Saturday, March 7, 2009

-the journey of Ip man-






















Sering dengar tentang Oom Bruce Lee?

Pasti sering..

Pernah dengar tentang Sifu-nya Bruce Lee?

Kalo blom, silakan tonton Ip man..(Bacanya bukan ai pi men, yah..Melainkan Yip Man)..


Siapakah opa Ip man?

Dia adalah masternya kung fu aliran Wing Chun, sekaligus gurunya Bruce Lee. Opa Ip man lahir tanggal 1 October 1893 di Foshan, Guangdong, dan meninggal karena kanker tenggorokan tahun 1972 pada usia 79 tahun. Sewaktu kecil, Ip man dibesarkan dalam keluarga sejahtera sakinah mawardah, karena itulah dia boleh mengenyam pendidikan yang lebih tinggi dibandingkan rakyat Cina pada umumnya.

Opa Ip man menikahi oma Wing Chen dan mempunyai 2 orang anak, yaitu Ip Ching & Ip Chun. Namun, di film hanya ditampilkan Ip Chun. Udah gitu salah pulak nulisnya, masa malah ditulis Ip June. HAhah.








Opa Ip man sedang melatih Bruce Lee


Di movie-nya, opa Ip man diceritakan ga kerja apa-apa namun luar biasa kaya raya. Bahkan dia ga membuka dojo Wing Chun. Tapi ternyata di dunia nyata, Ip man bekerja sebagai opsir polisi. Kemudian, diceritakan pada biografinya tahun 1949 Ip man pindah ke Hong Kong, tanpa keluarganya. Hal ini mungkin disebabkan mulai masuknya pengaruh komunis di Foshan.














Menurut gw, filmnya sangat mendidik. Khas film Cina.

Banyak hal yang bisa dicontoh dari Ip man, antara lain caranya yang sangat lihai saat mengubah musuh menjadi teman. Bahkan jenderal Miura dari Jepang pun segan terhadap Ip man. Karena dia tegas dan tidak suka menjilat.

Di film ini juga diajarkan makna dari kesetiakawanan dan juga loyalitas terhadap anggota keluarga, dan juga..cinta sejati. Saat Jepang menjajah Cina, keluarga Ip man yang tadinya tadjir luar biasa tiba-tiba jadi papa luar biasa. Namun, sang istri tetap setia ga pergi dari opa Ip man.

Itulah yang gw suka dari film Cina. Betul-betul penuh pesan moral.

Tapi sayangnya, movie ini ternyata ga sesadis trailernya. Hux..sedih..

Begitu juga saat adegan final dimana Ip man duel maut melawan Miura. Gag w sangka si Miura kalahnya cepet banget..

Mungkin memang sang sutradara bukan ingin menonjolkan adegan jotos-jotosannya..

Di sisi lain, film ini sangat sedih dan bikin miris.

Yahh..cukup banyak ditampilkan pengaruh suatu penjajahan terhadap masyarakat..

Ada yang jadi penjilat, ada teman yang menjadi musuh, ada yang mati kelaparan, ada yang malah jadi perampok, ada yang tetap pada jalur kebaikan, wah..dan laen2..

Satu lagi yang ingin ditonjolkan di film ini adalah..bahwa seni beladiri Cina itu lebih banyak filosofi-nya daripada beladiri Jepang. Setelah dipikir-pikir, kata-kata Ip man bener juga. Katanya, di beladiri Cina juga diajarkan rasa ”welas asih”, sedangkan di beladiri Jepang hal itu bukanlah prioritas utama. Selain itu, beladiri Cina dibikin untuk menolong orang lemah, sedangkan beladiri Jepang? Mungkin menurut Ip man hanya untuk melindungi diri saja...

Secara keseluruhan movie ini sangat baik, dan merupakan makana yang lezat untuk substansi otak Anda.

Ip man’s famous quote : "It is difficult for a student to pick a good teacher, but it is more difficult for a teacher to pick a good student.”

Mungkin karena dia banyak dikhianati muridnya…

2 comments:

Bang Mupi said...

Salam kenal :)
Salah satu film kungfu terbaik. Setelah Fist of Legend-nya Jet Li.

Pratiwi Kusumaningtyas said...

hallow,
yap benar..
Padahal, film kung fu sendiri byasanya memang istimewa..
Tapi Ip Man punya nilai plus plus plus..