Friday, August 28, 2009

nemuri Hime

Hal apa yang paling suka loe lakukan di dunia ini?
Gw paling suka tidur..

Tapi tidur pun ga selalu enak & nyaman..
Menurut pengalaman, waktu tidur paling enak itu adalah pagi-pagi sekitar jam 5-8..Saat udara masih dingiiinn..Sehingga sprei & bantal guling jadi ikutan dingin..Jadinya bisa menggesek2an kaki ke sprei..

huumm..nyummm..
zzzzzzzzz..
krrrrrrrrrrrrrrrrrrrr......


KALAFINA, a review

Suka Yousei Teikoku?
Kesan pertama setelah menyimak Kalafina, yaitu.. cukup menyenangkan..dan tipikal lagu yang menjadi OST-nya anime..
Ya ituu...mirip Yousei, dengan musik yang lebih lembut dan lebih bervariasi..
Tambah lagi [dari segi visual], Kalafina tentu lebih candy eye..Karena beranggotakan 4 cewe kawaii..






















Di antara semua lagunya, sampe sekarang gw masih paling doyan sama Sprinter dan Lacrimosa..
Intinya, yang suka sama OST anime, cewe-cewe cute dan Yousei, pasti suka Kalafina..

His Dark Materials Trilogy, a review






















Sejak menyaksikan The Golden Compass [movienya], gw jatuh cinta setengah mati dengan trilogi His Dark Materials yang merupakan mahakarya dari opa Phillip Pullman..
Ditinjau dari segi movienya, pasti sebagian besaarrr penduduk bumi setuju bahwa movienya sangat keren..
Hal inilah yang membuat gw tergerak untuk membaca His Dark Materials.

Pada buku pertama, yang awalnya berjudul Northern Lights kemudian diubah menjadi The Golden Compass (1995), pemeran utamanya adalah Lyra Belacqua dan dæmonnya, Pantalaimon, di Oxford dunianya. Job utama Lyra di buku pertama adalah menyelamatkan Roger (temen mainnya) dan sejumlah anak-anak lain yang diculik. Yang bikin Lyra pusing adalah : yang menculik anak kecil tak berdosa itu adalah ibunya sendiri, Mrs. Coulter.

Dan yang bikin gw takjub, semua omongan yang ada di movie itu suammaaa persis ama yang ada di novelnya...jadi ngerasa baca buku scriptnya Nicole Kidman..
Kecuali ada adegan yang dibalik. Di movienya, endingnya bersetting di laboratorium di tengah-tengah Kutub Utara dalam rangka berperang untuk menyelamatkan anak-anak yang akan dipisahkan dari dæmonnya..

Btw, "dæmon" itu mungkin maksudnya adalah "hati nurani" atau "jiwa" manusia..

Tapi di novelnya, ending buku pertama adalah saat Lyra pergi ke kediaman papanya, Lord Asriel, yang dengan kejam membunuh teman Lyra..
Yah, cuma itu siy bedanya..


Adegan paling menyenangkan di buku pertama : saat Iorek Byrnison berduel dengan Iofur Raknison. Terus, terus..si Iorek nampol Iofur..sampe..rahang bawah Iofur mental..
huihihiihi..

























Kesan gw setelah membaca buku kedua adalah : pusing dan mulai migrain karena berpikir keras. Satu lagi, di buku ini ada adegan menyedihkan saat Lee Scoresby dan Hester (si kelinci bijak yang selalu merem) tewas dalam suatu agresi militer..
Hux..


Buku kedua adalah buku paling tipis dibandingkan 2 buku lainnya.
Buku ini bersetting di dunia kita ini..
Tokoh utama di buku kedua ini adalah Will Parry, yang berumur dua belas tahun.
Will menemukan sebuah pintu menuju dunia Cittàgazze, di sini Will bertemu dengan Lyra dan Pantalaimon, dan bersama-sama mereka menguak keberadaan instrumen berusia 300 th yang bisa membuka pintu menuju dunia-dunia, yaitu Pisau Gaib.

Sewaktu mereka pergi ke Torre Degli Angeli (Menara Para Malaikat) untuk mengambil Pisau Gaib, tanpa sengaja Will menjadi sang Pembawa Pisau.
Pisau Gaib diduga menjadi penyebab datangnya para Spectre, hantu pelahap jiwa orang dewasa. Suatu hari Lyra dan Will bertemu dengan para Penyihir dari dunia Lyra, dipimpin oleh Serafina Pekkala dan ratu Latvia, Ruta Skadi. Saat mereka melanjutkan perjalanan, Will bertemu ayahnya yang hilang, John Parry, yang ternyata terjebak di dunia Lyra dan dikenal sebagai Stanislaus Grumman, hanya untuk melihatnya dibunuh.

Parahnya lagi, Lyra berhasil diculik ibunya, Mrs. Coulter, agen Magisterium yang menyadari bahwa Lyra diramalkan sebagai "Hawa yang baru" [ckckckck...].

Ditemani oleh dua orang Malaikat, Will melanjutkan perjalanan ke dunia lain demi menyelamatkan Lyra dan menyerahkan pisau gaib pada ayah Lyra, Lord Asriel, demi menghancurkan Otoritas, Tuhan.


























Buku ketiga merupakan buku paling tebal di antara 2 buku lainnya.
Kesan gw saat berada di awal-awal cerita ketiga ini : wuaduh, ceritanya mulai tak terkendaliii..
Aku sudah sangat mumedh, tokohnya semakin buanyyyaakk [banyak juga yang meninggal] dan semua tokoh memegang peranan penting...

Gw ampe sekarang belum meresapi cerita di buku ketiga ini.
Memang sungguh memalukan, tapi ga boong..Buku ketiga ini entah mengapa susah dimengerti.


Adegan paling memuakkan di buku ini : saat Iorek yang perkasa mendengar kabar bahwa Mr. Scoresby telah meninggal dari Serafina Pekkala.
Iorek menyatakan bahwa dia sangat sedih dan berniat menemui jasad sahabatnya itu.
Yah, gw siy berpikir mungkin Iorek akan menguburkan jasad Lee Scoresby sambil bercucuran air mata (setau gw beruang kutub punya kelenjar air mata)..
TAPI TERNYATA APA COBA? Masa siy Iorek MEMAKAN jenazah Mr. Scoresby.
Memakan dalam arti harfiah loh..
Aduh..mual gw membahasnya..Silakan baca sendiri d..



Jadi, at last ... Kesimpulan & Saran gw adalah :

1. Buku ini sama sekali bukan untuk anak-anak.

2. Buku ini tidak cocok dibaca jika kita tengah berada dalam posisi yang kompleks (?).

3. Mestinya pembagian plot di trilogi ini lebih merata...Di buku satu, gw masih berpikir ini buku bisa dibaca untuk remaja atau anak-anak. Di buku ketiga gw udah mulai ragu, sampe dibaca dengan posisi nungging pun tetap susah dipahami. Mungkin karena gw ga mengerti isi Bible.

4. Buku ini tak boleh dibaca untuk orang yang kadar imannya di bawah 10%.

5. Buku ini sebaiknya dibaca saat sedang pup, karena biasanya saat pup pikiran kita cenderung lebih jernih.

6. Dengan mempertaruhkan nama baik gw, gw berani bilang bahwa His Dark Materials lebih ngg...lebih memusingkan dan lebih berat [jauh] daripada mahakarya Dan Brown [seperti Da Vinci Code atau Angels & Demons]..

Ada kemiripan antar Da Vinci Code dengan tema His Dark Materials..
Tapi susahnya, di trilogi ini semuanya menjadi suatu analogi..

























Opa Pullman si pengarang His Dark Materials. Gw penasaran, gimana ya cara berpikirnya niy opa-opa. Pasti dia punya pengetahuan yang luuuwwwaaaSSS banggett..ckckck...
Salut d..

Behaving Badly, a review

Entah kenapa banyak sekali orang yang yakin bahwa tingkah laku laki-laki itu sedikit mirip dengan doggy.
Seperti yang pernah gw bahas dalam review novel Dog Handling.

Ada satu novel lagi dengan tema sama, berjudul Behaving Badly.
Dalam novel karya Isabel Wolff ini, cara berceritanya lebih serius dan penuh misteri.
Selain cara “melatih cowo”, masih ada tema lain yang diutamakan..yaitu tentang mengatasi rasa bersalah.



















Behaving Badly, karya Isabel Wolff.


Meskipun problema cintanya lebih berat, bukan berarti novel ini tanpa humor.
Selera humor dari Ms. Wolff tampak dari gaya berbicara tokoh utamanya, Miranda Sweet.

Apa yang membuat novel ini istimewa ? [bagi gw, minimal]
Miranda Sweet tadi, tokoh utamanya, adalah seorang vet.
Yap, tapi vet yang beralih jalur menjadi...psikiater hewan! Akhh..betapa menariknya...
Miranda berhenti menjadi vet karena dia dibuat depresi akibat tingkah para pemilik hewan yang seringkali memuakkan...
Jadi dia memutuskan untuk mengambil gelar BVSc. dan membuka klinik konsultasi tingkah laku hewan peliharaan.

Bagi orang-orang yang punya hewan peliharaan, novel ini cukup berharga. Karena di dalamnya banyak tips2 untuk menangani doggy yang suka mendominasi, doggy yang stress karena perpisahan, kakatua yang suka mencabuti bulu dadanya sampe terlihat seperti ayam panggang, kelinci yang suka marah-marah dan sebagainya..

Satu lagi keistimewaan novel ini.
Sejak awal cerita, Ms. Wolff membiarkan kita mengintip sedikit rahasia Sang Tokoh Utama.
Tapi, hanya sedikiiiii~~t sekali..
Hal inilah yang membuat kita penasaran dan terus membaca hingga dini hari.
Tapi, jumlah halamannya ga terlalu banyak..Hanya ada 434 halaman..
Jadi, buat yang hanya punya sedikit waktu tenang saja..

Percayalah, novel Behaving Badly sangat layak untuk dibaca..
Oh,ya..dan plotnya agak sulit ditebak..
Ya itu tadi, karena Ms. Wolff menyajikan misteri yang menarik..

my growing child



















Gw sangat suka ma foto ini..Kenapa?
Karena [entah apa perasaan sentimentil gw aja siy] di foto ini, anakku tercinta tampak sudah dewasa sekali.

Yap! Twinkle sudah 9 bulan lebih..
Ga kerasa banget dah lama kami bersama.
Sudah banyak banget kerusuhan yang didalangi oleh Twinky..
DAN ANEHNYA, biasanya kerusuhan itu justru muncul di saat gw mau ujian..

Heraann..
Jangan-jangan dia turut merasakan stress-nya gw..

Gw sungguh-sungguh pengen tau, selama 9 bulan kebersamaan ini apakah dia bahagia atau ga..

Seiring dengan bertambahnya umur, sifat dan kebiasaan Twinkle juga berubah..
Dulunya dya sangat suka jumpalitan dan jarang mau disayang-sayang.
Tapi sekarang, baru dipegang dagunya sedikit aja udah mulai ngantuk..
hihih..
Gw jadi memahami sekarang, gimana campur aduknya perasaan orangtua yang anaknya sudah mulai beranjak dewasa dan bisa mandiri..
hux..

Wednesday, August 26, 2009

Poor Swamp Man
















Oh, sayang beribu sayang..
Sangat disayangkan, album Haikara dengan format baru ini..
Entah kenapa lagunya ga ada yang nempel di kuping..
Agak2 sulit membedakan lagu satu dengan lagu lainnya [a.k.a monoton]..

Mulai dari single XYZ..
Sampai dengan lagu Pain yang entah kenapa [lagi] mirip banget ama lagunya Linkin Park..

ckckck..
Semoga mereka sanggup untuk bertahan & berjuang lebih keras di album berikutnya..
Amien..

The Ragdoll's Dream~






















Is this her marshmallow dream?
























Or her ominous nightmare?