Thursday, March 28, 2013

The Real Epilogue - Talisman

Well.. 
The bridezilla is insomniac, just for tonight.
Mungkin sebaiknya kututup rangkaian kisah ini sekarang, selagi waktunya memungkinkan.

..................
Pernahkah, atau seringkah kalian merasa hidup ini mirip dengan role playing game?
(Jangan-jangan justru RPG yang terinspirasi dari kisah nyata di kehidupan seseorang?)
Menurutku, hidup ini memang setipe dengan RPG. Kalau ditinjau dari sisi perjalanan roman, misalnya...

Dari epilog pertama hingga ke epilog terakhir yang sudah kukisahkan, terlihat level kesukaran yang terus meningkat. Dari sana, aku bisa menyimpulkan bahwa kelemahan (dan  juga kesalahan) terbesarku adalah over open-minded dan dugaan bahwa semua orang di dunia ini jujur.
Aku juga paling tidak bisa menanggung rasa bersalah dan rasa iba.

Apakah yang menjadi kelemahanmu?


Tuhan sudah menciptakan talisman untuk membantu memperbaiki kelemahanmu itu.
Hanya saja, menemukan talisman tersebut bukanlah hal yang mudah. Meskipun 'talisman' yang ini juga berwujud manusia. Dengan segala rasa syukur, aku telah menemukan 'talisman'-ku, melalui perjalanan ala RPG yang telah kubeberkan sedikit plot-nya.
Tuhan telah menciptakan alur RPG yang berbeda untuk setiap insan-Nya.

Talismanku, terlepas dari wujudnya yang mahaindah, membuatku mengeluarkan semua potensi dalam diri secara maksimal. Membuatku kuat. Membuatku bermimpi. Membuatku berjuang menggapai mimpi.
Dan sebagai talisman, dia juga melindungiku.
Dan tugas favoritnya adalah menyayangiku.

Talismanku ini, dia membuatku sadar bahwa Emo-Virgo bukanlah akhir dari kisahku.
Juga dia membantuku melepaskan diri pada kisah mengerikan Ominous Scorpion.
Tetapi, aku dengan tololnya mengecewakan talisman (dan diriku sendiri) pada kisah terakhir.
Kautahu? Permainan RPG yang sudah sejauh ini kujalani nyaris game over.
Nyaris tamat dengan memalukan. Dan juga menggelikan.

Tetapi, kurasa Tuhan masih menginginkanku untuk terus melanjutkan petualangan RPG ini.
Dia masih memberikan hint untuk menyelesaikan level Oblivion Gemini ini.
And here i am.. Aku masih berdiri di atas kedua kaki dan siap untuk melanjutkan petualangan ke level yang lebih tinggi.

Aku tak ingin menipumu.
Dari sekian level RPG yang telah kulewati, banyak sekali bekas luka alias codet yang terukir di jantungku.
Codet ini, ada yang masih membuatku malu.
Tetapi ada juga yang membuatku merasa kuat dan bangga.
Dan hanya ada satu yang masih basah, terkadang terasa sedikit perih.

Anyway, tahukah kalian manfaat dari sebuah bekas luka?

Dari 'kacamata'-ku, scars berfungsi sebagai alat pengingat.
Untuk mengingatkanmu bahwa hingga detik ini kaumasih mampu bertahan hidup.
Bahwa kau kuat dan sanggup menghadapi cobaan.
Bahwa kau pernah jatuh, luka, dan tersakiti. Namun, selalu bisa bangkit kembali.

Aku akan jatuh lagi, mungkin. Atau terluka dan kalah.
Namanya saja RPG.

Tak masalah. Sama sekali bukan masalah.
Selama masih ditemani Sang Talisman, aku siap kembali berpetualang.
Mengalahkan monster, alam liar, badai, dan bahkan mengalahkan diriku sendiri.

Sekali lagi...
Asalkan bersamamu, Talisman-ku..
Mirza Adhyatma-ku..



Wednesday, March 27, 2013

Bad Romance is Good ~ An Epilogue of Crazy Adventure #7








Hmm.. Setelah membaca posting-an yang sebelumnya, menurut kalian apakah aku terlalu memposisikan diri sebagai korban dari hubungan yang gagal itu? Kalau iya, berarti aku harus mengonfirmasikannya kembali.
Bukan.
I'm not the victim and he's not the bad guy.
And vice versa.

Hubungan yang memang sudah merupakan kesalahan sejak awal ini adalah salahku dan juga kesalahannya.
(Coba hitung ada berapa kata 'salah' dalam kalimat tersebut... ckckckck..)
Setidaknya aku tak pernah menganggap 'ini' adalah permainan. Karena itulah tidak ada pemain yang 'menang' atau 'kalah'. Tidak ada 'korban' dan 'pelaku'. Bahkan meskipun Si Gemini ini bermaksud mempermainkanku sejak awal...

Okay, let's jump to the next lesson!

7. The Oblivion Gemini #2
k. Sifat asli seseorang akan terlihat setelah hubungan mencapai >3 bulan (hipotesis ini jg diungkapkan oleh bos saya di kantor). Tadinya kupikir akan mendapatkan seorang pathfinder atau pengayom yang membuat nyaman dan berani dalam menjalani hidup. Ternyata, akulah Si Pengayom itu. Dan aku nyaris mati dalam proses melayani orang yang tidak punya jawaban atas banyak pertanyaan kritisku.

l. Semua manusia berhak bahagia.
Jangan pernah merasa bahwa dirimu bersalah dan tidak berhak bahagia. Itu salah kaprah.
Jika kau bahagia, tentu akhirnya mampu membahagiakan orang lain.
(Sisi kejamku barusan berkata, "Yeah, semua orang memang berhak bahagia.. Kecuali dia ini.. Ehekhekhek..").

m. Tawa dan lelucon memang membuatmu bahagia dan awet muda.
Namun, respek adalah hal yang lebih penting.
Saat kau merasa dihargai oleh pasanganmu, itulah saat di mana jiwa kita muda selamanya.

n. Buat para wanita di luar sana. Hati-hati dengan pria yang pandai bicara.
(Maaf, tapi wanita yang pandai bicara lebih membawa banyak hal positif dibanding pria yang pandai bicara). Pria macam ini sangat cerdik (atau licik?) dalam menutupi ketidakmampuan mereka akan suatu hal. Dan mereka sangat pintar mengalihkan inti pembicaraan.
Awalnya tentu kalian akan terpesona dengan pribadi yang pandai bicara.

Namun, akan ada titik di mana kalian akan merasa muak karena sering ditipu.
Believe me, again.

o. Ungkapan dari perut naik ke hati itu benar.
Benar, masakan bisa menimbulkan efek ajaib terhadap emosi seseorang.
TAPI. Tolol sekali jika ada orang yang jatuh cinta karena kemampuan memasak sebagai faktor penyebab utamanya.

p. Gemini... Hmm... Aku tidak bermaksud mengonfrontasi makhluk-makhluk berzodiak gemini.
Tapi, perkataan salah seorang sahabatku benar adanya; "Hati-hati dengan Gemini. Mereka reflektor yang hebat".. Maksudnya, kalau kau jatuh cinta dengan mereka, bisa jadi pantulan dirimulah yang kaulihat.
Kulit Gemini baru terkuak lebar saat dia merasa nyaman.
Di titik ini, lihatlah dengan seksama Seperti apa wujud asli dari makhluk ini.
Punyaku, berwujud makhluk yang ingin tampak mandiri, namun sebenarnya sangat manja dan tidak bisa membuat keputusan.
Jadi, yang membuatku jatuh hati selama ini adalah pantulan versi diriku sendiri..
Wheeew, God.. Please...

q. Saat mengalami kekecewaan besar, jangan sembunyikan emosimu.
Tunjukanlah, namun tetap dalam dosis dan tempat yang sesuai.
Setelah pertama kalinya melampiaskan kemurkaan dengan menampar orang yang bersangkutan, rasanya superduper plong.
Lega dan lega dan lega rasanya.

r. Wanita SELALU lebih mengutamakan perasaannya dibandingkan OTAKNYA. Itulah sebabnya wanita lebih gampang patah hati.
Memang, ada beberapa wanita beruntung yang logikanya lebih jalan dibandingkan perasaannya.
Saya tidak seberuntung itu..
Ingatlah, gunakan otak dan nurani secara seimbang. 
Otak kalian memang tak akan pernah berkhianat karena dia sanggup berpikir logis.
Namun, ada beberapa hal yang membutuhkan ketajaman perasaan.
Tapi ya itu tadi, seharusnya kaum wanita lebih sering menggunakan otaknya saat menghadapi lelaki brengsek.
Gunakanlah ketajaman otak dan intuisi untuk melihat lebih "ke dalam". Jangan nilai sesuatu hanya dari yang tampak saja.
Bisa jadi itu hanyalah fatamorgana.

s. Jangan pernah menangisi orang yang bertingkah seakan-akan mereka tidak tahu penyebab tangisanmu.
Padahal, justru merekalah yang menjadi penyebab utamanya.. Teteskanlah air mata kalian hanya untuk orang-orang berharga yang berhak mendapatkannya.

t. Hitunglah kadar kepercayaan diri pasanganmu dengan benar.
Jika kalian merasa kadar kepercayaan diri pasangan terlalu berlebihan, bisa jadi dia menggunakan rasa PD sebagai kamuflase atas ketidakmampuannya menghadapi masalah.

u. Ini penting sekali. Carilah pasangan yang bersemangat untuk berkarier atau menggapai impian, apapun profesinya.
Tujuan utamanya bukanlah materi, melainkan kepribadian yang matang dan mantap. Apakah kalian tidak meragukan orang yang gerakannya bagai siput?
Masa iya orang seperti itu bisa membahagiakan keluarga?

v. Orang yang terlalu sering menilai orang lain secara "negatif" tentu juga memiliki pendapat negatif tentang dirinya. Tentang dirimu juga. Siapa sih yang ingin dikomplain setiap hari? Hubungan yang sehat itu saling mengingatkan dengan halus, bukannya saling menghujat.

w. Kasus yang ini membuktikan ungkapan dari salah seorang sahabatku.
Menurutnya, "Jatuh cinta itu harus yang logis".
Awalnya aku tidak setuju dan kurang memahami sudut pandangnya. Namun, hubungan gagal ini membuatku paham juga akhirnya.
Maksudnya adalah, cintailah orang yang sekiranya dapat menjadi kekasih yang baik, ayah yang mencintai anaknya, suami yang bertanggung jawab, istri yang sanggup menyokong suami, dan ibu yang penyayang.

x. Ridho orang tua sangat berperan dalam kesuksesan suatu hubungan asmara.
Dan kebetulan sekali, ibuku adalah pembaca karakter yang andal (meskipun dia selalu gagal dalam seni). Jadi, umumnya aku percaya pada penilaiannya terhadap seseorang.
Jika beliau bilang "Jangan lagi bersamanya", insyallah akan ada pertanda yang membuatku merasa harus menjauhi orang tersebut. Seperti itulah yang terjadi di antara "kita", my dearest little one.

y. Seperti kata Hayley. Love is not a competition.
Jika ada orang yang superngotot untuk memilikimu meski takdir sudah berkata "TIDAK", silakan curiga padanya. Bisa jadi dia hanya ingin memenangkanmu, namun bingung bagaimana mempertahankanmu untuk selanjutnya.. Bisa jadi dia hanya ingin merasakan desir adrenalin saat berjuang untuk mendapatkanmu..

z. Kisah ini adalah kesalahan terbesar dalam hidupku. Namun, berkat hubungan yang messed up ini, aku menyadari ada figur yang sempurna sebagai pendampingku.
Semua kesedihan dan rasa depresiku seakan sebanding harganya dengan cinta sejati yang kutemukan, akhirnya. Aku mencari cinta sejati ke dalam hutan yang tidak kukenal. Mempertaruhkan harga diri, nyawa, dan air mata. Bodohnya, padahal cinta sejati itu sudah menempel erat pada diriku sendiri.
Sudah kubawa-bawa ke manapun. Dan akan selalu ada untukku, betapa pun tololnya tindakanku.
Betapa pun perbuatanku bagai telah mengebirinya.

......
Alfabetnya sudah tidak mencukupi.
Namun, aku ingin menambahkan bahwa dampak positif dari hubungan sial ini adalah aku menjadi sedikit lebih sabar dan lebih toleran terhadap ketidaksempurnaan..


Oh ya, dan sifat keibuan dan murah hati dalam diriku pun semakin kental akibat menjalani hubungan ini.
Hei, berkat kamu aku menjadi Mother Theresa versi 2013..
Arigachhhuu~

Dan.. Kamu yang pernah bilang, "Rambut kamu jelek, soalnya lagi lurus, sih". You can eat your heart as you please, male b*tch.. Saya punya 10.000 wajah dan gaya. Dan saya cuma perlu seorang pria yang mencintai semua kepribadian itu. Bahkan di saat kepala ini botak nantinya...

Nah, setelah ini.. Mari kita sambut penutup dari rangkaian epilognya!

Monday, March 25, 2013

Bad Romance is Good ~ An Epilogue of Crazy Adventure #6

Setelah kisah yang menyenangkan tentang Platonic Cancerian, mari kita simak kisah yang satu ini.
Tidak begitu indah.. Tetapi, tetap bermanfaat layaknya sayuran hijau..
Oh, ya.. Pengalaman buruk ini juga menuai banyak sekali pelajaran berharga.
Dari alfabet A sampai Z.. Mengingat banyaknya kalimat yang akan tercantum, kupikir ada baiknya membagi kisah ini menjadi 2 part.. Here we go..







7. The Oblivion Gemini #1
Niatnya, posting-an ini bukanlah sekumpulan umpatan..
Tapi, yang akan terjadi ya silakan terjadilah..

Inilah kisah tentang dia yang dengan baik hatinya memberikan pemahaman baru terhadap hidup dan cinta.
Khusus untuk kisah yang ini, aku memohon maaf jika pemilihan katanya tidak sehalus dan sebijak yang lain.
Pasalnya, luka yang ini masih lumayan basah. Luka tidak akan cepat sembuh jika langsung diperban (yang ada malah mudah membusuk karena proses pergantian jaringannya lambat).
Luka yang masih basah memang seharusnya sedikit dibuka dan sering diangin-anginkan.

Karena itulah aku berniat menceritakan sedikit kisah ini pada kalian.
Tentunya dari sudut pandang yang (insyallah) positif.
Daripada aku menjatuhkan martabatnya dengan kata-kata yang lebih kasar dibandingkan dengan kosakata makian yang sudah kukeluarkan untuknya.
Daripada aku menghujatnya lebih keras dibandingkan dengan tamparan yang telah kuhadiahkan untuknya.

Aku memilih untuk berterima kasih kepadanya yang telah mengajariku hal-hal yang baru.
Berterima kasih kepadanya atas pengalaman yang juga dialami oleh aktris cantik Kristen Stewart.
(Pssstt... Tuh kan, wanita yang sudah punya kekasih sempurna entah mengapa justru bertingkah idiot seperti itu..)

Beberapa pelajaran yang bisa diambil dari hubungan sesingkat summer breeze itu antara lain....
a. Hubungan yang dipaksakan pada awalnya tidak akan berakhir dengan happy ending.
Hubungan yang sehat tentu akan membahagiakan kedua belah pihak. Jika ada satu pihak yang menderita, sebaiknya akhiri saja. Apalagi kalau kalian sudah sering saling menyakiti. Don't waste your precious life.
Jangan pernah memaksakan cintamu pada seseorang. Anyway, itu bukan cinta namanya.

b. Jangan sia-siakan umur kalian untuk hubungan yang destruktif.
Kasus dengan Si Gemini ini adalah contoh nyata dari hubungan destruktif.
Aku membunuh peluangnya untuk berkarier. Dia nyaris membunuh karierku di semua bidang.
Aku berkali-kali ingin mati karena merasa tak bisa membahagiakannya. Dia berkali-kali bertindak seakan-akan dia rela mati untukku.
Gejala dari hubungan destruktif nampak secara klinis, koq.
Misalnya, ada kecekungan pada rongga mata, lingkaran ala panda di mata, pipi tirus, atau bisa jadi bentuk tubuh kalian malah makin tidak ideal, jerawatan, kerutan di kening, bibir menghitam karena terlalu sering menggigit bibir, dan sebagainya.

c. Hubungan asmara yang menggelora memang tampak menarik, terutama bagi orang-orang yang lahir dengan elemen api.
Tapi, seperti kata oma-oma di luar sana, percayalah.. Kau hanya akan menikmatinya selama beberapa bulan saja.
Hubungan yang terlalu naik-turun atau fluktuatif secara emosional dapat mematikan banyak hal.
Misalnya intuisi, hati nurani, simpati, maupun empati untuk orang lain.

d. Jika kau belum bisa menghargai atau memberi respek kepada lawan jenis, tidak akan ada pasangan yang baik tersedia untukmu.

Ingatlah untuk selalu memperlakukan pasangan seperti bagaimana kalian ingin diperlakukan.
Hal yang gila adalah saat kalian ingin dihargai bagaikan ksatria, namun kalian memperlakukan pasangan seakan-akan dia hanyalah rakyat jelata.

e. Jangan pernah mau menjalin hubungan dengan orang yang menginjak-injak harga diri kalian.

Terutama jika harga diri kalian supertinggi. Sumpah mati, pasti kalian akan merasa seperti kerikil kecil tak berharga di tepi jalan setiap hari, setiap detik yang dilalui bersamanya.

f. Cinta buta itu ada. Believe me, i've been there. More than once, actually. 

*gores garpu ke jidat sendiri
Mungkin penjelasan ilmiahnya adalah begini.
Saat kalian jatuh cinta, ada hormon, neurotransmitter, atau senyawa kimia lain yang memblokir aktivitas syaraf sensorik.
Inilah yang membuat kalian berhalusinasi.
Apa yang buruk menjadi fine-fine saja, bahkan adorable.
Aroma yang busuk malah tercium wangi.
Nada sumbang terdengar merdu.
Hujatan terngiang sebagai pujian.
Hinaan terdengar bagaikan lelucon.
Apa yang salah menjadi tampak benar.
Dan norma yang benar justru jadi mudah dibelokkan.
ALERT!!

g. Hati-hati jika dalam suatu hubungan asmara kalian justru merasa "kecil" dan sering mengasihani diri sendiri.
Rasa "mengecil", sering iri, cemburu, maupun dengki pada orang lain yang berpotensi menjadi rival.
Kemungkinan besar, jiwa kalian akan mati dengan cepat akibat hubungan yang seperti ini.

h. Saat teman, orangtua, sahabat, atau siapapun yang menyayangi kita berkata "lebih baik jangan bersamanya", lebih baik percaya saja.
Kebetulan aku tidak mudah percaya pada perkataan orang.
Perangai inilah yang justru menyadarkanku bahwa 98% biasanya peringatan dari orang yang sungguh-sungguh peduli pada kita itu benar.

i. Hey, girls! Jika ada lelaki di luar sana yang berkata, "Aku tidak tahu bagaimana menjalani hidupku tanpa kamu", kemungkinan 99% dia TIDAK AKAN BISA membahagiakanmu.

Dan, kalau didengar-dengar lagi, betapa menyedihkan jika ada pria yang berkata demikian.
Padahal, prialah yang akan menjadi kepala rumah tangga. Coba, mau dibawa ke mana rumah tangganya.

j. Jangan pernah mempertahankan hubungan yang membuatmu merasa insecure. Hubungan yang menurunkan kadar kepercayaan diri tidak seharusnya dipelihara.
Pada akhirnya, kalian hanya akan menjadi manusia yang getir, dreamless, dan over ordinary.
Mau?

Friday, March 22, 2013

Bad Romance is Good ~ An Epilogue of Crazy Adventure #5







































 
Terkadang orang yang tak disangka mengajari kita mengenai hal yang krusial.
Contohnya, kisah berikut ini..

6. Platonic Cancerian
Awalnya..
Orang ini hanyalah kenalan, karena tidak bisa dibilang teman dekat.
Dulunya..
Ada sparks yang berterbangan di sekitar kepalaku saat berpapasan dengannya.
Tadinya, kurasa ini hanyalah crush ecel-ecel nan sepele.
Tetapi, nyatanya pria ini mengajarkan beberapa hal yang penting.
Terutama setelah aku tahu bahwa dia juga menyimpan rasa yang sama dalam waktu yang tidak singkat.
Yah.. Hanya sekitar 4-6 tahun..

1. Ada, loh perasaan seperti ini: "Aku mencintaimu, tapi aku tidak membutuhkanmu"..
Mungkin agak mirip dengan hanya mengagumi dan bukannya menyayangi dengan tulus.

2. Orang-orang yang positif dan berkemauan keras akan mengatakan bahwa "cinta haruslah memiliki".
Aku pun berpikir demikian pada awalnya.
Pasalnya, kalau tidak memiliki, bagaimana bisa membuktikan besarnya perasaan kita untuk orang tercinta?
Namun.. Ternyata "cinta tak selalu harus memiliki"..
Maksudnya adalah dengan mencintai orang yang tidak bisa kaumiliki tersebut dengan tipe cinta yang berbeda.
Contohnya adalah cinta yang platonis.
Kalau tak salah aku pernah membahasnya secuil. Yep, pandanganku masih sama.
Aku tadinya berpikir bahwa cinta platonis itu nonsense.
TAPI. Lagi-lagi aku salah.
Cinta platonis itu ada dan nyata.
Kalau dideskripsikan rasanya seperti "Aku berdoa agar kau berbahagia seumur hidup, sehat, sejahtera, dan hidup damai dengan keluarga dan keturunanmu yang cantik dan tampan. Aku ingin menjadi bagian dari hidupmu, tapi tidak lebih dari seorang sahabat lengket yang sangat peduli padamu".
That's it.

3. Punya pasangan yang karakternya terlalu mirip dengan kita itu feels like hell.
Sebisa mungkin carilah pasangan yang MELENGKAPI. Bukan yang MIRIP dengan karakter kita.
Coba bayangkan. Kemungkinan besar kalian akan saling bentrok dengan frekuensi yang cukup sering.
Dan pastinya. Akan sulit sekali untuk saling meminta maaf dan mengakhiri konflik...

4. Terkadang, suatu hubungan harus diakhiri agar kedua belah pihak menjadi pribadi yang lebih baik dan bijak.

5. (Diulang lagi). Jika suatu saat kalian terpaksa mengakhiri hubungan, lakukan dengan kepala dingin dan dengan bijak. Sumpah, efek yang timbul pada hubungan post-break up jauuuuuhhh lebihhhh baik daripada hubungan yang diakhiri dengan cekcok.
Tambah lagi, level kedewasaan kalian pun akan meningkat..

6. Teman adalah hal yang sangat penting dalam hidup.
Makanya, kalau memungkinkan.. Jangan jadikan mantan sebagai musuh setelah hubungan kalian bubar. Bagaimana pun juga, para mantan ini adalah orang yang pernah sangat mengenal dan membawa hal positif (meski secimil) dalam hidup kalian.

7. Jealousy, oh jealousy. Kecemburuan itu penting dalam suatu hubungan.
Asalkan dalam porsi yang tepat, pasti rasa cemburu akan membawa dampak positif.
Biasanya rasa tersebut memicu atau memotivasi seseorang untuk menjadi lebih baik..

Si Cancer ini memiliki sifat yang bertolak belakang dengan Sagittarian.
....KALAU dilihat hanya sekilas di permukaan.
Padahal, ada banyak kesamaan di dalamnya. Inilah yang membuat mengapa ajaran-ajaran Si Cancer melekat erat di benakku.

Awalnya..
Orang ini hanyalah kenalan..
Namun, kini..
Dia adalah salah satu sahabat terbaikku.
Sahabat yang jujur, saling mendukung, dan mengingatkan dalam kebaikan.
He's my forever best buddy..

Sunday, March 10, 2013

Next Romance

Masih dua kisah lagi....
Judulnya "Platonic Cancerian" dan..
Dan...
Kisah terakhir..
Kisah ke-7...
Judulnya..
...
Belom ada..
:3

Bad Romance is Good ~ An Epilogue of Crazy Adventure #4

Seharusnya aku tak perlu terkejut tentang waktu yang menggelinding seenaknya saja tanpa memedulikan kesibukan manusia. Akhir-akhir ini sering sekali berharap bahwa satu hari terdiri atas 30 jam. Tapii.. Itu namanya tidak bersyukur, kan?
Yang mengerikan, aku belum menyelasaikan rangkaian epilog ini meski tinggal 21 hari lagi menuju gerbang kebahagiaanku!! Baiklah.. Mari kita tancap gas ke kisah berikutnya.































5. The Ominous Scorpion
(...Ada pembaca berzodiak Scorpio yang merasa terserang nggak, yah? :3 )

Dia datang di saat yang tepat.. (Faktanya, sering kali orang yang 'salah' datang di saat yang 'benar')
Terlalu tepat, bahkan..
Yakni saat aku bersiap memulai kehidupan baru di masa kuliah.
Di saat band lamaku mulai memanjat tangga persaingan di komunitas J-Indo.
Saat aku mulai bergulir melupakan Si Emo Virgo itu..

Anyway..
Dia ini orang lama dan admin di salah satu forum komunitas J-Indo.
Jauh lebih tua dariku.
Seorang musisi, bassist sebenarnya.
Seorang ekonom.
Seorang IT geek.
Seorang..
....
Psikopat.
(Lucunya, ada banyak kemiripan antara Si Scorpio dengan zodiak terakhir dalam epilog ini nantinya)..

Sama dangkal & idiotnya dengan gadis-gadis sedunia, aku juga suka menerima perhatian dari lawan jenis.
Perhatian yang berlebihan, apalagi...
Ada sedikit perbedaan, yakni aku sangat mudah spellbounded oleh orang yang (terdengar) smart.
Si Scorpion ini (tampak) demikian pintarnya dan sangat perhatian.
Demikianlah caranya merebut hatiku dan membiaskan paradigma-paradigmaku yang memang belum matang.

Dia yang pandai bicara secara bergerilya mengubahku menjadi bonekanya.
Mulai dari kegemaran, cara berpakaian, dan perilaku.
Untungnya inti jiwaku belum berhasil diubah oleh doktrin-doktrinnya. Berikut ini beberapa pelajaran berharga yang bisa kupetik dan akan selalu kuingat dari hubungan singkatku dengannya (cuma sekitar 4 bulan)..

1. Kalau saya pribadi, lebih memilih pria yang tidak pandai 'ngemeng untuk dijadikan suami.
Mengapa?Kalau kalian para gadis tidak cerdas dan waspada, mereka bisa menipumu seumur hidup.
Bayangkan, seumur hidupmu..Mau?

