Friday, July 3, 2009

The Sea of Trolls, a review

Ini adalah hikayat tentang para pejuang ekstrem, yang biasa disebut Northmen atau berserker..
Ini adalah kisah petualangan seorang penyair bersama adiknya..
Ini adalah kisah perjuangan prajurit perawan untuk menemui takdirnya..
Ini adalah cerita tentang kaum Jotun yang dipimpin oleh Ratu Agung-nya..
Ini adalah kotak permata yang penuh kilau persahabatan, kemuliaan, kebijaksanaan, kesabaran dan ketenaran abadi..
Inilah..
The Sea of Trolls..


























Sebelum bertemu buku ini, gw sering kurang percaya pada novelis wanita untuk menulis kisah yang bertipe role playing game (contohnya ketidakseruan Inkheart, dkk).
Tapi, Nancy Farmer benar-benar berbeda.
Novel The Sea of Trolls yang bakal dibahas ini sudah memenangkan 25 penghargaan. Dan semua penghargaan itu dicantumkan dengan manisnya di halaman depan novel ini.

Secara umum dan sesingkat-singkatnya, The Sea of Trolls bercerita mengenai petualangan Jack & Lucy yang diculik kaum Northmen.
Dalam usaha mereka mencari jalan pulang, mereka bertemu banyak ksatria, raja yang tidak seperti raja, dan ratu-ratu yang sungguh berkuasa. Mereka juga bertemu dengan penyair, peramal dan hewan-hewan ajaib..
Memang inti ceritanya singkat, tapi perjalanan Jack & Lucy penuh pelajaran berharga yang ga bakal ditemui dua kali dalam hidup.

Banyak sekali ilmu yang tercecer di novel ini, terutama mengenai sejarah orang Northmen a.k.a orang Viking dan kebudayaan mereka. Hampir di setiap bab di novel ini disebut nama Odin, Valhalla, Jotunheim, Hel, Freya, Aegir dan banyak mitologi Skandinavia lainnya. Jadi jelas sekali, novel ini merupakan makanan bergizi bagi penggemar mitologi.


























Interpretasi Odin oleh seorang artist yang jago, Klik di sini!


Dari The Sea of Trolls, gw m
enyadari bahwa ide cerita movie Max Payne itu memang beneran dari mitologi orang Viking. Yup! Dilihat dari nama perusahaan obat si tante jahat, yaitu Aesir dan tentang Valkyrie tentu semua orang udah nyadar dari mitologi mana ini game (dan movie) terinspirasi.

























Max Payne The Movie, yang dari awal ampe abis gelap & suram..


TAPI, g
w baru tau ternyata para berserker a.k.a orang Viking itu aslinya ga beringas-beringas amat. Mereka baru jadi beringas kalo ada tujuan tertentu (misalnya menjarah kampung orang, membantai ternak beserta pemiliknya, etc..). Dan ternyata mereka ga secara tiba-tiba menjadi beringas. Ada satu obat herbal yang bikin mereka jadi kaya kesetanan gitu, nama herb-nya yaitu “bog myrtle”. Persis seperti tujuan pembuatan obat oleh Aesir (yang di Max Payne) itu kan..? Untuk memproduksi prajurit yang beringas & ga takut mati..

Dan ada lagi yang lucu.
Di hikayat ini, ada banyak cerita mengenai Jotun. Mrs. Farmer menerjemahkannya sebagai troll, beberapa ahli lain menerjemahkannya sebagai raksasa es. Yah, yang mana pun yang bener, intinya kebiasaan hidup para troll ini ga biasa.
Kalo di dunia manusia, yang namanya raja pasti punya istri simpanan, selir, harem, ato apalah namanya. Tapi justru kebalikannya di dunia Jotun.
Kerajaan Jotun diperintah oleh seorang ratu, yang selalu ditemani oleh beberapa “pandir”. Pandir di sini ga ada kaitannya dengan pandir yang ‘oon itu. Pandir adalah troll pria, yang kerjanya kawin ama si ratu. Jadi, ratu Jotun punya banyak anak yang berasal dari bapak Jotun (pandir) yang berbeda-beda (intinya bagi troll yang berlaku adalah hukum poliandri). Wheeeh..menggiurkan..hahah...
Ga denk..Ampuun..Bang..

Ada lagi yang lucu juga.
Di dunia ini, yang namanya neraka itu bahasa Inggrisnya adalah Hell. Di dunia ini, yang namanya neraka or hell itu panas (dan sepertinya rada sibuk) bukan?
Nah, di mitologi Skandinavia ada juga tempat buangan bagi para sinner.
Namanya Hel (dengan 1 L).
Hel di sini adalah tempat dan nama sekaligus dewa yang menguasai tempat itu. Bedanya, di Skandinavia Hel itu dingin dan hampa..

Salah satu kehebatan dari Nancy Farmer yaitu, dia kaya bisa menebak isi hati pembaca saat membaca novelnya. Dan dia meletakkan pikiran kita itu dalam kalimat-kalimat yang merupakan kata hati si Jack. Hebat, gw merasa bener-bener sehati dengan si Jack.

At last, gw benar-benar menyarankan novel ini untuk dikoleksi.
Bener-bener ga bakalan rugi..
Terutama untuk yang suka cerita yang sadis-sadis dikit..(yah namanya juga cerita tentang orang Viking.. pasti sedikit sadis, minimal ada gorok-gorokan leher dikit lah)..
Sejuta kelebihan dari novel ini tetap menyisakan celah untuk sedikit kelemahan.
Kelemahan dari the Sea of Troll adalah endingnya yang terlalu happy.
Gw ga keberatan dengan ending yang happy itu..Tapi...
Menurut gw pribadi, buat mencapai suatu ending se-happy itu dibutuhkan pengorbanan buesssar..
Memang ada 1 (hanya 1) pengorbanan besar. Tapi masih kurang worth it aja gitu..hohoh..

Pesan dari Olaf One Brow yang paling gw suka, yaitu..
“Jangan pernah menyerah saat terjatuh dari atas tebing, karena kau tak tahu apa yang akan terjadi dalam perjalanan jatuh ke dasarnya..”..

No comments: