Showing posts with label novel. Show all posts
Showing posts with label novel. Show all posts

Tuesday, July 24, 2012

Something You Should Read: Dracula My Love by Syrie James


Pre-note:
Pernahkah kalian jatuh hati pada orang yang salah?
Aku pernah.
Bahkan, aku pernah mencintai sewujud monster.
Monster in disguise, lebih tepatnya.
Karena itulah..
Buku karangan Syrie James ini sangat sangat berharga bagiku.
"Dracula My Love" berhasil nyaris 95% melukiskan betapa destruktifnya cinta terlarang terhadap Si Monster itu. Dan betapa bisa hancurnya hati seseorang akibat cinta. Dan betapa mengerikannya sisi gelap dari rasa cinta..







Sebelum mencari buku ini, gw anjurkan untuk membaca bukunya Opa Bram Stoker yang berjudul "Dracula".
Lebih afdol lagi jika kalian berhasil menemukan film dengan judul yang sama ("Dracula", 1992), dengan pemeran sekumpulan aktor dan aktris nomor 1 dunia (Gary Oldman, Winona Ryder, Keanu Reeves, Anthony Hopkins).

Mengapa?
Soalnya buku ini merupakan versi alternatif dari novel Dracula karya Bram Stoker.
Novel alternatif yang luar biasa berani.
Plot ceritanya tidak seruwet Dracula karya Mr. Stoker.
Plot-nya memang sengaja dibuat berupa flashback yang sederhana.
Mungkin tujuannya agar pembaca lebih tenggelam ke drama tragedi yang dikisahkan.


Inti ceritanya sama dengan Dracula ala Bram Stoker.
Yakni upaya menyingkirkan Sang Nosferatu, Nicolae alias Maximilian Wagner.
Tetapi, lebih spesifiknya, dalam buku ini diutamakan upaya seorang Wilhemina untuk melenyapkan Sang Dracula.
Dari hatinya...
Dari kehidupannya..

Di sini dikisahkan mengenai Wilhelmina Murray yang sedang menanti tunangannya kembali dari perjalanan bisnis ke Hongaria.
Mengenai Wilhelmina yang bertemu dengan Maximilian Wagner yang tampan di senja hari di sebuah tebing pantai.
Mengenai Wilhelmina yang jatuh cinta pada Mr. Wagner.
Mengenai Mr. Wagner yang jatuh cinta setengah mati pada wanita yang sudah dicarinya (dan akhirnya ditemukan) selama berabad-abad.
Yah, Mr. Wagner adalah Count Dracula itu sendiri.
Dan Mina mencintainya hingga rela mengkhianati Jonathan Harker.
Bahkan, setelah akhirnya Mina dan Jonathan menikah...

Versi film dari Dracula-nya Bram Stoker.







































Pada novel karya Bram Stoker, tidak ditunjukkan secara eksplisit bahwa Mina menyimpan rasa cinta yang besar pada Count Dracula.

Sekelebat rasa cinta itu sedikit diperlihatkan pada versi filmnya.
Di mana ada adegan Winona Ryder seperti selalu megap-megap saat Gary Oldman ada di dekatnya.

Yang membuat novel ini patut diperjuangkan adalah..
Penulisnya tidak berusaha untuk menarik minat pembaca dengan kata-kata berlebihan.
Beliau hanya dengan jujur menggambarkan seperti apa perasaan seorang wanita naif yang tercabik di antara dua pilihan.
Di mana kedua pilihan tersebut sangat berkebalikan dan bertentangan.
Jonathan Harker, adalah seorang pria yang lembut dan sedikit kaku.
Ia mencintai Mina dengan tipe cinta yang lembut pula, menghormati, mengayomi, namun menjadi agak membosankan.

Di sisi berseberangan..
Mr. Wagner alias Count Dracula...
Seorang penguasa yang ambisius, egosentris, dan ditakuti warganya..
Namun, ia memberikan cinta yang menggelora bagi Mina.
Memberikan cinta yang seakan membakar jiwa, sekaligus membekukan asa.
Jenis cinta yang akan membuat banjir adrenalin dan endorfin.


Count Dracula tahu bahwa Mina sudah akan menikah dengan Jonathan Harker.
Dengan sengaja ia menyekap Jonathan di kastilnya, berharap Jonathan akan lenyap dengan sendirinya.
Namun..
Tuhan sudah menggariskan nasib semua manusia..


Memang, pada akhirnya Jonathan tidak pernah menyadari bahwa hati istrinya telah terbagi dua.
Dia tidak tahu bahwa istrinya telah menjadi musuh dalam selimut bagi kelompok pemburu Dracula yang diketuai oleh Van Hellsing.
Dia tidak tahu bahwa istrinya telah menjebak mereka semua ke dalam perangkap keji Count Dracula.


Lalu...


Bagaimana dengan Mina Murray yang kini telah menikah dan menjadi Mina Harker?
Apakah dia akan mengkhianati suaminya dan teman-teman seperjuangannya?
Jalan apakah yang akan Mina pilih demi masa depannya?
Hidup sebagai manusia biasa, atau abadi bersama Count Dracula?
Apakah Count Dracula mencintainya dengan tulus?
Dan..
Sebenarnya.. Seperti apakah seharusnya cinta yang tulus itu?
Tahukah kamu?




End Note:
"Aku bisa saja menekankan dalam-dalam taringku ke lehermu dan membawamu masuk ke duniaku, mengubahmu seutuhnya menjadi salah satu dari kami. Namun, bukan itu yang kumau. Aku menginginkan jiwamu yang suci, hatimu yang dulu pernah, dan akan selalu, menjadi milikku..."

Anyway..
Saking terpesonanya gw dengan buku super ini, lahirlah 1 lagu balada kelam untuk DAI*SHI.
Prototipenya sudah hampir jadi..
Dan mungkin, akan keluar sebagai Single sebelum akhir tahun ini..
Amen.

Friday, November 18, 2011

Currently Read : Iron Fey Series by Julie Kagawa





















Aghh~
Saya hanyut sambil deg-degan, terbawa arus romantis sekaligus menegangkan dari buku ini...
Iron King, dan lanjutannya (yang makin bikin deg-degan) ; Iron Daughter..
Oggghh~



Wednesday, November 16, 2011

Something you should read : Wolfsangel by M.D. Lachlan

"Tapi garis pemisah antara kebaikan dan kejahatan melintasi hati setiap manusia. Dan siapa yang mau menghancurkan sepotong hatinya sendiri?" - Aleksandr Solzhenitsyn.





















Tak dapat dipercaya..
Hampir 1 tahun berlalu sejak gw membeli buku ini di salah satu mal di Bandung, Jawa Barat.
Tapi dasar pemalas, gw baru saja selesai membaca buku ini beberapa hari yang lalu.
Ingin beralasan, "Hikz.. Soalnya ceritanya berat banget siih..", tapi yah.. Alasan hanya berlaku untuk orang-orang yang perlu dikasihani.

Baiklah, gw akan segera mencoba memperbaiki kesalahan karena telah memendam lama buku ini di lemari.
Gw akan mencoba menceritakan sedikit plot dan kesan setelah membaca buku ini.
Oh,iya..
Dari awal sampai akhir membaca, dengan idiotnya gw berpikir Wolfsangel itu istilah dalam bahasa Inggris..
Wolf & angel.. Ogh, tapi ternyata bukan!
Dasar bloon~

Wolfsangel adalah istilah dalam bahasa Jerman yang berarti "wolf's hook".
Zaman sekarang, wolfsangel dijadikan simbol.
Namun dahulu, wolfsangel adalah rune.
Yah.. masih tergolong simbol juga, sih. Meskipun jauh lebih bertuah.
Ada 2 varian wolfsangel, yaitu yang vertikal dan horizontal
Varian vertikal memiliki arti "thunderbolt", sedangkan yang horizontal berarti "werewolf"..
Itulah yang menjadi bahasan utama dalam novel karangan M.D. Lachlan ini..
Tentang manusia serigala dan serigala yang sesungguhnya.

















Vali adalah tipikal putra mahkota zaman sekarang (meskipun setting novel ini adalah zaman Viking).
Maksudnya, Vali tidak bodoh, justru terlalu cerdas.
Ia tak sependapat dengan ayahnya, pengawalnya, maupun rakyatnya bahwa lelaki sejati harus pandai menggerakkan otot untuk mengangkat senjata.
Ia tak setuju bahwa otot & senjata adalah paduan yang terbaik.
Vali cenderung mengutamakan budi pekerti dan ilmu pengetahuan yang luas.

Ada lagi hal yang membuat Vali dicemooh oleh Raja Forkbeard (ayah Vali bernama Raja Authun, Vali dititipkan untuk magang di kerajaan Forkbeard) & pengawalnya.
Yaitu, Vali malah senang bergaul dengan para petani bebas.
Terutama Ma Disa dan putrinya, Adisla.
Berawal dari teman sejak kecil, kemudian berkembang menjadi cinta sejati.
Vali & Adisla sudah saling mencintai, meskipun hal ini justru merupakan bibit dari segala petaka.

Forkbeard murka, karena seharusnya Vali menikahi putrinya, yang baru berusia 6 tahun saat itu.
Harga diri yang terinjak-injak memicu raja bodoh itu untuk "menghukum" Vali.
Ia memerintahkan Adisla ditangkap untuk dijadikan sesembahan bagi Odin.
Kecuali, jika Vali sanggup menangkap manusia serigala yang ada di gunung bersalju.
Mahkluk jejadian itu sering menimbulkan kerugian bagi petani belakangan ini.

Vali, seorang diri, akhirnya berhasil menangkap seorang manusia serigala untuk dipertukarkan dengan nyawa Adisla.
Namun, siapa yang tahu, justru perjumpaan Vali-manusia serigala (yang ternyata bernama Feileg)-Adisla, malah memperparah bencana.
Feileg, si serigala jejadian, jatuh cinta pada Adisla!

Semua kebingungan ini makin heboh saat politik kerajaan-kerajaan lain ikut campur.
Nasib, atau lebih tepatnya Loki, mempermainkan perasaan ketiga manusia muda itu.
Yang hebat dari novel ini adalah, ceritanya benar-benar mengalir nyata!!
Sampai-sampai pembaca tidak sadar bahwa roda nasib sudah berputar 180 derajat!

Bayangkan, Feileg yang dibesarkan oleh serigala (yang hewan) dan telah 98% bertindak seperti serigala, justru dalam permainan nasib itu berangsur-angsur kembali menjadi manusia seutuhnya.
Perubahan ini sebagian besar disebabkan oleh rasa cintanya pada Adisla.
Sebaliknya, Vali, si pangeran cerdas nan gagah itu..
Ogh.. M.D. Lachland dengan tega berangsur-angsur mengubahnya menjadi serigala buas!!
Namun, Vali tidak berubah menjadi sembarang serigala.
Sang Pangeran ditakdirkan Loki menjadi FenrisĂșlfr...
Lalu, masih ingatkah Vali akan cintanya pada Adisla?
















Sebuah artwork menakjubkan dari Akreon, yang menggambarkan Fenrir yang indah namun tetap mematikan.


Plot dalam novel ini entah mengapa, semakin genting ke belakang.
Benar-benar tidak nampak adanya antiklimaks.
Pembaca akan panik, saat menyadari halaman novel hampir habis sedangkan cerita semakin seru..
Dan benar saja, akhir kisah ini sangat menggantung. Membuat gw hampir kecewa..
Tapi.. Ternyata..

Novel ini merupakan buku pertama dari Claw's Trilogy.
Jadi.. Marilah bersama-sama menanti kelanjutannya.

PS :
1. Novel ini sangat sadis dan kejam. Saran gw sih, jangan dibaca pas lagi makan..
2. Ada bagian-bagian yang bikin pusing saat membacanya. Terutama saat adegan-adegan milik Gullveig, Sang Ratu Penyihir.

Sunday, October 16, 2011

Something you should read : Mates, Dates Series by Cathy Hopkins

Tipe buku/novel seperti apa yang gw suka??
Novel yang mengandung unsur-unsur berikut ; humor cerdas (paling utama), fantasi, misteri, romansa (tragedi lebih disukai) dan action (bunuh-bunuhan agak sadis juga boleh)..
Maksudnya, dalam 1 novel yang gw suka harus ada gabungan dari unsur-unsur di atas..
*tapi coba pikir, bagaimana caranya meramu humor cerdas dalam kisah cinta tragis?
Hanya Jonathan Stroud yang bisa..

Namun terlepas dari unsur-unsur tersebut, gw (dan semua orang, sepertinya) paling suka dengan novel yang menarasikan sebuah kisah yang MIRIP dengan kisah yang pernah gw alami!!Btuull?? Setujuu??Dan baru-baru ini gw menemukan novel yang seperti itu!

Tersebutlah suatu novel berseri yang berjudul "Mates, Dates, and......"
Titik-titiknya itu berubah-ubah sesuai seri.
Gw sudah membaca novel ini sejak berusia 16-an tahun (pas masih cocok dengan umur para tokoh), sampai sekarang (pas sudah cocok untuk menyimpan buku ini sebagai bahan pembelajaran bagi calon anak nanti)..
"Mates, Dates" series adalah novel yang menceritakan tentang 4 orang sahabat bernama Izzie, Lucy, Nesta dan TJ.Karakter mereka ber-4 ini sangat variatif.
Jadi sepertinya Mrs. Cathy Hopkins sudah mensurvey tipe-tipe sifat remaja putri di zaman millenium ini, kemudian merisetnya, lalu dimasukkan ke dalam novelnya..

Buku seri pertama yang gw baca adalah "Mates, Dates, and Inflatable Bras", yang tokoh utamanya adalah si Lucy.Lucy adalah tipe cewe mungil yang rada melankolis, menggemari fashion, sangat perhatian dengan orang-orang di sekitarnya, namun kadang suka minderan.
Sedangkan Izzie adalah tipe cewe yang rebel, menyukai musik, nantinya bakal menjadi hippie, keras kepala, dan sangat-sangat eksentrik.
Anehnya, Nesta, adalah tipe cewe gaul, yang sangat fashionable, cuantik, supel, tapi sayangnya.. jika tidak kenal dekat, sebagian orang bakal menyangka dia air head. Nah, TJ adalah cewe terakhir yang bergabung dalam sistahood ini.

*btw, setelah gw baca semua bukunya, gw ga bisa menyimpulkan karakter siapa yang paling mirip dengan diri gw.
Mungkin karena di dunia nyata, kita ga mungkin plek melankolis, ga total sanguinis, dan seterusnya..
Tapi kalau ditimbang-timbang, mungkin karakater Izzie dominan bersemayam dalam diri saya..kikikiki..
(ada seri dimana Izzie naksir berat sama cowo bad boy.. Huaah..jadi ingat masa laluu..).

Buku yang akan gw bahas ini berjudul "Mates, Dates, and Tempting Troubles".
(*ngomong-ngomong, buku inilah yang gw bilang menceritakan suatu masa kisah hidup saya.. Muiriip tenann (95%, sih)!





















Tokoh utama kali ini adalah TJ, yang tipikal cewe kutu buku bin cerdas, tapi juga baik hati, dan cantik, tapi dia rada-rada introvert sayangnya.
Kalau mau dipersingkat, buku ini bercerita tentang betapa jungkir baliknya hidup TJ saat dia...
Saat dia..
Saat dia naksir sama Luke!!
Siapa itu Luke? Apa hebohnya?
Masalahnya, Luke itu.. pacarnya Nesta!!
Nesta (tadi sudah diceritakan) adalah sahabatnya TJ sendiri!!

Sayangnya, TJ bukan cuma mengagumi pacar sahabatnya.
Tapi beneran sukaa!! Aghh.. Gawatnya lagi, sepertinya si Luke juga suka sama TJ!!
Awwh.. Senangnya..~
Looh..? Trus gimana dong, tentang Nesta??
Pasti dia bakalan sakit hati seumur hidup & ga mau temenan lagi sama TJ!!
Awwh.. Ditambah lagi tiba-tiba bokapnya TJ berencana ngajak pindah ke Devon!
Awalnya TJ sedih luar biasa karena rencana tersebut, tapi mungkin ini ide bagus untuk melarikan diri.. Terutama setelah Luke bilang bakalan mutusin Nesta dalam waktu dekat ini!!
AggghhH!!! Hebbohh!!

Oh,ya.. Ada yang lupa..
TJ sudah punya pacar!! Namanya Steve.. Dan diaaa.. Kakaknya Lucy (cek di atas, siapa itu Lucy..)!!!
Agghh..!! Sepertinya Eros sengaja mempermainkan kita semua..!!
*tapi sudah lama, kenapa si Luke belum mutusin Nesta juga ya??
Padahal katanya dia suka sama TJ..??


Gilagg!! What a relieve, deh pas membaca buku ini.
Untung waktu itu gw ga melakukan hal-hal bodoh yang dilarang TJ untuk dilakukan (nyaris, sih)..Kocak banget rasanya membaca kisah hidup kita yang sudah dibukukan..
Hoahaahah..

Jadi, intinya sodara-sodara.
Saat kalian terjebak dalam situasi seperti ini.
Yakinlah bahwa cowo yang memerankan si Luke itu centil namun pengecut.
Yah, dia ingin meyakinkan dirinya (entah apapun alasannya) bahwa dia mampu menggaet sejuta cewe di muka bumi.
Makanya dia PDKT ke TJ dan seorang cewe lain, tapi dia GA MAU memutuskan pacarnya dengan sejuta alasan bloon.
(Hadeuuh.. Semoga cowo-cowo seperti itu bisa dibasmi dengan insektisida..)...






















Tante Cathy Hopkins yang sudah mencoba berbagai jenis pekerjaan (normal hingga abnormal), tapi akhirnya menjadi penulis.. Ogghh!! Hebatnya..
Sebenernya, untuk dibaca orang dewasa, novel remaja ini biasa-biasa saja.
TAPI yang paling hebat adalah, dia bisa menemukan poin-poin penting dalam kehidupan remaja, kemudian menjadikannya sebuah buku berisi solusi dan tips-tips bertindak yang benar sesuai dengan problemnya!! Ckckckckk.. Anak gw nanti harus membaca "Mates, Dates series" ini..



Tapi dasar sial..
Si TJ ini ga mau membuka mata, karena dia terlalu naiiiiff~
Sama saja seperti cewe yang sedang kasmaran semu..
Otak briliannya tau-tau jadi tumpul dan cenderung bersikap reaktif.
Masa tiba-tiba di suatu malam (efek habis kena cium Luke, sepertinya), si TJ membuka komputer dan menulis email minta putus ke Steve!!
Guawaatt!! Cilaka dua belasss!!!

Jadilah keesokan paginya Lucy mencak-mencak karena BT melihat abangnya patah hati..
Huikks.. Makin runyam, oh runyam..
Makin bikin ulcus gastricus pulak saat TJ mengetahui (baru tau, dia..ckckck..) bahwa si Luke juga mengatakan semua hal yang pernah dia katakan ke TJ (gombal-gombalan itu loh) ke seorang cewe lain bernama Sian!!
Akkkh.. Tapi Luke selalu keukeuh bahwa Sian-lah yang mengejar-ngejar dia..
Padahal kenyataannya 180 derajat berbeda!!
GILAG ini lelaki..!! ckcckckkck..

Oh, iya.. Makin pusing lagi saat TJ cerita ke Izzie mengenai hubungan terlarang ini, tapi ga cerita ke Lucy.Dan akhirnya Lucy & Nesta tahu bahwa Izzie tahu tentang hubungan TJ-Luke tapi ga cerita ke mereka berdua.

Jadilah Lucy & Nesta marah ke Izzie..
Untung Izzie ga balik marah ke TJ.. Fiuhhh~
OGH! Sistahood ini terpecah menjadi 2 kubuuuu!! Dan semuanya gara-gara perasaan cinta TJ ke Luke..Gimana doong inii??
Perasaan TJ itu layaknya sehari di surga, besoknya di neraka..
Pagi di Valhalla, sore di Hel..
Aghhh.. Gw rasa, cinta yang naik-turun gonjang-ganjing seperti itu tidak baik..
'Mayan destruktif loh..

Yahh.. Untuk mengetahui bagaimana ending cerita, beli saja bukunya di toko buku terdekat..
Kalo di warung kayanya ga ada sih.. Fuahh..~
*cape setelah bercerita dengan penuh semangat..

Saturday, August 27, 2011

Something you should read : 99 Cahaya di Langit Eropa by Hanum Salsabiela Rais




























































Usia 20-an adalah periode kritis.
Di usia ini, schizophrenia umumnya mulai muncul..
Di usia ini juga, banyak terjadi benturan psikologis..
Benturan logika dan religi, dan sebagainya..

Hal ini diperparah dengan era globalisasi dan meningkatnya suhu dunia (bukan hanya yang bisa diukur dengan termometer saja, maksud saya).
Jujur saja, sebenarnya saya bingung harus bersikap seperti apa di milenium baru ini..
Bagaimana seharusnya kita menanggapi isu-isu politik?
Bagaimana seharusnya menanggapi isu agama atau budaya?
Lantas bagaimana dengan terorisme?
Chauvinisme?
Kapitalisme?
Kanibalisme??
(*yang terakhir karena mulai muak dengan hamster..)..

Apakah jawabanmu kalau ada pertanyaan :
"Bagaimana sikap Anda sebagai generasi muda dalam menanggapi isu konflik antaragama?".
Jujur saja, kalau saya sih bingung mau menjawab apa..

Saya bukan penganut paham seluler, eh..sekuler..
Dan bukan juga seorang fundamentalis (orang2 yang mengenal gw akan bilang, "Ya ga mungkin lah elo fundamentalis. Dasar ukhti..!").
Saya sedikit liberal, iya..
Tapi tidak terlalu liberal juga..
Di saat sedang pusing-pusing melangsungkan perang dalam diri sendiri, muncullah buku ini..

Ibu saya menyebut buku hebat ini sambil lalu, pada suatu hari di bulan Ramadhan tahun 2011.
Kebetulan karena saya penasaran dan punya waktu, jadilah saya membaca buku karangan Hanum Salsabiela Rais (tentu dia anaknya Amien Rais) dan suaminya ini.
DAN TIDAK DISANGKA!
Sungguh, hari itu saya tak bisa berhenti membacanya..
400-an halaman buku itu habis dalam 3 jam-an..


















99 Cahaya di Langit Eropa : Perjalanan Menapak Jejak Islam di Eropa.
Itulah judul buku yang menakjubkan ini.
Buku ini mendapat rekomendasi dari Amien Rais, BJ Habibie, Najwa Shihab dan deretan cendekiawan lainnya.. Tapi jangan percaya dulu pada penilaian orang..
(Termasuk resensi ini..).

Anda harus membacanya sendiri, dan menikmati proses penyucian pikiran yang akan terjadi..
Oh,ya. Buku ini bukanlah buku khusus umat Muslim.
Buku ini baik dibaca oleh semua orang yang beragama, agnostik, maupun Anda yang tidak mempercayai adanya "The Chairman" (mengutip istilah untuk "Tuhan" di film The Adjustment Bureau). Mba Hanum yang jurnalis ini tak berpihak pada suatu sisi.
Jadi, sangat menentramkan membaca buku ini.

Gaya bahasa Hanum santai dan ringan, layaknya novel perjalanan untuk pembaca umum.
Tidak berat penuh berisi ayat-ayat kitab suci atau Hadist.
Jadi, buku ini sangat cocok terutama bagi yang baru mempelajari agama, anak muda, serta orang yang level keimanannya masih rada-rada cetek (seperti saya, misalnya).
Buku ini tidak menggurui dengan cara yang sok bijaksana.
Buku ini secara ajaib mengajak kita merenung dan berpikir.
Apa yang sebenarnya penting dalam memeluk suatu agama atau kepercayaan..
Salah satu pertanyaan Hanum yang menyentil, "Saat orang (konon) berjuang demi agama, apa yang sebenarnya dia bela?"..

Inti cerita 99 Cahaya di Langit Eropa adalah rangkuman perjalanan Hanum dan Rangga (suaminya) mencari jejak sejarah agamanya, di suatu periode di mana Islam sedang di-underestimate-kan.
Saat Muslim dijadikan bahan lelucon dan hinaan..
Hal ini menjadikan perjalanan dua sejoli ini menjadi penuh tantangan..
Tapi, tidak! Jangan berpikir bahwa buku ini berisikan hujatan atau hinaan kepada umat yang merendahkan Islam..
Tidak..

Hanum mempelajari cara yang sangat mulia dan sekaligus elegan dalam menghadapi hinaan terhadap agamanya.
Hal ini ia pelajari dari Fatma, muslimah Turki yang menemani suaminya mencari nafkah di Wina, Austria.
Target hidup Fatma adalah menjadi "agen muslim yang baik" di dunia.
Sungguh suatu sikap yang luar biasa dari seorang muslimah yang sulit mencari pekerjaan akibat jilbab yang dikenakannya.
Fatma sama sekali tidak menaruh dendam atau berpikir negatif terhadap orang-orang yang mendiskriminasikannya..



















Ini adalah Vienna Islamic Centre yang terletak di tepi Sungai Danube.
Di tempat inilah Hanum bertemu dengan Imam Hashim yang merujuknya kepada Marion Letimer.. Yang membuat perjalanan Hanum semakin seru dan bermakna..


Perjalanan Hanum berkeliling mulai dari Wina, Paris, Spanyol dan Turki memang mengungkap betapa besarnya kerajaan-kerajaan Islam zaman dahulu.
Tapi bukan itu yang terpenting..
Yang terpenting adalah bagaimana teknik berkawan dengan umat agama lain, untuk menjaga perdamaian.
Di muka bumi ini pernah terjalin persaudaraan erat antara umat Muslim, Kristen dan Yahudi di Eropa.
Itu terjadi sekitar abad 7.
Sayangnya, kemudian terjadi Perang Salib yang mengakhiri kedamaian itu..
Dan makin ke sini semakin memburuk..















Lukisan ini berjudul Vierge a l'Enfant, dilukis oleh Ugolino di Nerio (1315-1320).
Hanum dipertemukan dengan lukisan ini di Museum Louvre oleh Marion Letimer, seorang mualaf berkebangsaan Perancis.
Apa yang istimewa dari lukisan ini..?
Perhatikan hijab yang dipakai oleh Bunda Maria.
Ada ornamen-ornamen huruf Arab (disebut pseudo-kufic, berbeda dengan huruf Arab biasa), yang jika dibaca berbunyi : "Laa ilaa ha Illallah".. Subhanallah sekalii..

Sungguh, perjalanan Hanum dan Rangga yang sarat akan pelajaran ini membuat saya mulai sedikit memahami bagaimana harusnya kita bersikap di dunia yang penuh konflik antaragama ini.
Dan pelajaran sejarah yang tercantum di buku ini membuat saya giat mempelajari peninggalan-peninggalan Islam di Eropa..
Ooohh.. Seandainya punya biaya, saya sangat ingin berkunjung ke tempat-tempat yang dikunjjungi oleh Hanum dan Rangga ini..
Amiien.. Semoga suatu hari nanti...




























 Calat Alhambra (artinya : The Red Fortress). Sesuai namanya, selain berfungsi sebagai istana, bangunan mewah ini juga berperan sebagai benteng. Lokasinya adalah di Provinsi Granada, Spanyol. Mahakarya ini dibuat pada abad ke-14 oleh bangsa Moor periode dinasti Nasrid.





















Hagia Sophia (holy wisdom) atau Ayasofya dalam bahasa Turki. Bangunan romantis di Istanbul, Turki, ini adalah saksi perjalanan sejarah agama di Eropa.
Awalnya, Hagia Sophia adalah Eastern Orthodox Cathedral, kemudian berubah menjadi Katedral untuk Katolik Roma. Pada tahun 1453–1931, Ayasofya merupakan mesjid kerajaan.
Dan akhirnya tahun 1935, ia resmi dibuka untuk publik sebagai museum...


Saya terkagum-kagum, bagaimana mungkin buku yang penuh keikhlasan dan kebijaksanaan ini ditulis oleh orang yang begitu muda..
Bahasanya ringan, padat dan menyentuh, namun tidak neko-neko..
Luar biasa..
Saya jadi ingin membaca buku karangan Hanum yang lain..
Terima kasih banyak, Mbak Hanum atas bukunya yang memesona dan menentramkan hati!!

Monday, June 20, 2011

Something you should read : Knife : The Spell Hunter, Faery Rebels Series by RJ Anderson





















As I promised, here's the review of the Knife: The Spell Hunter, which is the first book of The Faery Rebels series written by RJ Anderson.

The first main reason I took this book off the shelf at Gramedia bookstore is a very very conspicuous artwork on it's cover.
The first second I saw it (the artwork cover), I can only stunned.
The second glance, still I mesmerized.
At last, at the third glance, I go directly to the cashier (without read the book's resume at all!)





















USA version of the book Knife : The Spell Hunter.


Fortunately, the book's contents as good as the mezmerizing cover's artwork.
Well, it just weird ..
A few days before I bought the book, I was badly in despair.
I was thinking, "Sh*t, boring books of faery on the bookstore today. The story is always about woman human being who falls in love or being forced to fall in love with a fae man."

And in the next few days, because the destiny off course, I met with this amazing book.

The main point of discussion in the "Knife: The Spell Hunter" is about the adventures of Bryony, a young fairy girl who strong-willed, tough and strong.
A little tomboy, but only until he was reunited with Paul McCormick (in childhood, they had met). Paul is a young man, who was brilliant as the sunshine.
But being as cold as a frostbitten toes in the Arctic, after the accident happened to him and caused permanent damage to his collumna vertebralis, so he became paralyzed.
Yep, this is a story of forbidden love between fairies and humans, but now from a different paradigm!






















RJ Anderson, the author.

Many action scenes are pretty exciting in the plot of this novel.
BUT the surviving antagonist cast is only The Old Wormwood.
After all he's a crow, which was never really intended to act mean.
While the main enemy, Jasmine, is dead in a loongg time agooo. Too bad.

Weaknesses of this novel include:
1. The early part of the story is too quiet, so that too much shocking information and complex explanations at the end of the story. This makes reader gets really confused.
2. Strangely, the main antagonist of the novel is dead before the main character's birth.
It is so unexciting.
3. It's aimed to the printing companies and publishers in Indonesia, namely Ufuk Publishing House.
Please note that a lot of typographical errors in this translated novel.
Many translations are also somewhat less fit.
Ah, I can hear my sister screaming, "I told y'! DON'T read Bahasa Indonesia translated novels!".

Throughout the adventure of reading this book, I often stared and stared at the artwork made ​​by Melanie Delon in the book cover. It just so fabulous ..
The illustration looks like a living creature..
The strong, hard and tough but lonely character is really reflected in expressions of the illustrated fairy!
It's really amazing!!

Or the illustrator had ever seen this fairy, indeed.





















Another artwork for book's cover..
But I prefer Delon's illustration..























Another illustration from Melanie Delon!
They are amazing as usual..My Goth..

Thursday, December 30, 2010

Something you should read : Iron Fey Series by Julie Kagawa






















Fufufufu...
Ketahuan deh, dalam perjalanan hiatus ini gw jadi terlalu sering hura-hura di dunia imajinasi.
Tapi gapapa kaann..?
Karena semakin sering gw bermimpi, semakin banyak ide-ide lagu yang muncul..

Nah, buku ini..
Sempat bikin gw seharian mengawang-awang setelah membacanya..
Gw jadi penasaran, fey seperti apa yang suka bersembunyi di sesemakan atau rumpun bunga di sekitar tempat gw sekarang...

Buku yang pertama dari Iron Fey series : The Iron King, merupakan hadiah ulangtahun dari partner tercinta. Muchas graciaass..!!

Nah... bagaimana siy plot luar biasa dari buku ini?
Nantikan review gw berikutnyaa!!
See y!

Something you should read : Prada and Prejudice by Mandy Hubbard





















I currently read this amazing book, written by Mandy Hubbard.
Plesetan dari Pride & Prejudice ini pasti lucuu bangget kalo dibikin jadi film drama komedi romantis..
Huhuhu..
Sejauh ini, gw baru baca sampai Bab 21, ceritanya lucu & ga mengecewakan...
Tenang saja, nanti juga bakal gw kasih tau detail ceritanya..
Sebentar lagiii...
Sebentar lagi beres bacanya..

Monday, June 28, 2010

Good Omens.



















Dasar gw nakal..
Buku ini udah dibeli dari kapan tauk..
Tapi baru sempet dibaca sekarang ini, di hari-hari liburku yang singkat..
Sebelum masuk ke lingkaran api *eraka..
Huiks..


Dan..
Buku ini, untungnya sangat lucu..
Jadi gw semangat baca..
(Meskipun sampe 1 hari lebih juga belum selesai..)

Neil Gaiman memang ga pernah mengecewakan fansnya..

Tuesday, February 16, 2010

The Punk, a review


Just gimme death..
Or i’ll kill your wife..
Had enough of the social security..
Had enough of life..
I want death..
Yeah, I want death..
Just gimme death!

“Death” by The Sick.
Dikutip dari novela The Punk oleh Gideon Sams.




Ada sebuah fase dalam hidup gw dimana muncul desakan hebat untuk menjadi berbeda.
Desakan ini memang terlalu ekstrem pada awalnya, dan kemudian memengaruhi gw untuk beralih dari mendengarkan top 40 menjadi ketagihan musik berbau punk, fashion punk, dan nyaris menyerempet attitude-nya (untunglah tidak!).

Untungnya keluarga gw ga protes macam-macam. Bahkan ketika melihat gw membeli buku ilmiah “Punk sebagai Suatu Subkultur” dan novel yang akan gw bahas berikut ini, kakak gw malah memberikan buku “Punk Shui” sebagai hadiah ultah ke-17..
Haha.
























Nah, marilah kita beranjak ke novel The Punk, yang ditulis oleh Gideon Sams.
Novel The Punk ini dirilis pada tahun 1977 di UK, dan mulai ditulis saat si Gideon berusia 14 tahun. Bocah punk ini lahir pada tahun 1962 dan memang sejak SD sudah menunjukkan bakat di bidang bahasa. Gideon menulis The Punk sambil menjadi tukang pizza di toko makanan bokapnya, dan sambil mengambil referensi dari majalah NME dan Melody Maker (rasa-rasanya akyu pernah dengar nama band seperti ini......)

Gideon Sams tergolong dalam kumpulan anak muda yang mendewakan Sex Pistols, terutama setelah peluncuran Anarchy in The UK. Selain menjadi tukang pizza, dia juga doyan bermain skateboard, kongkow sekalian mengonsumsi narkotika. Well, well...
Tapi (ga) herannya, niy bocah berumur pendek, Man! Setelah keberhasilannya merilis The Punk yang menjadi inspirasi banyak film, terutama The Punk and The Princess (1993), Gideon wafat dalam usia 26 tahun..Ckckckck...
























Oh,ya..kita belum membahas mengenai plot The Punk.
Btw, bukunya tipiiiss lohh..Hanya ada 58 halaman saja.
Yah, bagaimanapun juga ini adalah novel yang ditulis oleh bocah punk 14 tahun..

Inti ceritanya adalah kisah cinta tragis antara 2 insan punk (apa inii..??).
Well, jujur saja..Tadinya gw pikir ini novel terinspirasi dari tragedi Sid-Nancy..
Tapi setelah dipikir-pikir lebih dalam, ternyata duluan novelnya yang rilis baru Nancy tewas..
Lagian prinsip ceritanya beda koq..

Yah, hiduplah seorang pemuda bernama asli David, kemudian berubah nama menjadi Adolph, di Inggris Raya. Tidak disebutkan bagaimana si Adolph ini awalnya menjadi punk..
Pokoknya dia adalah cowo punk pada umumnya.
Penuh tindikan, rambut gaya bangun tidur, jaket plastik, seringai sinis, mata tajam, dan membenci segala hal di muka bumi ini.

Dalam 58 halaman ini, diceritakan bagaimana Adolph berusaha mencari kerja melalui Bursa Tenaga Kerja demi memperoleh uang sendiri.
Agar ia bisa ngibrit dari kungkungan orangtuanya di rumah.
Agar ia bisa memulai hidup mandiri, jauh dari teriakan ayahnya dan tangisan ibunya.
Akhirnya dia memperoleh pekerjaan di tempat pemotongan ikan..

Adolph memang kurang hoki saat menyadari bahwa ia jatuh hati pada Thelma, cewe Ted (dari kata Teddy Bear) yang cantik dan seksi. Sialnya lagi, Thelma ini adalah pacarnya ketua Ted di London. FYI, kaum Ted itu benci banget sama anak punk..
Tapi untungnya Thelma juga doyan dengan Adolph dan memutuskan untuk putus dengan Ned dan pindah aliran menjadi anak punk.

Namun hari itu..
Ketika Adolph & Thelma bergandengan tangan sepulang nonton konser Sex Pistols..
Mereka tak menyadari bahwa Ned menguntit..
Dan tanpa sengaja, Adolph membunuh Ned..

Kemudian, seperti yang dilakukan pada umumnya anggota gangster..
Teman-teman Ned membalaskan dendam pemimpin mereka beberapa hari kemudian..
Menjelmalah 2 insan punk yang saling mencintai ini menjadi 2 tubuh biru kaku di pinggir jalan London..
Membisu sambil menanti mobil polisi dan ambulans yang akan datang..


Yah, begitulah ceritanya!
Memang tujuannya adalah untuk menggambarkan kehidupan singkat anak-anak punk..
Di sini juga diceritakan tentang hobi mereka untuk saling mencabut tindikan sambil berpogo ria di suatu gig..Dan kebencian mereka terhadap apapun yang berbau kapitalis, termasuk Mick Jagger dan Ratu Inggris..























Maafkan saya sebagai orang awam..
Tetapi mau ga mau, kalo membaca novel ini pasti akan terbayang Sid & Nancy.
Dan mungkin kita akan berpikir bahwa pasangan inilah yang dijadikan model untuk tokoh Adolph & Thelma.
Tapi mungkin memang semua pasangan punk bernasib mirip-mirip itu..



End note :
You were my little baby girl,
And I shared all your fears.
Such joy to hold you in my arms
and kiss away your tears.
But now you're gone, there's only pain.. (siapa pula yang nyuruh bikin Nancy 'gone'?)
and nothing I can do.
And I don't want to live this life,
If I can't live for you.
To my beautiful baby girl.
Our love will never die...

Merupakan bait puisi yang ditulis oleh Sid setelah kematian Nancy.
Dikutip dari buku "And i don;t want to live this life" oleh Deborah Spungen.























Selanjutnya mohon ditunggu review tentang film ini..



















Kalo yang ini, membawakan atmosfer punk yang lebih menyenangkan dan positif.
Gw sejak baca komiknya Mito Orihara jadi suka sama Blue Hearts..
Makin suka setelah nonton Linda! Linda! Linda!..