Thursday, February 26, 2009

-nu-loox-

darlink in pink!

-inside Safari-

































Apakah ini?
Ini adalah ruang persiapan akan untuk para penghuni bonbin Safari...
Dan yang merah-merah itu adalah daging kangguru..
nyummh!

chandeliEr.

-tori no paradise-











































Sumber foto : dokumen pribadi penulis yang diambil pada tanggal 090209, di Taman Safari Indonesia.



-life of baby orangutan-































Baby orangutan @ Pusat Penangkaran Satwa Jogja
2009

Film Datar & Agak ga penting (atau gw ga bisa melihat hal pentingnya) yang Bikin ‘Nganga.

1. Jack & Jill the Movie
Yaph, untungnya gw nonton niy cuma di DVD, kalo ga pasti gw bakal memaksa mbak2 di loket untuk mengembalikan tiket gw (sebenernya gw juga pengen melakukan hal tersebut setelah nonton Generasi Biru yang seharusnya ditonton di teater saja). Jack & Jill bercerita tentang cowo yang “punya segalanya” dan cewe yang kehidupannya ancur karena dia sakit parah. Trus..? Ya udah, gitu aja.. Ini film mirip a Walk to Remember, dengan plot yang lebih tak menarik, dan ga lebih sedih. Makanya gw ‘nganga aja pas filmnya beres..Dan seinget gw endingnya agak ga jelas, apa si cewenya mati ato ga jadi mati muda…Yah, inti filmnya siy si cowo yang ‘dingin hatinya’ itu akhirnya menemukan orang yang bisa melumerkan sedikit hatinya itu. Udah, that’s all..























2. Kirsten Dunst’s Marie Antoinette.






















Pas mau nyetel DVD-nya gw
ampe deg-degan, karena gw suka banget film sejarah dan mengira gw bakal mendapatkan asupan ilmu yang berguna sekaligus seru & indah. Akhirnya gw melototin tuw film sampe abis. Cuy, oiy..Mana niy cerita setelah dia mencoba kabur dari Perancis dan akhirnya ketangkep lagi? Mana adegan guillotine-nya? Set, dah…koq ceritanya dangkal banget yak? Kenapa pula yang dimunculin di sini Cuma masa hura-hura dan selingkuhnya si Marie? Bukannya justru yang memerlukan akting berkualitas tinggi itu pas masa dia mendekam di penjara menanti hari eksekusinya? Coba aja liat Mila Jovovich’s Joan of Arc. Anjrit, aktingnya di sana keren banget kan tuw..? Akhirnya gw hanya bisa ternganga sampai film selesai dan layar TV kembali menjadi hitam.

3. Satu lagi film ga penting yang aneh bewt. Good Luck Chuck.
Ini film entah mengapa dari awal emang dah ga masuk akal. Ceritanya tentang bocah cowo yang dikutuk ama bocah cewe Gothic karena si cowo ga mao begituan ama si cewe. Apa kutukannya? Yah, si cowo dijamin bakal kebanjiran cewe yang deket ama dia, namun ga satu pun di antara mereka yang bakal jadi jodohnya si cowo. Udah gitu, si cowo percaya aja tuh kutukan ampe dia jadi dewasa dan jadi dokter gigi. Di usia dewasa ini, si cowo dikenal sebagai pembawa keberuntungan. Kenapa? Karena ada kepercayaan yang beredar bahwa kalo seorang cewe tidur ama ni cowo, cewe tersebut bakal langsung nemuin cinta sejatinya. Aneh kan? Yah, inti ceritanya adalah perjuangan si cowo mendapatkan cewe yang bener-bener dia suka sembari berusaha menangkal kutukan itu. Yang paling gw malesin dari film ini adalah adegan seksual yang terlalu diumbar sekena jidat. Sumpe, ga boong gw..Parah banget, banget, banget. Bener-bener semuanya diumbar kecuali alat kelaminnya si cowo. Penting banget ga sih? Ada lagi yang malesin juga, entah kenapa, sepertinya sang make-up artist keabisan bedak pas lagi shooting. Soalnya, semua jerawat Jessica Alba terpampang jelas di sini, dan yang lebih malesin lagi muka cowonya itu lebih parah daripada permukaan bulan. Gini, d kalo di Transporter 3, muka bintik-bintiknya Natalya Rudakova itu menimbulkan kesan eksotis, jadi gapapa lah ga di bedakin. Tapi ini, yaelah…membuat orang jadi berpikir : ya ampun niy cowo dah mukanya begini, play boy pulak..ckckckck

-tom0d@chy-














Hahah...di sini tingginya mirip semuaa..


















Di bus yang akan menuju Yogyakarta pada Field Trip 2009..



















Penantian di depan BNI '46 sebelum menuju Taman Safari Indonesia..



Ultimate Vampyre & Lycan Movie

MMmm..Apa yang kalian cari dari sebuah film vampyre?
Kalo gw pribadi, yang paling penting adalah action, disusul dengan alur cerita yang menarik, baru kemudian makna or pesan moral di balik film tersebut..
(tentu berbeda cara penilaian terhadap film thriller, drama, komedi, ato yang lainnya).

Nah, dengan urutan prioritas demikianlah, makanya tetralogi Bella & Edward ga bakal memuaskan dahaga gw..Jadi dengan sangat berat hati, Twilight ga masuk dalam list film Vampyre & Lycan yang nampol versi gw.

Oh,ya..sebelum membahas yang nampol, gw akan membahas moyangnya film vampyre, yaitu Dracula-nya opa Bram Stoker.
Berhubung gw nonton filmnya ampe 3x pas masih SD dan pas kuliah baru gw baca novelnya, gw akan bilang 30x jauh lebih bagus filmnya daripada novelnya.
Sekali lagi, ini versi gw loh..no offense, nyah buat fansnya Bram Stoker.

Kenapa?
Karena menurut gw, novelnya terlalu mengumbar sopan santun versi orang zaman dahulu. Sumpe, jadinya kengerian yang harusnya menjadi senjata utama novel ini tertutup oleh basa-basi ga penting ala zaman baheula. Hal ini membuat pembaca berjiwa muda cepet ngantuk..Sangat disayangkan. Bahkan di novel ini, adegan memenggal kepala entah kenapa menjadi sangat lumrah dan dilakukan dengan lapang dada.























Sedangkan filmnya sendiri sangat indah, penuh adegan slow motion dengan alur campuran, serta dipenuhi oleh backsound yang sangat sangat dramatis. Juga film itu sangat memperhatikan fashion di zaman tersebut..
Walopun ada juga yang sangat disayangkan, yaitu outfit dan model rambut opa Dracula-nya koq kaya Miki Mos gitu yah? Jadi ga sangar…



Kemudian, bergeser ke abad berikutnya..
Ada trilogi yang sempat beken dengan judul Blade.
Setelah nonton ketiganya, dari segi action yang paling nampol adalah Blade 3nity (ya iyalah, teknologi makin canggih).

Sedangkan Blade 1 & 2 lebih unggul dari segi makna dan alur cerita.
Satu lagi keistimewaan trilogi Blade, yaitu sepanjang film berjalan soundtrack-nya pasti nampol. Oh,ya Blade juga memiliki kelebihan lain, yaitu banyak sekali adegan potong anu, tembak ini, tusuk itu, dan segala hal yang bisa menyebabkan darah segar muncrat.






















Sebenarnya, motif cerita Blade mirip ama Underworld, yaitu tentang seorang insan hybrid yang mengalami dilemma karena berada di antara dua ras yang berbeda. Cuma, kalo si Wesley Snipes adalah campuran dengan manusia, sedangkan tokoh Michael adalah campuran vampyre dan lycan. Dan ada satu lagi bedanya, yaitu Michael (cukup) berhasil dengan kisah cintanya, sedangkan oom Snipes patah hati selalu.























Film berikutnya yang nampol juga sudah sedikit dibahas di atas..
Yapp! Trilogi lagi, kali ini dengan judul Underworld.
Film ini sukses membuat gw jatuh hati ama Kate Beckinsale, walopun sempat ilfil ngeliat si mbak di Van Hellsing (film ini ga ada dalam list film vampire nampol versi gw, karena menurut gw alur ceritanya agak gimaanaah gitu..).
Masa iya matinya cuman gara-gara diterjang monster doank..?























Kenapa Underworld keren?
Nah itu tadi, film ini memuaskan dahaga gw akan action yang penuh senjata dan penuh muncratan darah.
Selain itu, kota yang dijadikan setting film juga sangat-sangat creepy namun indah. Keistimewaan berikutnya, alur cerita di film ini maju-mundur, sehingga cukuplah untuk mengasah pemikiran kita yang memang jarang berpikir karena lahir & hidup di negeri yang kaya SDA ini.























Film ini juga penuh dengan sejarah dan legenda, yang berhasil membuat air liur gw mengalir dan otak ge menjadi tak sabar untuk menganalisa hubungan antara para tokoh di film ini, contohnya hubungan antara Marcus, Victor, dan Amelia dan mengapa mereka bisa jadi moyangnya vampyre?

Selain itu, love story di film ini relatif berat (& xxxx), terutama jika dibandingkan dengan love story-nya Bella & Edward. Yah, kadang-kadang kita perlu sadar..Cinta itu lebih banyak susahnya daripada senang-senangnya, lebih banyak sedihnya daripada hura-huranya.

Di antara seabrek keistimewaan itu, ada beberapa kelemahan Underworld. Entah kenapa, koq semakin ke sini filmnya berasa “maksa”..
kerasa di Underworld II, di sana Marcus terkiat konyol dengan hanya memakai sarung dan sayap yang sungguh gede. Penampilan ‘uyut Marcus ini entah mengapa mengingatkan gw akan penampilan ‘mahkluk’ di Jeepers Creepers yang lucu.

Demikian juga di Underworld III, kenapa karakter Sonja dibuat sedemikian mirip dengan Selene? Seharusnya muka aja yang mirip juga cukup..Karena kalo mirip banget sifatnya gitu (sama-sama Death Dealer pula), kan jadi ga seru ceritanya, selain itu penonton jadi berasumsi bahwa si penulis script pengen supaya penonton berpikir bahwa Selene itu reinkarnasinya Sonja.
Kenapa ga dibikin si Sonja-nya lebih kalem dan feminin dikit ala putri beneran? Kan orang lebih penasaran gimana caranya menentang Victor dengan sifat seperti itu..
Ditinjau dari segi OST, menurut gw pribadi Underworld blom bisa melampaui trilogi Blade.



Okey, cukuplah film nampol dengan pemeran utama vampyre.
Sekarang beralih dengan legenda Lycan yang selalu-selalu di-stereotipe-kan sebagai mahkluk yang ga berakal dan hanya mengandalkan kekuatan, seperti halnya predator (bukan yang lawannya alien loh).

Dah pernah nonton Blood & Chocolate? Gw Cuma nonton di DVD & di HBO.
Tokoh utama di film ini adalah cewe muda dari ras Lycan yang keduaorangtuanya berusaha menjadi ‘manusia’ dan melupakan sisi Lycannya, tapi ternyata malah dibunuh ama manusia ‘beneran’.

Sebenernya, action di film ini kurang nampol atau mungkin tujuan utamanya memang bukan action. Tapi kenapa film ini gw masukkan ke kategori “ultimate”?
Karena film ini beserta sutradara, penulis scenario, maupun aktor & aktrisnya mampu menampilkan sisi lain dari kehidupan ras Lycan (di masa modern enttunya).






















Di film ini juga menonjolkan ‘forbidden love’, kali ini antara cowo manusia biasa dengan cewe ras Lycan. Film ini relatif tenang, ga dar-der-dor, meskipun muncratan darah masih cukup mendominasi. Menurut gw, ketenangan yang dipertahankan di film ini adalah untuk menonjolkan “perang batin” si cewe Lycan yang berusaha berhenti makanin orang.
Dan di film ini juga banyak memuat legenda-legenda Lycan yang jarang ditampilkan di film vampyre.

Blood & Chocolate ini mengubah pikiran gw dan sebagian besar orang yang udah nonton Underworld sebelumnya. Di Underworld, ditampilkan selalu dan selalu, Lycan jebod maupun Lycan modern selalu tinggal di tempatnya kecoa suka tinggal, dan berkesan kumuh.
Ternyata, Lycan juga bisa tajir.
Contohnya di Blood & Chocolate yang ketua klannya adalah mafia senjata dan juga memiliki sejumlah pabrik di Hongaria. Not bad, huh?

twinkle, twinkle, little guy..

















Twinkle boy punya baju baruuuww!!..Tapi dya sama sekali tak suka...




















Ada bantal ungu juga yang udah penuh pipis ma puu-nya..



















Dan sekarang ga jaman makan dari tempat makan..
Sekaranglah saatnya makan langsung dari toples...

Friday, February 20, 2009

-TintenHerz-

























Ga pernah sebelumnya gw me-review buku atau film sebelum gw memasuki dunia film ato buku itu sepenuhnya.. Tapi yang ini ga tertahankaaaa~~~aanN!! Please Welcome, TINTENHERZ.. a.k.a InkHeart..

Yang pasti, buku ini berhasil menutupi kekecewaan gw setelah membaca karya Mr. John Connoly sebelum The Book of Lost Thing, yang berjudul Bad Men.


Tentang apakah Tintenherz yang ditulis oleh tante Cornelia Funke dari Jerman ini?



Once upon a time, hiduplah Mortimer dan putri tersayangnya, Meggie.
Di sela-sela kehidupan damai sentosa mere
ka, tiba-tiba muncullah The Satubfinger yang menurut Meggie sangat aneh.
Kemudian, seakan kedatangan Staubfinger membawa sial, muncul sederetan kejadian buruk yang berujung dengan diculiknya Mortimer oleh sekelompok mafia ajaib yang dipimpin oleh si botak Capricorn..
Apa yang diinginkan Capricorn dari Mortimer?
Ternyat
a karena Mortimer mampu menghidupkan tokoh khayalan dari buku cerita...
Whew?

Dan ternyata bukan hanya tokoh manusia, bahkan tokoh fabel dan duit pun juga bisa muncul sekonyong-konyong dari buku yang dibacakan oleh Mortimer.
Whew...

Bagian depan cerita berisi dengan keribetan Meggie mencari bapake yang diculik orang botak.
Dan bagian tengahnya tentu bercerita tentang usaha jatuh bangun si Meggie untuk menemukan kembali bokapnya.


Hehhm..
Setelah selesai membaca novel ini, gw sangat menyayangkan ending dari Tintenherz.
Endingnya terlalu "cerita fantasi anak-anak" yang happily ever after..
Sungguh sayang, dan ceritanya kurang dramatis walaupun gaya bahasa yang digunakan sangat indah...

Sangat menyesal harus menyatakan ini, namun Tintenherz belum bisa mengalahkan Bartimaeus Trilogy-nya Mr. Stroud.
Sayang sekali...
ckckckck...






















Mr. Staubfinger yang dinaiki oleh Gwin (Ferret yang bertanduk)..




DAN.
Ternyata tanggal 23 Januari 2009, buku ini udah muncul di layar lebar dalam wujud movie yang berjudul InkHeart. Yang ternyata trailernya lumayan keren, (tinggal klik http://www.inkheartmovie.com/).. Di movie ini, Mortimer diperankan oleh Brendan FRaser..(OMG, smoga niy film ga jadi konyol kaya Journey To The Center of The Earth ato The Mummy).. Hehmm, setelah melihat trailernya mungkin movienya bakal sekeren bukunya..

But, who knows? Sepertinya masih lama akan muncul di negeri ini...


-Katy Rose-
























"I wish there was a fairytale that turned into my life
So I could kiss Prince Charming man and be his princess wife
I wish the voices in my head would leave my ears alone
So my eyes could stop their water bleeding and I could find a home
I wish there was a ruby rose where I spread my wings and flew
So I could inhale the perfume and be the morning dew
I wish the raindrops on the glass would let me join their dance
I'd spin and twirl and laugh with them and drown my thoughts per-chance."

Dikutip dari : Watching The Rain by Katy Rose

Lagu ini terus berulang memutari kepala gw selama 1 tahun masa gloomy & doomy di kelas 3 SMA.. Selalu dan selalu gw puter di mobil, ampe gw yakin Mr. Idim (my beloved driver) jadi ikutan demen..

























Atau yang ini..

Keeping It Together by Kate Rose

Drugs stopped working when I was born
But all the fairy dust I breathe
Is doing nothing to relieve
The strife of broken Autumn leaves in the sand

I'm still high on the music
As my inner child cries
For she may lose it

And the incense in my eyes
Can't save the sin between your thighs
Because you stabbed me with your lies
You're not the only one that's broken

Whore, fuck your drugs
I introduced you anyway
You're a slave
Spun undone, I met you in an alleyway
And I'm never okay

Cos I'm pretending like I'm keeping it together
I'm pretending like I'm keeping it together



Well, kalo ngeliat foto-fotonya..Mungkin pada first impression semua orang bakal bilang dya mirip Avril Lavigne. Yep, memang.
Tapi.
CUma Muka Doank yang mirip.
Baik musik, lirik, gaya, dan segalanya sangat berbeda satu sama lain.
Gw pribadi lebih memilih Katy Rose sebagai musisi panutan.
Kenapa? Karena jiwa senimannya memang terasa melebur dalam musik-musiknya yang memang keluar dai kepala mungilnya sendiri..

Dan Katy lebih eksentrik secara positif...(dibandingkan mba' Avril)..


Katy Rose lahir di bulan Januari tahun 1987...dan tumbuh menjadi seorang musisi, penyanyi, lyricist, aktris, dan sekaligus seorang produser.
Genre musiknya (walopun gw tak pernah menganggap genre itu adalah sesuatu yang perlu dikotak2in) cukup luas, meliputi modern rock, electro pop, grunge, techno, etc..

Debut Katy Rose pertama kali adalah waktu umurnya baru 16, dengan hit single Overdrive yang dijadiin OST-nya Mean Girls yang dibintangi oleh mba' Lindsay Lohan..


Sampe tahun ini, dia dah merilis 3 album, yaitu :

Because I Can
(2004) (V2 Records)
Candy Eyed (2007) (River Jones Music), dan
Tangled But True
(2009)


Apa yang paling menarik (menurut gw) dari Katy?
tentu saja liriknya yang sangat puitis dan ga biasa..

Friday, February 13, 2009

porcupine di Pusat Penyelamatan Satwa Jogja

_TBM_ a review

















Add Image

Well, sudah cukup lama menunda untuk mereview tentang band nampol satu ini..
YeaaP! Please welcome...

The BirthDay MassacRE!!

Hehmm..kalau mencari musik unik, dengarkanlah TBM yang bergenre alternative synth rock ini...
TBM pertama kali dibentuk tahun 1999 di Ontario, namun masih memakai nama Imagica..























Band ini digawangi (ehkk..mang maen bola apah?) oleh personel yang unik-unik (terutama dari nama), yaitu :
  • Chibi - Vocals.
  • Rainbow - Guitar and Programming
  • Michael Falcore - Guitar
  • Rhim - Drums
  • O-en - Keyboards
  • O.E. - Bass
Lagu favorit gw dari TBM adalah Red Stars, Looking Glass, dan Blue yang PV-nya sumpe bikin merinding..
Dari segi lirik, gw paling suka Happy Birthday..Kenapa?
Yah..baca saja dan renungkan..uhihihi..

Happy Birthday
I think my friend said, "I hear footsteps."
I wore my black and white dress to the
birthday massacre, birthday massacre, birthday
I wore my black and white dress

I think my friend said, "Stick it in the back of her head."
I think my friend said, "Two of them are sisters."
"I'm a murder tramp, birthday boy", I think I said
"I'm gonna bash them in, bash them in", I think he said

Then we wished them all a happy birthday
We kissed them all goodnight. Now he chases me to my room,
chases me to my room, chases me
In my black and red dress

I think my friend said, "Don't forget the video."
I think my friend said, " Don't forget to smile."
"You're a murder tramp, murder tramp", I think he said
"You're a murder boy, birthday boy", I think I said



Red Stars..
Best of cruel intentions
Finding what they fail to mention
No truth, all pretension
Raise your hand to get attention

You give and we take it
You build it, we break it
You sign and we erase it
You feel it, we fake it

It's my red star, I steal it
It's my red star, I can't let go
It's my red star, Conceal it
It's my red star, all I know

Wasted education
Celebrating imitation
Misplaced admiration
Speaking for a generation

You give and we take it
You build it, we break it
You sign and we erase it
You feel it, we fake it

It's my red star, I steal it
It's my red star, I can't let go
It's my red star, Conceal it
It's my red star, all I know


yang suka bikin geli sendiri adalah, pada beberapa lagu, musik dari TBM ini terdengar setipe ama Tommy February6..hahahah..mungkin mamapapa juga suka kalo denger..

Tuesday, February 3, 2009

Éowyn - a review


















Sejujurnya, gw masih belum bisa mengerti apa yang disebut dengan Christian Rock..Ya,ya..tentang musik rock ber-rif2 yang digabungkan dengan lirik religi itu gw mengerti..Tapi aplikasinya yang gw ga mengerti..Maksudnya gimana jadinya kalo orang yang dengerin musiknya menyebut-nyebut nama Tuhan sambil mabok-mabokan dan melontark
an kata-kata yang tidak pas disandingkan dengan nama Tuhan..?


Ya
sudahlah...Ngapain pulak gw pikirin.. Yang pentinggg..Éowyn dan musiknya sangaaaattttttttt kereeeeeeeeeeeeeeeeeennnn...fufufu... Okey, musiknya itu industrial modern rock..Ups terlalu umum, y?






















Yah..hehmm...o
key, kalo dicari di dunia cyber tentang musik Éowyn, pasti akan ditemukan kata-kata "similar with : Fireflight"..Yupzz..Emang siy, mirip..Dan gw suka dua-duanya..ohahahah...
Namun, karena Éowyn adalah solo artist, jadi dari segi "kenonjokkan" lagu, memang sedikit lebih nampol Fireflight. Kenapa? Karena di Fireflight yang paling menonjol tetaplah musiknya, walopun vokalnya dah menggelegar gmana juga tetap aja di belakang musiknya. Tapi hal ini tak bisa ditemukan di musik Éowyn.























Yang paling gw kagumi dari Éowyn adalah gaya headbank-nya yang patah-patah..ohahahah... Oh,ya untung back band-nya juga keren..Jadi mereka tampak seperti bukan backband kalo lagi live.. Huhhmm...lagu yang patut dicoba untuk pertama kali mendengarkan adalah Locked Away..Trus singlenya yang Silent Scream. Setelah itu baru, d dengerin yang laen-laen...
Menurut lastfm.com, sebagai musisi indie, Eowyn "terlalu" sukses..Hahah..Yah, mungkin bagus juga..Tapi bahkan di MySpace-nya ditulis album Silent Scream-nya ini diset untuk memenuhi selera pasar...

Well, long live Éowyn!!
Eowyn said, “I hope my audience will be pulled into a deeper more honest relationship with God. Sometimes I think we try to hide from God and others what we are truly feeling, but the truth is, He already knows. The beauty is, He already cares!