2. Seringnya, pria yang banyak omong (bukan ramah, tapi suka sesumbar) justru aktif 'ngemeng untuk menutupi sesuatu.
Misalnya, ketidakmampuannya akan suatu bidang...
Penampilan fisik yang kurang kharismatik...
Isi hati yang kurang bersih, dan sebagainya..

3. Saranku, pilihlah partner yang berasal dari keluarga yang cara didiknya mirip dengan caramu dibesarkan.
Dari segi ekonomi, keluarga kami tidak berbeda. Namun, gaya hiduplah yang membentuk jurang besar di antara keluargaku dengannya.
Sedikit banyak hal ini dapat memengaruhi hubungan kalian, terutama jika sudah memasuki tahap yang lebih serius.

4. Carilah calon mertua yang menghargai dan menyayangimu.
Ini penting. Sangat, sangat, sangat, penting.
Kalau sejak awal calon mertuamu tidak bisa menyukai plus mempermasalahkan model dan warna sandal yang kamu pakai, lebih baik segera hengkang dari lingkungan itu.
Trust me.

5. Berhati-hatilah dengan kekasih berzodiak Scorpio.
Saat kasmaran, mereka akan sangat sangat baik..
Tapi.. Bila kau menyakitinya (sengaja ataupun tidak).. Bersiaplah mengalami serangkaian kesialan.

6. Hai, para wanita (berlaku juga untuk pria, sih..).. Materi, meskipun sangat amat penting untuk melanjutkan kehidupan, bukanlah hal utama dalam menjalin asmara sejati.
Jika jatuh cinta pada seseorang akibat faktor materi, kau akan segera kehilangan jati diri yang sesungguhnya.
Dan, aku rasa itu bukanlah bentuk cinta yang tulus dan indah...

7. Jika anggota keluargamu tampak tidak menyukai gadis/pria yang kaubawa ke rumah, pelajari dan pahami alasannya.
Jika alasan mereka logis, percayalah pada penilaian mereka karena keluarga memiliki insting yang kuat dalam memilih jodoh.. Saya sudah mengalaminya.. Lebih. Dari. Sekali..

8. Jadi begini. Ada suatu kasus di mana kalian menjadi target balas dendam Sang Mantan.
Balas dendam itu tentu banyak modusnya. Ada modus-modus yang cupu, namun ada juga yang berbahaya dan sadis. Dalam kisah ini, aku mengalami yang jenis ke-2. Dan durasi proyek balas dendamnya lebih dari setahun. Bisa dibilang masa-masa ini adalah masa terkelam dalam hidupku yang menyisakan trauma (meski kini hanya tinggal butiran debu traumanya saja)..

Ada saat-saat di mana kalian akan merasakan teror yang dipicu oleh asmara yang tidak happy ending.
Bagaimana cara menghadapinya?
Jangan takut. Jangan pernah takut.
Dan, tidak perlu memanikkan diri.
Tenanglah. Jangan memendam masalah ini, bicarakan dengan orang terdekatmu.
Dengarkan saran mereka, kalau perlu mintalah perlindungan dari mereka.

Sekali lagi, jangan pernah takut atau bertindak seperti kucing kampung kalah berantem.
Itu hanya akan membuat Si Peneror menjadi senang karena tujuan terornya adalah membuatmu semenderita dirinya.

9. Namun, jika memungkinkan, cegahlah teror dan konflik akibat hubungan asmara yang gagal.
Jika ingin berpisah, bicarakan dengan kepala dingin dan profesional. Meskipun teorinya terdengar simple and easy, praktiknya tidaklah semudah itu.
Tapi percayalah, keputusan untuk berpisah sebaiknya diambil dengan bijak oleh masing-masing pihak.

10. Orang yang amat sangat ingin ingin ingin memilikimu biasanya tidak mencintaimu.
Teori yang aneh memang, tapi ini benar adanya. I've been there.


Photograph by Raja A. Octivano
Setting: Sentul, West Java