Thursday, March 28, 2013

The Real Epilogue - Talisman

Well.. 
The bridezilla is insomniac, just for tonight.
Mungkin sebaiknya kututup rangkaian kisah ini sekarang, selagi waktunya memungkinkan.

..................
Pernahkah, atau seringkah kalian merasa hidup ini mirip dengan role playing game?
(Jangan-jangan justru RPG yang terinspirasi dari kisah nyata di kehidupan seseorang?)
Menurutku, hidup ini memang setipe dengan RPG. Kalau ditinjau dari sisi perjalanan roman, misalnya...

Dari epilog pertama hingga ke epilog terakhir yang sudah kukisahkan, terlihat level kesukaran yang terus meningkat. Dari sana, aku bisa menyimpulkan bahwa kelemahan (dan  juga kesalahan) terbesarku adalah over open-minded dan dugaan bahwa semua orang di dunia ini jujur.
Aku juga paling tidak bisa menanggung rasa bersalah dan rasa iba.

Apakah yang menjadi kelemahanmu?


Tuhan sudah menciptakan talisman untuk membantu memperbaiki kelemahanmu itu.
Hanya saja, menemukan talisman tersebut bukanlah hal yang mudah. Meskipun 'talisman' yang ini juga berwujud manusia. Dengan segala rasa syukur, aku telah menemukan 'talisman'-ku, melalui perjalanan ala RPG yang telah kubeberkan sedikit plot-nya.
Tuhan telah menciptakan alur RPG yang berbeda untuk setiap insan-Nya.

Talismanku, terlepas dari wujudnya yang mahaindah, membuatku mengeluarkan semua potensi dalam diri secara maksimal. Membuatku kuat. Membuatku bermimpi. Membuatku berjuang menggapai mimpi.
Dan sebagai talisman, dia juga melindungiku.
Dan tugas favoritnya adalah menyayangiku.

Talismanku ini, dia membuatku sadar bahwa Emo-Virgo bukanlah akhir dari kisahku.
Juga dia membantuku melepaskan diri pada kisah mengerikan Ominous Scorpion.
Tetapi, aku dengan tololnya mengecewakan talisman (dan diriku sendiri) pada kisah terakhir.
Kautahu? Permainan RPG yang sudah sejauh ini kujalani nyaris game over.
Nyaris tamat dengan memalukan. Dan juga menggelikan.

Tetapi, kurasa Tuhan masih menginginkanku untuk terus melanjutkan petualangan RPG ini.
Dia masih memberikan hint untuk menyelesaikan level Oblivion Gemini ini.
And here i am.. Aku masih berdiri di atas kedua kaki dan siap untuk melanjutkan petualangan ke level yang lebih tinggi.

Aku tak ingin menipumu.
Dari sekian level RPG yang telah kulewati, banyak sekali bekas luka alias codet yang terukir di jantungku.
Codet ini, ada yang masih membuatku malu.
Tetapi ada juga yang membuatku merasa kuat dan bangga.
Dan hanya ada satu yang masih basah, terkadang terasa sedikit perih.

Anyway, tahukah kalian manfaat dari sebuah bekas luka?

Dari 'kacamata'-ku, scars berfungsi sebagai alat pengingat.
Untuk mengingatkanmu bahwa hingga detik ini kaumasih mampu bertahan hidup.
Bahwa kau kuat dan sanggup menghadapi cobaan.
Bahwa kau pernah jatuh, luka, dan tersakiti. Namun, selalu bisa bangkit kembali.

Aku akan jatuh lagi, mungkin. Atau terluka dan kalah.
Namanya saja RPG.

Tak masalah. Sama sekali bukan masalah.
Selama masih ditemani Sang Talisman, aku siap kembali berpetualang.
Mengalahkan monster, alam liar, badai, dan bahkan mengalahkan diriku sendiri.

Sekali lagi...
Asalkan bersamamu, Talisman-ku..
Mirza Adhyatma-ku..



2 comments:

✜ Gita Armelia ✜ said...

omedettou gozaimasu hime-chama!
...untuk segalanya~ (>.<)

Pratiwi Kusumaningtyas said...

Doumo arigatou gozaimasuu!! :*