Tuesday, December 8, 2009

The Ramen Girl, a review






















Seperti biasa, negeri kita tercinta ini suka telat memainkan film-film bikinan negeri lain.
Anehnya, semakin berkualitas & semakin mendidiknya itu movie, makin lama pulalah kemunculannya di Indonesia.
Entah apa yang ada di pikiran orang-orang yang 'berwenang' itu..
ckckkck..

Contoh nyata dari kasus ini adalah pemutaran The Ramen Girl, yang notabene adalah film keluaran tahun 2008.
Egh, baru muncul di sini tahun 2009..Payah..
Padahal, film yang ditulis oleh Becca Topol ini sangat bermakna dan sarat pesan moral.

Secara garis besar, film ini bercerita tentang Abby (Brittany Murphy), seorang cewe dari Amerika yang terdampar di Tokyo karena ngintilin pacarnya, Ethan.
Si Abby ini tipe cewe yang bosenan, spontan dan berpikiran pendek..
Abby nekad ngintilin pacarnya ke Tokyo tanpa rencana yang matang, dan hanya bekerja sebagai copy writer di suatu perusahaan Jepang.
Parahnya lagi, Abby ini ga ngerti sedikiiitt puunn bahasa Jepang (kecuali 'arigatou', mungkin..)
Dan pada awalnya dia kaya ga ada niat sama sekali untuk belajar bahasa Jepang..
















Kemudian, emang dasar lagi ketimpa nasib luar biasa sial, pada suatu pagi yang cerah-indah...
Si Ethan sialan nyelonong pergi ke luar kota Tokyo tanpa mengajak Abby.
Abby yang polos mengira Ethan hanya pergi untuk beberapa saat & kemudian balik lagi ke apaato mereka yang mungil.
Egh, tapi ternyata..
Dasar cowo br*ngs*k..
Tiba-tiba si Ethan memutuskan Abby & mengatakan bahwa sebenarnya dia ga pengen dikintilin Abby ke Tokyo..

Owghh..
Adegan ini sangat menyayat hati..
Terutama saat Abby nangis sendirian di pinggir jalan dengan hanya mengenakan handuk putih..

Dengan hati hancur, malamnya Abby pergi ke toko ramen dekat apaato-nya..
Warung ramen tersebut kecil, namun pengunjungnya sampe harus waiting list kalo mau masuk..
Dan untungnya si Abby datang pas Oom Maezumi, Sang Pembuat Ramen, akan menutup warungnya.

Meskipun udah diusir-usir dengan bahasa Jepang & gerakan pantomim, si Abby ga mau pergi dari warung ramennya Maezumi itu.
Abby malah duduk di kursi pengunjung & nangis sesengukan sambil curhat pake bahasa Inggris..

Jadilah si Maezumi(Toshiyuki Nishida) & istrinya (Kimiko Yo) mengira Abby adalah orang asing yang sinting..
Meskipun Maezumi pedes mulut, dengan murah hati dia memberikan semangkuk ramen untuk Abby.
Dan mungkin pada detik Abby menyendokkan kuah ramen ke mulut, Abby langsung jatuh cinta dengan ramen.

Hal inilah yang membuatnya kembali bersemangat untuk hidup di negeri orang.
Abby kemudian memutuskan untuk berguru pada Maezumi, agar bisa menjadi pembuat ramen yang handal..

Nah, perjuangan Abby sebagai pembuat ramen sama sekali tak mudah.
Terutama karena Maezumi adalah guru yang ultra-kejam.
Dia ga segan-segan menggetok kepala Abby [meskipun Abby cewe & dia cowo],jika Abby berbuat salah atau jika Abby bicara dengan bahasa Inggris yang ga dimengerti oleh si sensei.
Meskipun pada awalnya Abby merasa shock terhadap perlakuan Maezumi, lama-lama Abby jadi kebal dan dengan sepenuh hati berjuang untuk bisa membuat ramen yang lezat..


Oh,ya di movie ini juga dibahas tentang pertemuan Abby dengan Toshi Iwamoto (Sohee Park), yang merupakan seorang karyawan perusahaan.
Di sini juga dibahas mengenai kegalauan hati Toshi yang sebenarnya muak terhadap pekerjaannya, namun ia merasa harus memenuhi "kehidupan standar" orang Jepang..
Ternyata, usaha Abby yang gigih memberikan inspirasi bagi Toshi untuk tak menyerah pada kenyataan..
Meskipun pada akhirnya mereka harus terpisah [sebentar]..















Abby & Toshi di saat terakhir kebersamaan mereka di Tokyo..




Pesan moral utama dari movie ini adalah : Jangan gampang menyerah saat menggapai impian atau keinginan loe..Apapun halangannya.
Contohnya dalam film ini, halangannya adalah kegalakan luar biasa dari sang guru.
Ditambah lagi [atau untungnya] si murid dan gurunya menggunakan 2 bahasa berbeda yang selalu ga nyambung omongannya..
ckckckck..luar biasa sekali perjuangan si Abby..


Btw, dalam movie ini, penonton ga akan menemukan klimaks hingar bingar khas film Hollywood..
Semuanya berubah menjadi kedataran yang khas dorama Jepang.
Sangat hebat menurut gw, mengingat director & pemeran utamanya adalah orang Amerika..

No comments: