Saturday, February 9, 2013

Bad Romance is Good ~ An Epilogue of Crazy Adventure (PART TWO)








































Aggh! Tinggal 50-an hari lagi untuk menuju happy ending!!!
Kakiku gatal ingin berlari menembus Waktu.
Tetapi..
Kebayaku belum selesaaaiiii!!
Grrrrrhhhhhlllll...

....
Kisah lanjutan untuk Bad Romance is Good ini ga terlalu berat karena dibuat sambil menghapalkan I Got A Boy-nya GG..
Yeah, yeah..
Sijakhae bolkka?

2. The Sweet Lil' Virgo

Berbeda 180 derajad dengan relationship ajaib yang sebelumnya, hubungan dengan Si Lil' Virgo ini sangat fun, ringan, dan enjoyable.
Lalu... Konfliknya apaahh??

Tak berapa lama setelah bubar jalan dengan Si Triad (err.. atau sebelum bubar, yak?), Lil' Virgo ini menawarkan untuk menjadi pacarku yang notabene adalah seniornya pas sekolah menengah awal!
Luar biasa bernyali memang, Si Virgo yang satu ini.
Dan meskipun aku menertawakan tawarannya tersebut, akhirnya aku setuju-setuju saja untuk menjadi apa yang terlihat seperti "pacarnya".
Dengan Lil' Virgo yang cinta mati dengan Mark Hoppus ini, tentu tidak ditemukan halangan berkomunikasi karena selera dan hobi kami lumayan sama.
Ditambah lagi dia sangat manis dan sangat menghormati ibunya (bokapnya udah almarhum sejak lama)..
Pelajaran pentingnya: Pria yang mencintai dan menghormati ibunya (dengan dosis yang tepat) sangat layak untuk dikejar..

Intinya, hubungan kami beneran 'hanya' fun doank.
Saya senang, dia senang, kami senang.. Lalu.. Masih pertanyaan yang sama.. Apa konfliknya?

Masalahnya, aku tidak pernah mencintai dia dengan tipe cinta yang dimiliki oleh Juliet untuk Romeo.
Perasaan yang ada hanya rasa sayang dari kakak ke adik.
Yeah, kami saling peduli dan memperhatikan hal-hal sepele. Tapi, cuma itu saja.
Dan.. Di sisi lain, aku juga tidak yakin dia sudah siap untuk jatuh cinta.

Yang menjadi kesalahan adalah bagaimana cara kami berpisah.
Kesalahannya ada padaku, as usual..
Mungkin di sinilah kharma burukku dimulai..

Oh, Tuhan. Kalau mengingat kembali, yang ada hanya rasa penyesalan dan rasa bersalah..
Hikz.. Pokoknya, intinya.. Akulah yang menyebabkan perpisahan kami terjadi dengan sangat tidak dewasa.
Perpisahan yang terjadi setelah tidak mengabari selama 6 bulan..
Sudah begitu, masih saja nih bocah ramah dan baik banget!! Gilag!
Saya merasa tanduk iblis di kepala saya semakin memanjang kalau diperlakukan manis seperti itu..

Pelajaran penting #2: Kalau memang harus berpisah, lakukan dengan baik, berkepala dingin, dan sopan. Anyway, itu bisa menjadi kenangan manis, loh!

Well, untungnya semua berjalan dengan baik.
Beberapa tahun setelah perpisahan konyol itu, aku meminta maaf dengan serius atas sikapku yang tidak sopan.
Dan untungnya, dia memaafkan dan kami berteman hingga sekarang.
Alhamdulillah, dia juga sudah menemukan gadis manis yang baik untuknya..
Yeaay!


3. Madness of Sagittarian

Aku mengira menjalin hubungan dengan orang yang berzodiak sama itu membawa kemudahan.
Tapi ternyata nggak, Bok.. *makan ati

Kisah yang ini sebenarnya agak berat, mengingat ada beberapa tetes darah dan trauma fisik yang terlibat di dalamnya.
(Mungkin memang harus ada setetes noda psikopat di otak Sagittarian)..
Jadi.. adik kecil jangan baca, okay!

Sekitar tahun 2003-2004..
Masa-masa di mana jiwa ini sedang super carefree. Benar-benar nyaris ga ada beban.. Dan kebetulan lingkungan XI F sangat sesuai untuk menjadi anak nakal yang kreatif.
Mungkin 'dia' ini tertarik pada aura carefree itu.
Si Dia yang tidak lancar berbahasa Indonesia. Yang saat hari pertamanya di Labschool berambut belah tengah..
Namun, 2 tahun kemudian rambutnya bikin junior-junior cewe menjadi sesak napas.

Saat dia menawarkan diri untuk menjadi pemilik saya, sungguh bingung untuk menjawabnya..
Karena oh karena, dia anak baru di sekolah dan aku sama sekali tidak mengenalnyaaa!
Yes, he's good looking and everything.
Tapi, tapi..
Agh.. Seberapa banyak pun kata 'tapi' toh ujung-ujungnya aku menerima tawarannya itu juga.. *sigh

Hubungan kami berjalan selama 1 tahun. Itu rekor loh, dalam hidupku hingga tahun 2004.
Apa yang bisa kupelajari dari hubungan selama 365 hari (diakhiri tepat di tanggal jadian, 25 Oktober) yakni sebagai berikut.

1. JANGAN. PERNAH. MAU. DILARANG2. TANPA. ALASAN. YANG. JUELAS.
Mas Sagittarius ini anehnya melanggar kode etik para Sagittarian.
Udah jelas kami ini paling antipati sama kata "JANGAN".. Egh.. Mosok dia lupa sih?
Padahal aku ini tidak pernah melarang-larang dia.. *usap keringat
Mau main bola ya ditemenin, mau nge-band 'yo silaken..

Bisa-bisanya nih bocah melarang saya bermain musik dengan kata-kata, "Aku ga mau punya istri anak band".
Heeeiiii~
Tuhan tahu aku tidak mau jadi istrimuuu!

2. Aku akui. Saat bersamanya, aku terlalu membebaskan Mas Sagittarius ini (karena memang pada dasarnya saya tidak suka mengekang..karena saya tidak suka dikekang).
TAPI. Perlu dicatat, bagaimanapun juga, pengawasan dan monitoring dalam dosis tepat itu penting. Soalnya, Si Sagittarius (yg memang flirty) ini ternyata suka TEPE sana TEPE sini. Dan membuat beberapa gadis gethol mengejar-ngejarnya meskipun mereka sadar keberadaanku.
Sok atuh, ambil sana.. *kibasrambut

3. Jangan pernah membuang waktumu dengan orang yang sedikit-sedikit main tangan..
Aku tidak bisa meghitung berapa banyak barang yang rusak dan kulit yang luka selama 365 hari hubungan kami.
Keinginan untuk mendominasi yang tidak terkontrol itu sangat mengerikan efeknya.
Aku masih ingat, betapa seringnya aku ketakutan memikirkan hal bodoh apa lagi yang akan dilakukan oleh orang yang seharusnya menjagaku ini.

Aku gila. Dia gila banget. Hubungan ini sungguh merusak fisik.
Untungnya, hatiku masih bisa dikontrol sehingga tidak menjadi terlalu hancur.

4. Kalau ada seorang pria yang menyayat-nyayat tangannya membentuk suatu luka dengan inisial namamu.. Ituu.. Sangat manis, pada awalnya.
Tapi apa kaupernah berpikir; "apa yang akan dia lakukan padamu kalau kau mengecewakannya (secara sengaja ataupun tidak)?"
Hubungan asmara yang mengorbankan pipi dan jari kelingking patut dikaji ulang kembali..
Ingat, hubungan asmara itu harusnya saling mengasihi.. Bukannya saling mendzhalimi.

5. Kalau sudah berhasil mengambil hati orangtuanya, apapun yang terjadi, mereka tetap berharap kitalah yang menjadi menantunya.
Aku terlanjur menyayangi keluarganya. Tapi.. Sudah ga kuat lagi.. Meskipun hingga hari terakhir bertemu, ibunya masih memelukku dengan erat.
Maafkan, Tante.. Anakmu terlalu luar biasa untukku..

6. Untuk mengakhiri hubungan yang merusak jiwa dan raga seperti ini, memang dibutuhkan niat yang kuat. Wanita, karena sifat alami keibuannya, sering kali terjebak dalam hubungan destruktif karena ia merasa dapat memperbaiki 'kecacatan' pada mental pasangannya.
Itu adalah sikap optimis yang salah kaprah.
Mengubah sifat bawaan seseorang membutuhkan waktu yang nyaris sama dengan proses evolusi.
Sudahlah, lupakan. Jangan buang hidupmu yang berharga. Masih banyak pasangan yang lebih layak untukmu..


Terlepas dari semua kerusakan fisik dan mental yang ditimbulkan dari hubungan ini, aku masih berusaha melihat hikmah yang 'ngumpet di baliknya.
Ulang tahunku yang kemarin ternyata tidak luput dari ingatannya.
Yeah, after all we've been through, kami tetap berkomunikasi (seminimal mungkin).
Tetapi, aku turut bersyukur melihatnya telah mendapatkan pasangan tetap yang sangat cantik dan lumayan mirip dengannya.. (Konon kalo mirip, katanya jodoh)..
I wish you a happy and long life.. Thanx for the lesson~

No comments: