Monday, November 16, 2009

Journey to Taman Safari























Siapa sih yang ga suka jalan-jalan?
Yah, penderita agoraphobia tentunya ga suka..
Tapi, secara spesifik gw suka jalan-jalan saat orang lain sedang tidak jalan-jalan.
Kenapa?
Karena, seperti orang desa, gw ga bisa lama-lama berada di tengah keramaian.
Entah bagaimana mekanismenya, tapi yang pasti hal tersebut akan memicu kambuhnya sinusitis kronis gw. Dan akhirnya memicu rasa pusing luar biasa...
Pengecualian jika sedang nonton konser, atau saat sedang ditonton..

Nah, demikian pula acara honeymoon pre-wedding [hah? Apa pulak itu?! Ga, koq mommy, cuma bercanda..] yang bakal gw bahas ini.
Kebetulan kuliah partner [hidup] gw lagi kosong hari Rabu kemarin [11 November 2009], sehingga akhirnya kami memutuskan untuk melancong ke Puncak.
Berangkat jam 7 dari kediaman di tengah desa yang bernama Darmaga, kami menuju Puncak [seperti peserta AFI, hahah..].

Karena belum sarapan saat berangkat, kami berhenti di Dunkin Donuts yang baru di ruko dekat Ekalokasari Plaza. Setelah kenyang makan croissant & minum cokelat, kami baru bisa melanjutkan perjalanan menuju pos pertama.
......................
Pos pertama tersebut bernama Cimory! Hahah..[makan lagi..].

Sebenernya, gw ga yakin restoran yang menarik itu sudah buka jam setengah 10 pagi..
TAPI, ternyata sudah ada 2 bus besar nangkring di tempat parkir Cimory pada pukul 9.30 ituH!
Buseett..Ternyata kami masih kurang pagii..Padahal ini hari Rabu loh!
Bukan weekend..Ckckckck...
Setelah kami muak dengan menu Cimory [dan sebaliknya para pramusaji pun sudah muak melihat sosok kami], kami bergegas menuju pos berikutnya...


Yap, seperti yang sudah bisa diperkirakan, pos selanjutnya adalah Taman Safari!!
Pada bulan Januari 2009, gw pernah ke Taman Safari pas hari Senin.
Dan rasanya tempat wisata itu jadi seperti milik sendiri.
Karena ga ada orang lain yang berwisata pada hari Senin..
Dengan anggapan demikian, kami menuju Taman Safari...

Dan memang pengunjungnya tidak seramai sewaktu liburan sekolah.
Tapi jauh lebih ramai dibanding hari Senin waktu itu! Dan banyak anak kecil bersama orangtuanya...Banyak juga pasangan yang kencan. Sayang sekali cowo gw belum jadi merasakan jalan-jalan di Taman Safari saat tidak ada pengunjung lainnya...



















Ada cafe baru [tadinya halte bus] bernama Cafe Onta [wtf..].
Menunya rada-rada mirip Breadtalk gitu, dengan harga 2x lipat..
Namun rasanya sedikit lebih ga nampol..




Tapi ternyata nasib baik memihak kami, karena minibus untuk berkeliling kandang hewan masih kosong & hanya berisi kami berdua + Sang Sopir yang cukup ramah...
Sopir minibus itu cukup berlapang dada saat harus mendengarkan celotehan girang kami berdua saat menyaksikan keajaiban tingkah para hewan di Taman Safari ini.
Misalnya ;
1. Kami bertemu Sang Preman Taman Safari yang berbulu & berwajah aneh. Yap, llama memang hewan yang cepat beradaptasi dengan manusia. Namun, llama di Taman Safari menjadi tertarik secara berlebihan terhadap mobil yang lewat.
[karena menurut mereka : mobil = manusia = wortel/kacang].
2. Juga ada burung unta yang mendekati jendela mobil dengan rasa tertarik luar biasa. Dan setelah mendapati bahwa kaca mobil itu gelap, ekspresinya berubah menjadi kebingungan..Hahahah..lucu banget..
3. Para watusi merah-gagah yang memiliki tanduk yang sepanjang gw sangat berhasrat untuk berdiri di tengah jalan. Maksudnya mungkin untuk meminta cemilan ekstra dari para pengunjung. Tapi, melihat badan & tanduknya yang luar biasa itu, mau tak mau para manusia akan merasa terintimidasi.








































Di kandang terbuka Kangguru ternyata kita boleh ngasih makan..
Karena para Kangguru itu sudah sangat jinak..
Yang lagi gw kasih makan ini namanya Pixie..




4. Ternyata banyak imigran gelap di Taman Safari!!
Yap, bedanya imigran ini berambut kelabu di seluruh badannya.
Monyet-monyet liar dari bukit/gunung di sekitar Taman Safari ternyata berebutan mencari nafkah di area safari.
Mereka bersaing dengan hewan-hewan legal untuk memperoleh makanan manusia. Misalnya, gw melihat ada 3 monyet memakan PopMie...
Dan ternyata, PopMie itu berhasil membuat monyet-monyet itu menjadi obesitas..


















Untuk menuju arena permainan & kandang hewan yang tertutup bisa ditempuh dengan kereta Safari..Tinggal beli tiketnya seharga 15rb apa 10rb gitu..hehe..




5. Di kandang kaca di Baby Zoo, ada macan tutul yang berekspresi bodoh.
Yah, mirip anak kucing yang masih suka maen kejar-tangkap buntut mamanya, kira-kira..
Kepalanya akan bergerak sesuai dengan gerakan badan kita..
Jadilah cowo gw menjadikannya bahan mainan..
Dan untungnya macan tutul itu ada di kandang kaca..
Kalo ga...

6. Entah kenapa, orangutan itu suka melakukan tindakan yang aneh.
Saat menuju ke Rumah Reptil, kami melewati kandang terbuka orangutan..
Dan gw cukup terenyak saat melihat ada sebuah bongkahan cokelat berbentuk agak bulat & memiliki lubang di tengahnya. Coba tebak, apakah ituuu?
Yah, betul.
Itu memang orangutan...
Tapi orangutan yang lagi nungging dengan sukses berat, sehingga A*SHOL*-nya terbuka lebar menghadap muka pengunjung..CKckckckck..

7. Dalam kandang terbuka itu ada 2 orangutan betina & 1 pejantan tangguh yang sedang garuk-garuk ketek sambil boboan. Pada nomor 6 sudah dibahas tentang betina pertama. Sekarang, giliran membahas betina no.2 yang ternyata punya bayi menggelantung di lengannya..
Pemandangan yang sangat lucu sekaligus mengharukan, sampai...
Si mama orangutan tiba-tiba menyuruh anaknya ke punggung..
Agar kedua tangan mama bebas..
Bebas..
Bebas untuk melakukan apa???
.......
Tiba-tiba mama orangutan meraih b**bs-nya yang bergelayutan.
Dan meraih p*tingnya.
Dan menyeruput p*tingnya ituh..
Yah, menyedot p*ting merahnya sendiri...
.......
Dengan nikmat..
............
Mungkin hal itu biasa dilakukan orangutan, entahlah.
Gw belum pernah membaca tentang hal itu di text book..
Tapi yang pasti, kami shock berat menontonnya..

No comments: