Saturday, July 26, 2008

STARDUST ~ a review


















STARDUST – by Neil Gaiman 1999.
“Ini dongeng untuk orang dewasa..”
Seperti itulah kalimat pertama yang tertulis di belakang buku yang unik ini..
Dan penulisnya memang tidak bermaksud untuk berbohong..
Karena Stardust memang bukan cerita untuk anak-anak. Karena lagi, di dalamnya banyak rangkaian kata-kata yang sedikit konyol untuk menyembunyikan (dan berhasil dengan baik) ke xxx-an dan ke-goar-an dari dongeng ini.

Ada 1 buah puisi aneh (di dalam buku ini, tentunya) yang berjudul “Dendang”- bukan “Dandang” atau “Dendeng” (gw belum berhasil mencari judul aslinya) karangan John Donne (kira-kira dia siapa, ya?).

“J
ika kau lahir ditakdirkan bersua..
Keajaiban tak kasat mata, tempuhlah selaksa pergantian surya,
Sampai usia memutihkan rambut di atas kepala..
Kau, saat kembali, akan bercerita, (tentang) semua keajaiban yang kaujumpa..
Dan bersumpah..
Di dunia..
Tiada wanita setia, yang juga jelita..”
(wah..propaganda yang berbahaya bagi wanita yang jelita dan setia..)
(Pasti ada koq, wong yang ga jelita dan ga setia aja ada..masa yang kebalikannya ga ada?)

“Namun, jika bertemu, beritahu cepat..
Mengunjunginya tentu membuat bahagia..
Namun, tidak, aku tak akan berangkat,
Biarpun hanya ke rumah tetangga,
Walau dia setia saat bersua, dan tetap setia sampai suratmu tiba,
Akan tetapi, belum lagi aku tiba,
Pasti telah selingkuh, dua tiga kali..”
(waduw, plin-plan banget tadi katanya mau ketemu..)

Hemm..Aneh ga siy?
Hahaha..Menurut gw siy “aneh” yang menjurus ke konyol….

Kebetulan (walaupun kata Master Oogway “there is no accident”), gw nonton movienya dulu baru baca bukunya..Beberapa teman bilang lebih bagus bukunya (mungkin karena mereka baca bukunya dulu baru nonton movienya), tapi menurut gw masing-masing ada kelebihan dan kekurangannya.

Btw..
WARNING! Mau spoiler neyh..jadi untuk yang ga penasaran dianjurkan tidak membaca blog ini.

Kata Neil Gaiman :
“Peristiwa-peristiwa ini terjadi bertahun-tahun yang lalu. Ratu Victoria sedang bertakhta di Inggris, tetapi belum menjadi janda Windsor yang berkabung hitam (?) : pipinya semerah apel dan langkahnya seringan pegas (wtf?)..Dia masih belum menikah meskipun tengah jatuh cinta.
Mr. Charles Dickens tengah menerbitkan novelnya, Oliver Twist, sebagai cerita bersambung.
Mr. Draper baru saja memotret bulan untuk pertama kalinya, membekukan wajah pucatnya pada kertas dingin (?) ; Mr. Morse baru-baru ini mengumumkan cara mengirim pesan melalui kawat logam..”

Hahah..awalan yang cukup menarik untuk sebuah fairy tale.
Nah, ada beberapa (banyak, siy sebenernya) perbedaan yang konyol antara buku dan movie, kalau di bukunya :
  • Bokapnya Tristran itu seharusnya menikah lagi dengan Daisy Hempstock (berarti Tristran punya step mother), setelah xxx sama Lady Una a.k.a burung kecil (berarti nyokap kandungnya Tristran).
  • Rival Tristran dalam memperebutkan Victoria Forester itu bukan cowo seumuran yang juga charming, melainkan Mr. Monday yang umurnya setengah abad dan buncit. (Sebenernya buncit bukan masalah, siy..tapi yah..untuk fairy tale..yah gitu,d).
  • Akhirnya Victoria memutuskan memilih Mr.Monday daripada Tristran, bukan Tristran yang mencampakkan Victoria.
  • Si Penyihir yang paling tua, harusnya rambutnya hitam panjang, bukan pirang ikal..(hahaha, ga penting siy..).
  • Di buku ga ada pertempuran berdarah antara Penyihir sama Tristran, karena akhirnya si Bintang cipika-cipiki sama Penyihir Sulung..(ini jangan dimasukkin movie, karena bikin “jeddderr” banget)..
  • Oh,ya..di buku kupingnya Tristran agak membentuk kuping Elf gitu..Hahah..karena dia blasteran..
  • Di buku, Unicorn dibunuh si Penyihir Sulung dengan cara menusuk pisau ke mata kuda malang tersebut “hingga jauh ke dalam tengkoraknya” (begitu istilah Oom Neil).
  • Kapten bajak laut yang di buku ga “melambai” kaya yang di movie (munculnya cuma beberapa huruf doank pula)..Sayang sekali, padahal itu lucu banget.
Ada beberapa perbedaan lagi, tapi gw cape nulisnya..
Endingnya siy, mirip..Tapi di buku, Yvaine terus memerintah Stormhold sampai..hari ini.

No comments: