Friday, October 14, 2011

Backstage Story #sekian : DAI★SHI performance @ Multitoys Great Sale Festival - MOI, Jakarta (Oct 8th 2011)


















Huaahh~
Gw baru menyadari..
Betapa lamanya gw ga menulis sesuatu yang berarti..
Coba lihat posting-an gw akhir-akhir ini.
Hanya merupakan sekoloni huruf tak berarti, yang mewujudkan betapa G@L@U-nya hati ini..
Dan menunjukkan ternyata Si Penulis bisa bersikap @L@y juga..

Hmm.. Lalu, sebaiknya sekarang membahas tentang apa yaa??
Hm.. OOOH!! Gw tahu, sebaiknya gw melaporkan hasil pantauan acara tanggal 8 & 9 Oktober kemarin. Juga lanjutannya, tanggal 11 Oktober di spinRADIO, Jakarta.

Alhamdulillah, DAI*SHI berkesempatan main di waktu yang berhimpitan.
Awalnya kami hanya berencana main di acara JACOM di Kramat Jati Indah Plaza (9 Okt), namun ada tawaran dadakan untuk main di Mall of Indonesia tanggal 8 Oktober-nya.
Lumayan, lumayan.. Namun, kami langsung "melirik DoWe dengan tatapan penuh wanti-wanti".
Karena.. Ciri khas DoWe adalah, dia akan jatuh sakit saat ada 2 acara manggung yang berurutan..
Hal tersebut biasanya dapat membatalkan rencana manggung kami.. *sigh..

Tetapi, alhamdulillah.. Kali ini dia sehat-sehat aja.. Hanya saja, masih agak-agak dongo bin autis seperti biasa, sehingga DJ spinRADIO berhasil memberikan title kesayangan baginya : KAZAO (itu loh, temennya Shin-chan ituh..).
Oke, oke.. Kembali ke pokok bahasan pertama.

Hari Sabtu, 8 Oktober 2011..
Kami berencana membawakan 4 lagu untuk acara Multitoys Great Sale Festival ini.
Syaratnya 1 lagu harus merupakan OST anime..(begitu kata panitianya)..
Kali ini kami membawa serta Alexander Bramono + Stefan J. Hartono dari TokyoLite, sebagai additional bassist & guitarist.

Tapi..
Pas Jumat malamnya, perut gw rada miris.. Why, oh why??
Karena soul kami ber-4 dengan Sang Additional Guitarist sangat berbeda juauuh..~~
(kalo si Alex sih, lebih kosmopolitan dia.. Bisa langsung menyesuaikan dengan soul bermusik kami..Atau karena memang basic-nya adalah rock?? Ndak tau juga..).
Gw sempat berpikir.. "Deuh, besok gimana niih?? Sound gitarnya ga nyambung satu sama lain.. Ahk..". Kemudian muncullah gw dalam versi yang lebih bijak, dan dia berkata, "Tapi ya sudahlah, nothing to lose.. Pasrahkan saja".

EGH..
Untung gw ga stress berlarut-larut..
Karena, ternyata selama 2 hari manggung, perbedaan sound gitar Stefan & Dowe ga begitu mengubah warna musik secara keseluruhan.."
Dan meskipun improvisasi mereka berdua (Alex & Stefan) suka nyeleneh, alhamdulillah semuanya lancar-lancar saja..
(meskipun kalo versi manga-nya, akan ada aliran keringat di pelipis gw sih, saat mereka berimprovisasi ajaib..)..
Bahkan improvisasi itu akhirnya menginspirasi salah satu personel D*S..
*ga tau deh, mau bikin apa dia..

















Pas Hari H, gw sudah punya feeling si Alex dan koloni-nya bakal telat..
Kalau "saya yang dulu", pasti sudah mencak-mencak dan migrain karena stress.
Tapi "saya yang sekarang" sudah agak sedikit lebih waras & slauw..
Jadi ya sudahh.. Begitu pula saat kami ber-4 sudah selesai check sound, jam sudah menunjukkan 3.50 PM, dan Alex beserta koloninya belum muncul..
(Woy, kami main jam 4.00 PM, woiy..~).
Gw hanya pasrah dan cengengesan saja..

Tapi untunglah Mas Putra (Sang Panitia Acara) sangat baik & pengertian.
Dia rela memberi kami toleransi waktu beberapa menit untuk menunggu si Alex beserta koloninya.
(Dan ternyata durasi total on stage kami hanya sekitar 22 menit..Padahal dikasih jatah mainnya 30 menit. Jadi ya, impaslah. Acaranya ga ngaret2 amat).

Secara keseluruhan manggung D*S hari Sabtu itu biasa saja.
Sayangnya gw ga begitu enjoy sih.. Entah kenapa..
Jadinya performa kami yang biasa-biasa saja..
Saat lagu-lagu awal gw merasa ga maksimal nyanyinya..
Deuh, sayang sekali..
Padahal gw suka sekali dengan outfit gw hari itu..
*meskipun awalnya sempat ragu untuk memakai bajunya..
































Tapi malam itu, yang seru adalah acara kumpul bareng-bareng koloni band J-Indo versi bangkotan..
Ada Obake, Amakusa, Himitsu Janai (ini baru sih, tp vokalisnya dan gitarisnya adalah membernya Obake), RMM, Foru, Akatsuki, Tokyolite (ini ga bangkot, sih), dan banyak lagi..
Dan semua pendukung band J-Indo yang sudah sepuh-sepuh juga datang..
AAggghhH..senangnya.. Dan di ujung acara kami semua merusuh di atas panggung..
Dipicu oleh pelemparan kue ultah milik Barry Amakusa..

Duh, mohon maaf sekali, Mas Putra..
Kelakuan para sesepuh ini memang sulit dikendalikan..
*sambil menatap lantai panggung yang penuh krim dan cuilan cake..

No comments: