luar kota Tokyo tanpa mengajak Abby.
Abby yang polos mengira Ethan hanya pergi untuk beberapa saat & kemudian balik lagi ke apaato mereka yang mungil.
Egh, tapi ternyata..
Dasar cowo br*ngs*k..
Tiba-tiba si Ethan memutuskan Abby & mengatakan bahwa sebenarnya dia ga pengen dikintilin Abby ke Tokyo..

Owghh..
Adegan ini sangat menyayat hati..
Terutama saat Abby nangis sendirian di pinggir jalan dengan hanya mengenakan handuk putih..

Dengan hati hancur, malamnya Abby pergi ke toko ramen dekat apaato-nya..
Warung ramen tersebut kecil, namun pengunjungnya sampe harus waiting list kalo mau masuk..
Dan untungnya si Abby datang pas Oom Maezumi, Sang Pembuat Ramen, akan menutup warungnya.

Meskipun udah diusir-usir dengan bahasa Jepang & gerakan pantomim, si Abby ga mau pergi dari warung ramennya Maezumi itu.
Abby malah duduk di kursi pengunjung & nangis sesengukan sambil curhat pake bahasa Inggris..

Jadilah si Maezumi(Toshiyuki Nishida) & istrinya (Kimiko Yo) mengira Abby adalah orang asing yang sinting..
Meskipun Maezumi pedes mulut, dengan murah hati dia memberikan semangkuk ramen untuk Abby.
Dan mungkin pada detik Abby menyendokkan kuah ramen ke mulut, Abby langsung jatuh cinta dengan ramen.

Hal inilah yang membuatnya kembali bersemangat untuk hidup di negeri orang.
Abby kemudian memutuskan untuk berguru pada Maezumi, agar bisa menjadi pembuat ramen yang handal..

Nah, perjuangan Abby sebagai pembuat ramen sama sekali tak mudah.
Terutama karena Maezumi adalah guru yang ultra-kejam.
Dia ga segan-segan menggetok kepala Abby [meskipun Abby cewe & dia cowo],jika Abby berbuat salah atau jika Abby bicara dengan bahasa Inggris yang ga dimengerti oleh si sensei.
Meskipun pada awalnya Abby merasa shock terhadap perlakuan Maezumi, lama-lama Abby jadi kebal dan dengan sepenuh hati berjuang untuk bisa membuat ramen yang lezat..


Oh,ya di movie ini juga dibahas tentang pertemuan Abby dengan Toshi Iwamoto (Sohee Park), yang merupakan seorang karyawan perusahaan.
Di sini juga dibahas mengenai kegalauan hati Toshi yang sebenarnya muak terhadap pekerjaannya, namun ia merasa harus memenuhi "kehidupan standar" orang Jepang..
Ternyata, usaha Abby yang gigih memberikan inspirasi bagi Toshi untuk tak menyerah pada kenyataan..
Meskipun pada akhirnya mereka harus terpisah [sebentar]..















Abby & Toshi di saat terakhir kebersamaan mereka di Tokyo..




Pesan moral utama dari movie ini adalah : Jangan gampang menyerah saat menggapai impian atau keinginan loe..Apapun halangannya.
Contohnya dalam film ini, halangannya adalah kegalakan luar biasa dari sang guru.
Ditambah lagi [atau untungnya] si murid dan gurunya menggunakan 2 bahasa berbeda yang selalu ga nyambung omongannya..
ckckckck..luar biasa sekali perjuangan si Abby..


Btw, dalam movie ini, penonton ga akan menemukan klimaks hingar bingar khas film Hollywood..
Semuanya berubah menjadi kedataran yang khas dorama Jepang.
Sangat hebat menurut gw, mengingat director & pemeran utamanya adalah orang Amerika..

Saturday, December 5, 2009

Dai*Shi on stage!





















Semarak Menteng adalah suatu acara reuni besar-besaran bagi para penghuni kawasan Menteng..
Mulai dari konglomerat paling sukses hingga anak muda yang paling melarat..
D*S bisa bermain di acara mewah ini pun tak lain karena kebaikan dari para panitianya semata..
hehe..

Nah, dalam event umum ini, kita bakal bawain 3 lagu sendiri & 1 lagu cover!!
Jadi, jangan sia-siakan kesempatan ini!!
Datang & saksikanlah D*S hari Minggu, 6 Des 2009 di Taman Menteng!!