Monday, November 2, 2009

Arch Enemy @ Tennis Indoor Senayan, a review






















Awalnya, gw merasa cukup menyesal telah memutuskan datang ke Tennis Indoor Senayan hari Rabu kemarin (28 Oktober 2009). Karena, perjuangan menuju ke sana ga sebanding dengan apa yang gw dapatkan. Setelah melewati rintangan berupa : jalanan yang ga kalah panas sama neraka, Trans Pakuan yang penuh orang, sopir taksi bermerek CIPTA yang sangat bruengsseekk, datang kepagian ke Tennis Indoor & ketemu bocah2 bule anak JIS yang (gw ga boong) kurang ajar banget, gw sangat-sangat bosan ampe ketiduran saat menonton penampilan dari 2 band pembuka konser mahaband Arch Enemy itu.


Opening Act yang pertama siy masih mendingan dibandingkan dengan yang kedua. Band pertama yang tampil adalah Melody Maker, yang kostumnya selalu sama itu. Secara objektif (menurut sudut pandang sebagai pencipta musik), penampilan MM secara keseluruhan memang mantabh untuk ukuran musisi yang masih seumur jagung. Lagu-lagu ciptaan MM sendiri emang udah keren dari sananya & ditambah dengan sound yang jauh lebih keren dibandingkan saat MM main di panggung kecil.. Hal ini menambah ‘wah’ performance mereka hari itu.


















Performance pembuka dari Melody Maker.



Namun sayangnya, gerakan Mehdy (yang katanya vokalis utamanya itu) ga mengimbangi koreografi pemain lainnya. Jadilah dya nampak seperti kutu loncat di antara sekumpulan personel band yang gerakannya dipertimbangkan dengan baik.
Dan btw, perasaan yang lebih banyak nyanyi itu vokalis yang satunya d..
Sebenernya lead vocal-nya itu siapa y?

Dan satu lagi, sayangnya...
Kayanya fansnya MM yang rela berantuk2an di festival untuk headbang atawa moshing, pada ga dateng pas hari Rabu kemarin itu, yap?
Karena, saat MM maen, penontonnya (entah kenapa) diem kaya orang yang baru menatap mata Gorgon Medusa & akhirnya menjadi batu. Ckckckck....sayang sekali...

Gw (dan semua penonton lain) pasti beranggapan bahwa Psycroptic yang dari Australia itu memiliki performance & musiknya lebih keren dibandingkan MM.
TAPI, bahkan sebelum penampilan band Ostrali itu, penonton sudah dibuat muak gara-gara ini band check sound lagi di atas panggung selama sekitar 25 menit.
Padahal sorenya mereka udah check sound juga. Kebayang betapa ngantuknya penonton mesti nungguin mereka (terutama drummernya) check sound lagi..
Nah, setelah penantian panjang itu akhirnya mereka mulai main..
Dan memang double pedal-nya bersuara layaknya senapan mesin.
Tapi suara itu ada di setiap menit di setiap lagu.

Dan akhirnya gw ketiduran sambil ‘nganga pas nonton ini band.
Heran, kenapa siy panitianya bela-belain ngundang band dari luar padahal kualitas band metal Indonesia banyak yang jauh lebih bagus daripada ini? Ckckckck...heran..
Nah, di titik inilah gw berpikir :
”Sial, gw buang-buang duit amat yak, cuma nonton beginian doank..!”

Akhirnya, setelah penantian yang panjang, itu band Ostrali turun juga..Fyuuhh..Akhirnyaa...
Gara-gara kesel ama penampilan band itu, gw jadi su’udzon ama Arch Enemy..
Hiih..Jangan-jangan ntar gw tidur ‘nganga lagi...




Dann, setelah sekitar 15 menit nyiap-nyiapin alat (bukan check sound kaya Psycroptic, loh), muncullah para metal heroes itu di panggung..
Dengan tampilan sang Bassist yang luar biasa gede hampir ngalahin Big Foot..(tapi putih)..
Dengan drummer yang penampilannya terlalu modern dibanding personel lainnya..
Dengan gitaris berambut merah gondrong yang mirip tokoh di LOTR...
Dengan gitaris pirang yang model rambutnya ga kaya musisi metal sama sekali..
Dan..yang paling dinantikan adalah...
Angela yang membuat penonton menahan napas..

Ga boong, vokalis cewe ini keren banget..
Pas baru liat aja, gw udah ‘nganga (tanpa tidur) karena terpesona..
Sumpah, d..Itu adalah tubuh terkeren yang pernah gw liat..(kata seksi di sini tidak digunakan, karena sosoknya Angela Gossow lebih ‘mematikan’ daripada sekedar seksi)..































































Personel lain (yang cowo, kecuali drummernya yang ga pake baju..) memakai kemeja & celana hitam yang sangat bersahaja.
Sedangkan Angela mengenakan T-Shirt keren berwarna kelabu dengan celana kulit yang memeluk erat seluruh kakinya, ditambah dengan boot tanpa heel yang entah kenapa pas banget buat dia, meskipun boot itu sangat simple....
Ckckckck..Benar-benar pemandangan indah..



















Kalau sebelum musiknya Arch Enemy mulai, gw dibuat terdiam ternganga-nganga..
Saat lagu pertama dimulai, gw dibuat terharu gara-gara keluarbiasaan penampilan & sound mereka malam itu..
Soal skill memang ga perlu diragukan lagi..
Dan stamina yang seakan ga pernah menurun levelnya selama 2 jam..
Serta blocking panggung yang sangat mahir itu menambah kesempurnaan mereka...
Sampai lagu terakhir, tak ada cacat berarti yang merusak performance mereka malam ini..

Jadi intinya, gw ga nyesel melewati banyak hal menyebalkan hari itu..
Karena gw bisa bertemu dengan Sang Dewi Perang (yang haus darah)..
Dan kalau ditanya siapakah metal goddess di muka bumi ini,
tentu gw akan menjawab “Ya, Angela Gossow lah..”


















Source of photograph :
Raja A. O.'s documentation
angelagossow.com
Angela's My Space

No comments: