Tuesday, January 26, 2010

Waiting Meal!



















Senshuu no doyoubi, roku ji ni okimashita.
Sore kara, kyuukou (sebenernya siy tulisannya "express", tapi berhenti di setiap stasiun..) de Depok e ikimashita..



*ganti bahasa* cape..

Lalu, gw ditinggalkan sendirian (huix) di Oh La La Cafe-nya Margo City..
Karena cowo gw mau pergi ke urusan keluarga yang sangat penting..
Jadilah gw menanti dirinya sampai ketiduran dan mimpi dikejar kunang-kunang..

Ga denk, gw akhirnya duduk berjam-jam (dari jam setengah 12 sampe setengah 3..Iyh ga tau maluu) di Oh La La sambil makan ini nih!


1. Croissant (a.k.a crescent) pastrami yang enaaakkk bangeett..
Dan gw baru nyadar (setelah 2x nyobain) bahwa di selipan pastraminya itu ada telur mata sapi lagi bobok!! Nyuuummy..
pastry-nya sendiri sih rada keras-kering, tapi saus keju-susunya menutupi kekerasan si croissant ituh!!


















2. Lalu ini! Ice Blend Green Tea Jasmine yang volumenya segalon.
(cocok buat orang yang duduk berjam-jam)
Egggghhh...Kebanyakan euiy..
Tapi tetap enak sih.
Jadi, yang pertama gw cobain adalah es krim green tea yang mengapung di bagian atas gelas.
Tapi sayang, ga begitu enak rasanya..

Nah, setelah rada kecewa, gw nekad mengaduk-aduk minuman tersebut..
Eiyyh! Ternyata jadi enaakk..
Jadi, rasa melati : rasa green teanya = 50 : 50..
Nyeemm..
























NB:
Oh,ya.. Harta karun yang gw bawa ke samping croissant itu adalah Midnight's Children karangan Salman Rushdie yang legendaris. Sampai sekarang gw belon selesai bacanyaaaa~~..

Sunday, January 24, 2010

Animaku no Hibi ~ Hatsuyume, Coming Soon!






















Aich, aich, aich..!
Next Gigs kali ini di STAN Bintaro (deket Bintaro Plaza)..

Join us and rock the world together!!
Yaiyy!
Kali ini D*S bakal bawain lagu sendiri yang belum pernah dibawain sebelumyaaa~~
Dan ini adalah lagu yang paling gw suka..
Dari segi lirik, musik maupun nadanya..
Oh,ya..
Kita kebagian main cukup siang, yaitu jam 12.20 WIB.
Sebelum nonton bisa makan, sholat dan guling-guling dulu...



Untuk info lebih lengkap, silakan mampir di SINI!

Friday, January 22, 2010

Nine, a review

Kesalahan tolol yang tak pernah gw lakukan sebelumnya.
Apakah itu?

"Salah baca judul movie di 21.cineplex.com!!"

Hingga sampai di XXI-nya pun gw ga sadar bahwa gw bakal salah nonton film!!
Ck. Dasar bloon..

Yap, jadi..
Dengan bahagianya gw mau nonton 9 (milik Tim Burton) karena DVD bajakan punya gw rusak di bagian awal film (dasar bajakan...) di XXI.
Egh! Ternyata, gw salah mengerti bahwa "Nine" yang di XXI bukan "9"-nya Tim Burton!
Dasar t*l*l gw..

Ternyata, Nine yang ini ditulis dengan alphabet.
Bukan dengan angka arab!!
Dan gw ga notice, coba! Padahal gw dah liat trailer Nine yang Rob Marshall!!
Payah..
Begitulah yang terjadi kalau kita terlalu bersemangat..
Ck.























Setelah "memohon ampun" kepada cowo gw, akhirnya kami memutuskan untuk tetap nonton movie pemilik penghargaan Golden Globe ini (dan sejuta nominasi lainnya).

Namun, aksi hakuna matata kami ini ternyata membuahkan hasil!
Meskipun 50% penonton keluar dari bioskop 60 menit setelah film dimulai.
Tapi kami beserta 3 pasangan lainnya bertahan di dalam, man!
Lagipula film ini lebih bagus dibandingkan Watchmen yang ajaib, koq!

Man, dilihat dari pemainnya saja film ini udah kebanjiran aktris beken, seperti :

1. Marion Cotillard as Luisa Contini (Cantik & bersahaja banggett! Dia berperan sebagai istri sederhana & rada ditelantarkan oleh suaminya, seorang sutradara kondang yang lagi turun daun).



















Pada adegan ini, Luisa masih sabar dan rada iba terhadap suaminya yang didera krisis paruhbaya. Tapi kemudiann...



















Ini adalah tantrum-nya si Luisa Contini yang sudah kehabisan kesabaran menghadapi suaminya, Guido. Di sini ada adegan yang membuat penonton menahan napas.
Yaitu pada bagian ending lagu, saat Luisa melepas baju atasannya..
Ooops, watch out the b**ps!


2. Penélope Cruz as Carla Albanese (Carla ini adalah Mistress a.k.a simpanannya
Guido, yang tipikal cewe dangkal (tapi mengibakan sih..). Sedihnya lagi, Carla punya suami yang terlalu bae (atau bloon, gw juga ga yakin) yang dengan berbesar hati menerima kondisi psikologi istrinya yang rada-rada aneh itu.














Ini adalah adegan saat Guido menjemput Carla di stasiun kereta api.
Di movie ini, Penelope sukses banget memerankan Mistress yang HBL parah...



3. Judi Dench as Lilli La Fleur (harfiahnya kan berarti Lili Sang Bunga, yah?)
Tante Lili ini bisa dibilang sebagai best friend-nya Guido Contini.
Guido dikelilingi oleh sejuta crew maupun fans.
Tapi hanya sedikit yang bisa ia jadikan tumpuan.
Tante Lili ini adalah salah satunya (atau satu-satunya?).


4. Fergie as Saraghina (Wanita tunasusila dari zaman jebot inilah yang memengaruhi kebiasaan Guido maen cewe di masa depannya).



















Ini adalah adegan dimana Fergie (a.k.a Saraghina) menampilkan lagu yang intinya adalah
"Be Italiaaaa~~~~nnnn..!! Lagu yang luar biasa keren.
Dan seksi juga.


5. Kate Hudson as Stephanie (Setau gw sih, Kate Hudson cuma berperan sebagai wartawan centil dari Vogue. Andilnya dalam movie ini ga terlalu besar).












Film ini memang kebanjiran aktris berbakat, dan kebanjiran adegan seksi nan menantang.
Hohoh..
Jadi wajar, ketika 15 menit awal sudah ada mba-mba berjilbab yang keluar dari bioskop..


6. Nicole Kidman as Claudia Jenssen (Nah, ini dia sahabat Guido sekaligus partner cinta platonis si Sutradara. Sedih juga pas adegan mereka berpisah. Tapi Claudialah yang mengingatkan Guido akan istrinya yang baik hati sedang menunggunya di rumah..)


















Seperti biasa, Nicole Kidman selalu tampak luar biasa dan gorgeous.
Tapi di film ini, karena kebagian peran yang bikin simpati, Tante Nicole tampak makin memukau...



7. Sophia Loren as Mamma Contini (yang rada terlalu lembut sama anak cowonya, si Guido itu).














Btw, koq mukanya si Mrs. Loren ini botox banget yak?
Jadi atut liatnya..
Hiiiyhh..



Yap, jadi intinya movie ini bercerita tentang krisis paruhbaya Sang Sutradara Italia, Guido Contini.
Di tengah rasa depresi dan frustasinya ini, Guido berjuang untuk melahirkan masterpiece lagi, yaitu film berjudul Italia.
Tapi man, kurang 10 hari dari jadwal pembuatan film, Guido belum punya script untuk Italia ini!!
Gawat benar..

Nah, tekanan inilah yang memicu munculnya perang batin dalam diri Guido.
Perang batin ini melibatkan wanita-wanita (7 biji) yang pernah bersimpangan jalan dengannya di kehidupan.

Di usianya yang nyaris 50 tahun itu, akhirnya Guido dibuat sadar bahwa dirinya belum menempuh jalan yang benar. Dan penyakit ini membuatnya jatuh ke jurang penuh pecundang.
Dan inilah yang sering terjadi pada seniman handal.

Tapi untungnya, si Guido ini berhati lembut..
Akhirnya dia menyadari bahwa obat dari segala rasa frustasi, depresi dan takut jatuhnya itu hanyalah "cinta" semata..


Well, secara Nine dibuat oleh Rob Marshall yang menelurkan Chicago (Aih! Gw merinding nonton Chicago..), ya ga usah diragukan lagi kualitasnya.
Gw terpukau oleh permainan teatrikalnya..
TAPI, gw terpukau terutama oleh lirik-lirik yang digunakan dalam film musikal ini..

Gw sampe ngacangin subtitle Indonesia yang rada mengganggu dan merusak makna ajaib dari lirik yang digunakan..Fuuuh..

















Oom Rob Marshall yang hebat banggett.
Tapi, sejujurnya gw lebih suka Chicago sih..
Soalnya alur ceritanya lebih bikin kaget...
Tapi, jika butuh sesuatu untuk jadi bahan renungan, Nine adalah pilihan yang terbaik..

Wednesday, January 20, 2010

Asep Rabbit Project, a review

















Whew, whew, wheeew..
At laastt!! setelah berulang kali ditunda, akhirnya hari itu tiba juga.
Hari apa sih emang?
Hihi..Hari magang di Asep Rabbit Project!! Hohoho..
Jadi, hari Jumat-Sabtu-Minggu kemarin gw berpelesir sambil menimba ilmu ke sarangnya Pak Asep di Lembang sana. Fuiihh! Totemo tanoshikatta desu!! Yaiy!


Sangat membahagiakan berada di tengah-tengah firdaus penuh kelinci, ditambah lagi dengan udara Lembang yang memanjakan paru-paru ini..Hhhh..
Tujuan gw magang di Asep Rabbit Project adalah untuk memperdalam kemampuan praktis gw dalam merawat kelinci (sebagai hewan kesayangan saat ini, dan sebagai ternak di masa depan nanti).



















Bunda Flemish Giant dan baby bunny.
Uwwwhhh..!! Lucu bangggeeedd...
Cuuuumm!




















Yang ini, Netherland Dwarf yang rada mirip ama Dwarf Hotot.
Gw sampai detik ini masih berusaha menghafal perbedaan antara ras-ras kelinci yang lebih ribet daripada ngafalin ras kucing.
Paling susah dibedain itu ; Flemish Giant, New Zealand, ama Vlaame Reus.
Ampun deh..



Meskipun hanya 3 hari mendekam di sana, gw memperoleh banyak pencerahan dan sudut pandang baru dari cerita-cerita dan curhatannya Pak Asep Sutisna. Dan tentunya gw bisa main bareng bocah-bocah bunnies yang mungil upil. Uggghh...Gemeeezz!

Pak Asep berulang kali mematri di pikiran kami (gw dan anak Unpad yang lagi PKL) bahwa peternak kelinci itu harus bersatu, jangan malah gontok-gontokan. Tujuannya adalah untuk menjamin kemakmuran dan kemajuan para peternak itu sendiri.
Selain itu, gw banyak memperoleh tips-tips praktis dalam menangani kasus-kasus yang sering muncul di peternakan kelinci.
Dan yang paling sering, Pak Asep doyan banget ngajak diskusi tentang formulasi ransum. Aaa~~ggghh!
Dari dulu gw paling ga ngartos ama mata kuliah ituh!
Hiiyh..apalagi yang pake metode trial and error-nya excel.
Tapi syukurlah, gw berhasil menyerap sekitar 60% dari metode formulasi ransum yang diajarkan Pak Asep.




















Ini adalah kandang bersama bagi anak-anak usia 2 bulan.
Mereka di kandang ini hanya selama 1 bulan saja.
Karena, saat menginjak usia 3 bulan, egosentris mereka (terutama yang jantan) muncul.
Jika tak segera dipisahkan, mereka akan saling mencabuti bulu (awalnya) bahkan bisa saling gigit balls (akhirnya).























Bunda Angora yang baru melahirkan..
Waktu si Lolli cabut-cabut bulu buat bikin sarang, gw udah keringet dingin liat bulu di dadanya abis. Eghh..Ternyata si Bunda Angora ini lebih parah...
Hebat, dia jadi bertransformasi ke anjing puddle..
Hohoh..



Ada kejadian mengerikan di hari pertama, yaitu saat gw mencacah rumput gajah untuk dijadikan bahan pellet. Di saat gw sedang berusaha keras mencacah sambil menanggapi omongan orang-orang
...
Eghh..Croot! Tiba-tiba gw melihat sesuatu yang loncat di dekat gw.
Ooohh..
Ternyata itu seperempat bagian kuku gw yang cuil gara-gara kena parang.
(Alhamdulillahnya, ga terasa sakit...Tapi darahnya heboh).

Kejadian mengerikan di hari kedua, yaitu saat gw dengan sok taunya menggunakan mesin pembuat pellet yang digerakkan oleh tenaga solar. Gw sempat berpikir, “Iyh, enak yah, bikin pelletnya..Praktis, cuma diaduk-aduk gini doank..”.
Dan akhirnya gw sempat menjadi ngantuk..
Untungnya gw ga melakukan hal-hal membahayakan lagi.
Karena ternyata banyak kecelakaan akibat melamun yang melibatkan mesin pellet itu dan tangan buntung! Aggghhh!
Jadi, tangan orang yang ngantuk itu masuk ke dalam motornya mesin, dan.....keluarlah pellet berprotein tinggi yang warnanya tentu rada-rada merah gitu.
Aggghhhh!!
Alhamdulillah gw ga kenapa-napa..!!!
Hiiyh..merinding...



Oh,ya.
Ironisnya, di saat gw sedang mengabdikan diri bagi kelinci-kelinci di sana, Cimo-ku (a.k.a Smokey) sakiiitt! Awwch!
Hal ini bikin perut gw melilit tujuh belit!
Aduuh..Untungnya berita itu baru sampai hari Sabtu..
Jadi hanya sisa 1 hari yang gw jalani dengan penuh khawatir..
[Alhamdulillah, sekarang Cimo udah nakal lagi..Mungkin dia kangen ama bundanya aja..hihihi [GR berat]].



Magang yang menyenangkan ini dilengkapi dengan menginapnya kami sekeluarga di D’Carmel, sebuah Boutique Hotel di Jalan Raya Lembang. Arsitekturnya mirip gereja modern gitu (atau mungkin emang tadinya gereja), plus lukisan Last Supper yang ada di Da Vinci Code itu.
Kamar yang VVIP dilengkapi dengan jacuzzi. Nyum!!
Dan yang paling penting, WiFi-nya supercepaattt!! Sluurrppp..
Jadi bisa donlot banyak banget film sementara kita bobok..Huhuhuhu...

Dan bagusnya lagi, service-nya okeh.
Misalnya, tadinya breakfast dimulai jam 7. Padahal gw udah harus ada di Pak Asep jam 7. Jadinya, gw pasrah ga bakal dapet sarapan. Egh, ternyata jam setengah 7 kurang sarapannya udah ada di meja. Nice job!!

Dead Snow, a review























Majalah HAI adalah tempat pertama kali gw melihat poster movie Dead Snow.
Di antara poster movie internasional yang dipajang iNAFFF 09, Dead Snow tampak mencolok karena berbeda dari poster lainnya.
Kemudian saat datang ke iNAFFF untuk menonton Yatterman, gw melihat trailer dari Dead Snow ini, yang keren bangettt dan bikin gw ngidam mau nonton.

Akhirnya setelah bersusah payah download, gw dapatkan juga movie ini...sejak 2 bulan lalluuuh! Harusnya gw udah nonton dari 2 bulan laluuu...~
Tapiii...karena takuut kalau mesti nonton malem-malem, akhirnya gw baru nonton tanggal 18 siang kemarin.
Memang kalau tinggal di lingkungan yang kaya hutan (seperti kampus gw), biasanya kita menjadi paranoid setelah nonton film zombie, mutan, atau creature lain yang suka mengendap-endap di balik pepohonan.
Ckckckck....Payah banget..

Nah, di beberapa website movie, Dead Snow kebagian kategori horror/thriller/comedy.
Tadinya gw sangsi bakal ada unsur komedi di film yang sangat sadis ini.
Eghh, tapi ternyata emang ada loh!
Dan unsur jokes-nya itu bikin keseluruhan film jadi ga begitu nyeremin lagi (tapi tetep sadis)..

Dead Snow ini mengusung plot umum film horror/thriller, yaitu :
Sekelompok anak muda (di Dead Snow, anak mudanya adalah mahasiswa kedokteran) pergi ke suatu tempat terpencil untuk bersenang-senang.
Tapi bukannya jadi senang, mereka malah dihantui oleh berbagai kejadian aneh bin mengerikan. Dalam kasus Dead Snow, kejadian aneh ini didalangi oleh zombie.

Tapi bukan sembarang zombie.
Melainkan zombie dari sisa-sisa tentara Nazi yang dulu pernah membangun pangkalan militer di gunung salju tersebut.
Jadi seperti yang kita ketahui, zombie itu suka berbuat yang sadis-sadis.
Nah, ini ditambah tentara Nazi pulak.. yang memang sejak menjadi manusia biasa juga udah kejam...(katanya..).

















Para zombie Nazi yang sibuk mencari sesuatu.
Karena mereka sebel gara-gara ga nemu-nemu sesuatu itu, maka pelampiasannya adalah 7 orang mahasiswa kedokteran yang sedang apes.




Jadi seperti pada umumnya film horror yang diperankan oleh sekelompok anak muda, ada yang beruntung bertahan hidup cukup lama, ada pula yang udah disuruh tewas sejak awal oleh
sutradara.
Tapi hebatnya Dead Snow, orang yang kita pikir tokoh utama itu ternyata bukan tokoh utama. Hahah..

















Lasse Valdal, sebagai Vegard, yang tampak paling meyakinkan dibanding teman-temannya yang lain. Mungkin karena dia dendam tujuh turunan terhadap para zombie yang telah memakan Sara, pacarnya.

















Charlotte Frogner, yang memerankan tokoh utama cewe di Dead Snow : Hanna.
TAPI. Dia mengalami kematian yang sangat konyol sekaligus mengibakan.



Beberapa adegan sadis yang paling gress di Dead Snow antara lain ;
1. Saat salah seorang cowo bernama Erlend (Jeppe Laursen) ditarik via jendela rumah oleh si Abang Nazi.
Karena ga mau repot-repot menangani manusia yang berontak-berontak, si Nazi mengambil jalan pintas. Dengan cara...
Membelah dua kepalanya si cowo malang (dengan gerakan seperti membelah jeruk bali) sampe-sampe otaknya jatuh bergedebuk dengan manis di kaki teman-temannya. Horeee...

2. Ada cewe bernama Liv (Evy Kasseth R.), yang sebenarnya beruntung hidup cukup lama di film ini. Tapi caranya tewas cukup bikin merinding. Pas lagi enak-enaknya lari mencari mobil mereka, datanglah Nazi yang mukul kepalanya Liv ampe bikin semaput.
Dan ga tanggung-tanggung, saat setengah sadar dari semaputnya, si Liv melihat pemandangan mengerikan. Dia melihat para Nazi yang sedang tekun menarik-ulur sesuatu.
Yap..sebenarnya yang ditarik-ulur itu adalah ususnya Liv..
Hohohoho...

3. Nah, ini yang ga disangka-sangka. Tadinya, gw pikir si cowo ini adalah pemeran utama. Soalnya dia yang paling sering ditampilkan dan paling jago di antara teman-temannya. Egh, pas deket-deket mau ending, dia malah mati dengan cara yang luar biasa. Untungnya pertama-tama jantungnya ditusuk dulu oleh zombie Nazi, kemudian dia diangkat oleh 4 orang Nazi.
Dan ditarik semua anggota ekstremitasnya ke arah yang berlawanan sampe putus.
Yang lucu adalah cara para Nazi menggotong paha si cowo saat udah putus itu!
Hahah...kaya megang piala atau hadiah yang berharga banget..


Pokoknya, perut gw yang tadinya kruyukan karena belum sarapan, tiba-tiba menjadi kenyang setelah menonton Dead Snow.
Yah, makan adalah hal terakhir yang loe inginkan setelah nonton film ini.

Menurut gw, Dead Snow adalah film ringan yang ga butuh pemikiran atau analisa yang mendalam. Jadi cocoknya ditonton saat loe lagi benci ama orang.
Atau saat loe pengen banget diet.

Memang banyak hal ga masuk akal di film ini, contohnya apa pulak yang bisa bikin tentara Nazi jadi zombie di pegunungan es?
Nah, jawabannya tidak tersedia dalam film ini..
Atau saat si Roy (yang paling belagu), lari dari kejaran zombie.
Trus tiba-tiba dia terhenti sambil megangin kepalanya.
Gw pikir dia kena bacok si zombie di kepala.
Egh, tapi ternyata dia udah keringet dingin gara-gara perutnya jebol dan ususnya terjulur dan kesangkut di ranting pohon. Padahal dia udah lari sekitar 20 meter.
Mungkin saking pengen selamat dari kejaran Nazi, dia lupa bahwa ususnya masih diiket di pohon.


Btw, Dead Snow ini disutradarai oleh Tommy Wirkola yang juga ikutan main di Dead Snow sebagai salah satu zombie Nazi.
Yang gw sayangkan adalah, film ini aslinya berbahasa Norwegia, tapi yang gw dapet adalah versi yang udah didubbing pake bahasa Inggris..
Padahal kan lebih seru kalo pake bahasa aslinya..

Sunday, January 10, 2010

Birthday Cake
















Meskipun ulang tahunnya udah basi, cake ini ga bakalan basi selamanya di hati gw..
Hihihi..
Muchas muchas muchassss gracias buat yang udah bela-belain beli kue, trus pake diketawain ama tukang kue gara-gara tulisan super romantis di papan tulis cokelat itu..
"Happy living in wonderland!"

Saturday, January 9, 2010

Sushi, a 'short' talk about it























Ambience dari sushi bar di Sushi Tei yang pas banget..
Bikin perut susah kenyang, dan bikin tangan otomatis ngambilin piring yang lewat di depan mata..Seperti kerasukan..
Makanya, di kertas saran & kritik yang dibagikan kepada pengunjung gw ngasih poin excellent buat restoran sushi ini..
Semoga terus dipertahankan..

























Salmon Ikura (desuka?) by Sushi Tei.
Hemm..
Dibandingkan dengan telur ikan (caviar yang black, red, green) lainnya, gw paling merinding kalo makan ikura.
Karena pas digigit..Tess..!
Pecahlah dia, dan keluarlah juice telur salmon yang rasanya ikan banget (a.k.a amis)..




Berikut ini adalah review singkat dari gw mengenai menu tersehat (dan enak) di muka bumi

Apabila dalam kitab suci tercantum anjuran untuk mengonsumsi susu fermentasi a.k.a yoghurt agar kita bisa hidup sehat dan panjang umur, gw menganut ajaran “Makanlah sushi, minumlah green tea, dan hiduplah abadi”.

Hohoh.



Oh,ya ngomong-ngomong soal green tea..

Beberapa bulan terakhir ini gw semakin kecanduan green tea. Apalagi saat tah

u

bahwa Angela Gossow juga doyan green tea. Hmm..Gw suka green tea mulai dari m

inumannya (tapi ga begitu suka Pokka), maccha ice cream-nya, cokelat rasa green tea, marshmallow isi green tea, cake green tea-nya Bread Talk dan cupcake green tea.

Bahkan, gw yang selalu diare saat makan yoghurt ini baik-baik saja setelah makan yoghurt green tea.

Dan bahkan gw dikasih parfum green tea dari cowo gw.

Padahal, gimana sih aromanya green tea?

Hahahhah..





























Maccha Ice Cream by Sushi Tei..

Fuihh..Bener-bener enak banget..

Sayangnya, item Taiyaki isi Maccha selalu ga ada di Sushi Tei..
Padahal kan rasanya pasti enak banggettt...

Hux..






Okey, kembali kebahasan utama.

Kata sushi berasal dari bentuk tata bahasa Jepang kuno yang secara harfiah "ter

asa

asam".

Hal ini menggambarkan proses fermentasi yang terjadi dalam nasi sushi yang diberi cuka beras.

Cuka inilah yang menjadikan nasi sushi terasa asam-asam enak, juga menimbulkan proses penguraian asam amino yang terkandung dalam daging ikan (atau

temen-temennya ikan yang mengandung protein).



Sushi sendiri banyak jenisnya, dan digolongkan berdasarkan bentuk nasi.

Antara lain ada nigirizushi, oshizushi, chiras

hizushi, inarizushi, dan narezushi.

Jenis nigirizushi adalah sushi yang disertai komoditi laut segar (seringnya mentah) diletakkan di atas nasi yang dibentuk dengan menggunakan tangan.

Nah, si nigirizushi ini punya berbagai jenis pasangan atau lauk, yang disebut neta.


Macam-macam neta antara lain : tuna, salmon, marlin, ikan kembung

, kakap, kerapu, kerang, tiram, unagi, berbagai jenis udang, kepiting, crab stick (kanikamaboko) dan sebagainya.

Nori sering digunakan untuk mengikat neta agar tidak terlepas dari nasi.
Tapi tetep aja sering si neta berhamburan lepas dari ikatan (terutama kalo gw yang makan..huk huk...)

















Sushi standar yang enak banget..Terutama kalo netanya segar.
Ini adalah Salmon Sushi by Sushi Tei.
Padahal cuma gini doank niy, tapi rasanyaaa~~..aaagghh!!!
Oishikatta desu!!




Lauk yang diletakkan di atas sushi juga bisa dalam keadaan matang seperti tamagoyaki atau unagi (belut tawar) dan anago (belut air laut) yang sudah dipanggang.

Dan kini, di abad 21 ini, neta sushi sudah sangat beragam, dan banyak juga yang ditambahkan bahan pangan yang non-Jepang.

Seperti alpukat, ham, smoked beef, dan sebagainya.


Btw, orang Indonesia, termasuk gw, rada malu kalo makan sushi pake tangan.

Padahal aslinya, kebanyakan orang sana makannya pake tangan dan jarang yang pake sumpit.


Beberapa peraturan untuk menikmati sushi, antara lain ;

1. Nigirizushi dinikmati dengan mencelup sedikit bagian neta ke dalam kecap asin (padahal seringnya yang kecelup itu bagian nasinya..Ckckck...gimana sih, gw..?)


2. Nigirizushi biasanya dimakan dengan sekali suap. (Ini juga rada susah. Terutama kalo kita bersua dengan menu seukuran Shrimp Tempura Maki di Ichiban Sushi. Silakan liat fotonya di bawah).


Selain nigirizushi, kita juga sering bertemu dengan jenis makizushi ; yaitu sushi berupa gulungan nasi berisi potongan mentimun, tamagoyaki dan neta lain yang yang dibungkus lembaran nori. Nasinya digulung dengan bantuan sudare (anyaman bambu berbentuk persegi panjang).

Makizushi dibagi menjadi:

1. Hosomaki: gulungan berdiameter minimum 3 cm hanya berisi satu jenis neta (

misalnya timun atau tuna).

2. Futomaki: gulungan berdiameter di atas 5 cm berisi berbagai macam neta.

3. Temakizushi: nasi digulung sendiri dengan nori sebelum dimakan, neta juga dipilih sendiri dari piring.


Yang lucu tentang sushi ; di Jepang sana, pembuat sushi dianj

urkan selalu pria karena pertimbangan higiene personal.

Lah, kalo di Indonesia, yang dianggap rada jorok malah yang cowo.

Selain itu, di beberapa negara seperti Amerika Serikat, memegang-megang makanan dengan tangan telanjang dianggap tidak higienis.


Sehingga di sana, pe

mbuat sushi diharuskan memakai sarung tangan karet atau plastik. Sebaliknya, orang Jepang kehilangan selera bila melihat pembuat sushi sedang membuat sushi sambil mengenakan sarung tangan.

Fuiih..

Terserah deh mau pake sarung tangan atau ga.

Yang penting setelah makan My Lovely Sake Sakura, gw belum pernah keracunan atau cacingan..
































Sushi bagian atas :

Ini nih yang merupakan cinta sejati gw.

Sake Sakura by Ichiban Sus

hi.

Gigitan pertama akan membawa loe ke lubang kelinci..

Gigitan kedua akan menghapuskan hal-hal ga menyenangkan di dunia..

Gigitan ketiga akan mempertemukan loe dengan peri..



Sushi bagian bawah :

Tako Sushi. Hidangan terfavorit cowo gw.

Sebenernya si Tako ga ada rasanya (ga kaya si Sake yang manis ajaib).

Tapi kata cowo gw, yang bikin enak adalah rasa kenyal bak karet ban mobil ituh.


Kalo gw pribadi sih lebih suka Baby Octopus Sushi (Chuka Iidako), yang rasanya manis (akibat siraman wijen) dan renyah (saat si baby hancur terlindas gigi).

Ups, ampun...

Jangan-jangan gw bakal diculik ama komisi perlindungan hewan akibat postingan ini...!!




















Ini nih si Chuka Iidako by Sushi Tei yang sedang berdampingan sama mamanya.

(Sewaktu masih hidup, tentu si Tako jadi mama sedangkan Chuka Iidako jadi anaknya, 'kan..).

Mungkin selanjutnya gw akan mengurangi makan baby octopus..

Hix..

























Ini adalah Kizami Unagi by Sushi Tei.

Isinya belut air tawar dengan timun, ditambah bumbu rahasia (soalnya gw ga tau bumbunya apa) yang bikin rasanya jadi pedes-pedes ga pedes..

Hohoh..
































Ini nih, sushi terbesar yang akhirnya ga muat di mulut gw.

Shrimp Tempura Maki by Ichiban Sushi.

Sayang sekali, padahal rasanya enak bangget..(ya iyalah, ebi tempura gitu..)

Sejujurnya, saat makan nih makizushi, gw merasa sedang makan pot suplir punya nyokap gw.




















Ini adalah Sanshoku Hana Salmon by Sushi Tei.
Sayangnya, gw baru nyobain kemarin ini..
Mestinya sushi inilah yang menjadi cinta pertama gw..
Hux..Nyumm..
Enak bangget...
Sejujurnya, lebih enak daripada Sake Sakura..Karena salmonnya lebih segaarr..



















Yang ini bukan sushi sih, tapi pantas diikutsertakan fotonya.

Karena Salmo Black Pepper Hot Plate by Ichiban Sushi ini enak banget..

Nyumm!

Rasa laut dari salmonnya membuat kita serasa berenang di samudra..

Aih..




Photographs are originally by : Kira

Edited by : Hime