Wednesday, February 10, 2010

The Chronicles of Narnia, a review






















Apakah kalian kenal dengan 4 bersaudara Pevensie?
Yap! Merekalah yang beruntung bisa mengarungi dunia ajaib Narnia lewat lemari mantel milik Profesor Digory.
Peter, Susan, Edmund, dan Lucy Pevensie kemudian mengalami petualangan seru nan fantastis di Narnia, negeri yang diciptakan oleh Aslan.
Dan seterusnya, dan seterusnya..

Chronicles (aduh bahasanya campur-campur..) ini ditulis oleh Clive Staples Lewis (namanya mengingatkan gw akan stapler) sejak tahun 1949 hingga 1954, dengan sumbangan ilustrasi klasik dari Pauline Baynes.

Namun entah karena alasan apa, Bapak Lewis menulis novel ini secara ga berurutan (tidak sesuai kronologi cerita).
Koq bisa yah..? Gimana sih cara otaknya bekerja..
Jadinya, pembacalah (yang notabene adalah bocah-bocah) yang harus mengurutkan kisah ini sendiri.























Opa Lewis yang nasibnya buruk di abad 21 ini.
Karena dia dihujat kiri-kanan akibat karyanya yang kontroversial ini, The Chronicles of Narnia.
Dia dihujat oleh kaum feminis.
Dihujat oleh kaum ateis.
Dihujat oleh umat Nasrani aliran tertentu (dan evangelist tertentu)..
Dihujat oleh umat agama lain karena karyanya (terutama Narnia) dianggap sebagai alat doktrin Nasrani..




Adapun urutan sebenarnya (sesuai kronologi cerita) dari chronicles ini adalah :
1. The Magician's Nephew
2. The Lion, the Witch and the Wardrobe
3. The Horse and His Boy
4. Prince Caspian
5. The Voyage of the Dawn Treader
6. The Silver Chair
7. The Last Battle

Okey, mari kita bahas satu per satu alur umum dari Chronicles of Narnia ini!

1. The Magician’s Nephew : “Ini kisah tentang sesuatu yang terjadi dulu sekali ketika kakek-nenekmu masih kanak-kanak. Kisah ini penting karena mengungkapkan bagaimana pertama kali dimulainya berbagai hal bisa keluar-masuk dari dunia kita sendiri ke tanah Narnia...”
























Di sini tampak Fledge (Sang Pegasus) sedang ditumpangi oleh Digory dan Polly..
Di bawahnya tampak pemandangan Narnia yang baru diciptakan..


Jadi, dapat disimpulkan bahwa The Magician’s Nephew bercerita tentang asal mula terbentuknya Narnia.
Kenapa judulnya The Magician’s Nephew?
Karena Digory Kirke (yang akan menjadi Profesor Kirke) memperoleh kesempatan masuk ke cikal-bakal Narnia akibat dipaksa memakai cincin ajaib yang dimiliki oleh pamannya, Andrew.
Si Paman Andrew ini emang rada-rada creepy dan sangat eksentrik..

Nah, pokoknya si Digory kecil pergi ke dunia lain yang masih liar bersama dengan Polly (gadis kecil tetangganya).
Kemudian, tanpa disengaja Digory membangunkan Jadis (yang akan dikenal sebagai White Witch kemudian) yang kejam (dan rada sinting).
Sialnya lagi, si Jadis ini pengen ikutan ke dunia manusia bersama Digory dan Polly!!
Waduh...
(Rada mirip sama cerita Adam dan Hawa kita..Bedanya di sini yang berbuat kesalahan adalah si cowo..)

Buku ini kemudian menjelaskan bagaimana Aslan akhirnya muncul dan mengalahkan Jadis, dan menjadikan seorang kusir kereta sebagai raja pertama di Narnia.



2. The Lion, the Witch and the Wardrobe :
Yah, tak perlu diceritakan lagi, karena semuanya pasti sudah pernah nonton filmnya..
Di sini diceritakan bahwa Jadis akhirnya kembali ke Narnia dan berhasil mengambil alih pemerintahan kerajaan itu.
Dan kemudian, 4 anak Pevensie dipanggil dari dunia kita untuk mengalahkan Jadis dan menjadi penguasa Narnia.






















Jadis yang tampak di sini 100x lebih terlihat "manis" dibandingkan sifat aslinya yang sinting..
Penampilan memang bisa menipu..
Ckckckck..
























Oh,ya.. Tapi, anehnya..
Di antara ketujuh buku ini, The Lion, the Witch and the Wardrobe-lah yang paling tipis..
Kenapa justru buku ini yang dijadikan film yah?
Meskipun memang filmnya bagus sekali...
Sehingga bagi orang yang ingin membaca bukunya setelah menonton filmnya akan merasakan kekecewaan mendalam.
Kenapa?

Karena, sejak awal Lewis merencanakan rangkaian buku ini untuk pembaca kecil/muda.
Sehingga, gaya narasi Lewis pun seperti sedang bicara kepada bocah.
Dan ceritanya rada bikin ngantuk (kecuali The Horse and His Boy dan The Last Battle).



3. The Horse and His Boy :
“Ini kisah petualangan yang terjadi di Narnia, Calormen, dan tanah yang berada di antara keduanya (disebut Archenland), pada zaman keemasan ketika Peter merupakan Raja Agung Narnia dan adik laki-laki juga adik perempuannya menjadi raja dan ratu di bawah pimpinannya.























Ini adalah cover versi audiobook yang dapat dibeli di sini!
Ilustrasi ini menampilkan Aravis Tarkheena di atasu kuda krem : Gwin.
Dan kuda jantan putih itu adalah Bree, sedangkan bocah lelaki di sampingnya adalah Shasta.




Gw suka dengan buku ini terutama karena akhirnya tokohnya tidak berhubungan dengan 4 anak Pevensie..(bosen juga ketemu 4 Pevensie terus..)

Kisah The Horse and His Boy adalah mengenai Shasta seorang bocah cowo dari Archenland (negeri tetangga Narnia) yang dipungut oleh orang Calormen (juga negeri tetangga Narnia).
Si Shasta ini sering disiksa oleh bapak angkatnya, sehingga akhirnya di nekad kabur dari rumah dengan menggondol kuda seorang bangsawan Calormen.

Betapa beruntungnya Shasta, ternyata kuda yang dicurinya ini adalah Kuda Yang Bisa Berbicara dari Narnia yang diculik dan dibawa ke Calormen.
Nama kuda jantan itu adalah "Breehy-hinny-brinny-hoohy-hah".
Hahahah...Niat banget nih kuda bikin nama..
Karena terlalu panjang, akhirnya Shasta hanya memanggilnya Bree.

Bree ini adalah kuda perang jantan yang sangat arogan dan rada rewel, sedangkan Shasta ini bocah lelaki yang minderan dan rada penakut. Kloplah kombinasi ini..

Di tengah perjalanan kabur, mereka berjumpa dengan Aravis dan Gwin.
Aravis ini adalah Trakheena (gelar bangsawan wanita di Calormen) yang rebel.
Sehingga dia kabur dari rumah karena tak mau dijodohkan dengan Penasihat Agung kerajaan yang udah bangkot-kot-kot-kot..!

Akhirnya Bree, Shasta, Aravis dan Gwin (oh,ya..Gwin juga Kuda Yang Bisa Berbicara) bersama-sama bertualang untuk mencapai Narnia. Dan kemudian mengadu nasib di negeri itu.
Tapi ternyata takdir punya rencana lain bagi masing-masing tokoh ini...


4. Prince Caspian :
Waktu menonton movie-nya, gw rada-rada ga mudeng mengenai asal mula Caspian menjadi pangeran. Tapi, ternyata lumayan jelas diceritakan di bukunya.

Telah 1 tahun berlalu di dunia kita sejak 4 bocah Pevensie pergi ke Narnia.
Tapi ternyata telah ribuan tahun berlalu sejak Raja Peter memerintah Narnia..
Dan tanpa pimpinan yang bijaksana, Narnia jatuh ke tangan bangsa Telmarine (dari negeri Telmar, negeri di dunia lain).

Bangsa Telmarine ini memilih untuk mengasingkan diri dari segala bentuk kegaiban di Narnia.
Hewan-hewan Yang Bisa Berbicara, faun, dryad, kurcaci, dan lainnya dianggap hanya mitos isapan jempol. Sehingga semua mahkluk gaib di Narnia tinggal tersembunyi di kegelapan hutan.

Suatu masa saat Raja Miraz memerintah Narnia, hiduplah Caspian kecil yang dibimbing dengan baik oleh Doktor Cornelius (manusia setengah kurcaci). Caspian kecil ini telah ditinggal mati kedua orangtuanya yang menjabat sebagai raja dan ratu Narnia sebelum Miraz.

Nah, seperti yang telah diduga, ternyata Mirazlah yang membunuh raja dan ratu sebelumnya, dan kini ia berniat menyingkirkan Caspian.
Dan seterusnya, dan seterusnya...

Hanya untuk bahan pertimbangan, menurut gw menonton filmnya setelah baca bukunya akan menimbulkan dampak positif.
Namun jika dibalik, bisa-bisa pembaca akan kecewa..
Karena itu tadi, serunya perang dan petualangan para tokoh di Prince Caspian ini ditutupi dengan humor buat bocah..
10 jempol buat sang pembuat film, deh..
Bisa-bisanya dia bikin film yang breathtaking dari cerita anak yang bikin ngantuk ini.


5. The Voyage of the Dawn Treader :






















Ini juga adalah cover versi audiobook yang dapat dibeli di sini!
Ilustrasi ini menunjukkan Caspian, Lucy & Edmund Pevensie, Reepicheep si Tikus Pemberani, dan yang paling belakang adalah Eustace sebelum hilang sifat nyebelinnya.


Masih dengan tokoh utama Caspian, ditemani dengan Lucy dan Edmund.
Tapi ada tokoh baru di sini, yang nantinya akan memegang peran penting di buku selanjutnya : Eustace.

Buku ini mengisahkan petualangan Caspian (yang sekarang sudah jadi raja) dalam mencari kerabat almarhum ayahnya yang dulu diasingkan oleh Miraz ke pulau-pulau di lautan.
Dalam petualangan ini, mereka bertemu dengan berbagai jenis orang dan mahkluk ajaib. Termasuk dengan Ular Laut Raksasa dan kaum Dufflepud yang tolol berat.

Oh,ya! Eustace ini adalah sepupunya bocah-bocah Pevensie, yang memiliki sifat menyebuuaallkan....
Yang banyak kita jumpai pada bocah masa kini.
Tapi Eustace yang menyebalkan akan lenyap, terutama akibat petualangan tak terlupakan saat Eustace menjelma menjadi naga.
Nasib sial ini justru mengubah sifat buruknya tergantikan oleh sifat yang jauh lebih baik..


6. The Silver Chair :






















Kisah ini terutama tentang petualangan Jill Pole dan Eustace mencari pangeran yang hilang.
Pangeran yang dicari ini adalah Pangeran Rilian, anak dari Raja Caspian.
Ternyata Caspian si pangeran ini mengalami nasib menyedihkan di usia dewasanya.
Dia ditinggal mati istrinya dalam usia muda, kemudian kehilangan anaknya yang masih bocah..

Jill dan Eustace tidak berpetualang sendirian, melainkan ditemani dengan seorang marsh-wiggle bernama Puddleglum.

Tapi repotnya, marsh-wiggle itu adalah mahkluk yang sangggaaatttt pesimiiisss..!
Selalu berprasangkan negatif terhadap apapun! Wuih, repotnya...
Jadi, disaat Jill atau Eustace membutuhkan dukungan, yang mereka peroleh malah ucapan patah semangat dari Puddleglum.
Tapi untungnya, lama-lama Jill dan Eustace terbiasa juga.

Dalam usaha mencari Pangeran Rilian ini, mereka sampai terdampar di negeri raksasa jahat yang doyan daging manusia.
Dan juga mereka sampai harus masuk ke Underworld, tempat Pangeran Rilian diduga hilang. Tokoh antagonis dari kisah ini masih punya kekerabatan dengan Jadis, si White Witch.
Wanita penyihir yang menyekap Rilian di kerajaan bawah tanahnya ini sebenarnya adalah jelmaan dari ular kobra hijau raksasa..
Wuih..repotnyaah!!! (again..)



7. The Last Battle :






















Menurut gw secara pribadi, buku ini memang pantas disajikan sebagi penutup dari kisah Narnia. Alurnya sangat pelik, dan kini jarang muncul humor-humor buat bocah.
Buku ini menceritakan hari akhir Narnia, atau kita lebih akrab dengan sebutan kiamat.
Tapi gw ga ngerti sih, maksudnya cuma the end of Narnia tau the end bagi negeri-negeri lainnya juga.

Pemeran utama di kisah ini masih pasangan yang sangat kita suka ; Jill Pole dan Eustace!
Mungkin sial bagi mereka, karena harus bertempur (benar-benar berperang) di pertempuran akhir Narnia.
Oh,ya asal tau saja..Hari akhir Narnia ini disebabkan oleh KERA (yang punya ekor panjang itu..) bernama Shift yang memaksa keledai temannya untuk menjadi singa!! Dan pura-pura menjadi Aslan (menganalogikan Tuhan, btw).
Lewis mungkin terinspirasi dari dongeng klasik "Keledai yang Menyamar Jadi Singa"..

Jadi, dia berpura-pura mejadi Aslan dan memerintahkan hewan-hewan lain untuk mengerjakan apapun demi kepuasan si Shift sendiri!! Parahh..
Dan sedihnya lagi, penduduk Narnia yang sudah tak pernah didatangi Aslan selama ratusan tahun ini menjadi rapuh keimanannya.
Jadi, mereka mudah percaya pada tipuan-tipuan murah si Shift ini.
Merasa mirip dengan kondisi kita di abad 21 ini ga?


Seekor kera tua ini bisa menhancurkan Narnia, dengan menjalin kerjasama dengan orang Calormen, yang memang sejak dulu berharap bisa menjajah Narnia.
Jill, Eustace dan Tirian berjuang untuk mengusir orang Calormen sekaligus berusaha mengembalikan kepercayaan rakyat Narnia.
Namun...
Lagi-lagi takdir punya rencana lain..






















Kalo yang ini adalah cover versi terbaru dari rangkaian novel ini!
Dibuat oleh David Wiesner, pemenang Caldecott Medal sebanyak 3 kali..

No comments: