Friday, June 11, 2010

Mama Rocker Fest II 2010, a review





















Sungguh tak pernah mudah jika punya 2 kehidupan yang bertolak belakang..
Menjalani kehidupan A dengan serius bisa membuat kita lupa akan kebahagiaan menjalani kehidupan B.
Yah, gw pun kadang-kadang lupa tentang kebahagiaan bermusik kalo terlalu serius menjalani kehidupan koas yang jungkir-balik.

Namun, gw tetap harus bersyukur karena banyak hal yang bisa mengingatkan gw tentang jati diri sejati.
Salah satunya adalah progress latihan untuk acara Mama Rocker Festival 2 yang digelar tanggal 13 Juni 2010.

Di setiap latihan (baik saat latihan sendiri maupun bareng-bareng), gw diingatkan bahwa hidup ini sudah terikat erat dengan musik..
Bagi gw, jalan untuk mengekspresikan diri adalah lewat seni.
Dan bidang seni yang paling gw cintai adalah musik (meski gw juga bahagia saat menari, menggambar, melukis, bikin puisi, etc)..
Bayangkan, kadang-kadang gw lupa akan hal ini!
Ckckckck...


Di acaranya Mas Awi ini, D*S bawain 3 lagu (tadinya sih nyiapin 6 lagu) saja.
Urutannya adalah Ragnarock - Silhouette - Redrum.
Btw, Shilouette ini adalah single terbaru D*S, dan merupakan lagu pertama yang berbahasa Indonesia, dan juga lagu pertama yang bertemakan cinta.
Tapii.. Dijamin 100%, liriknya ga bakal nyampah ato alay koq..

Karena takut kena kemacetan arus balik liburan di tol Jagorawi, kami memutuskan untuk berangkat dari Bogor jam 4 sore.
Padahal D*S kebagian main jam 21.30 WIB..
Tapi, berkat dateng cepet, kami bisa tenang-tenang memperhatikan performance dari rekan band yang lain, bisa makan malem tepat waktu dan bisa make-up-an dengan tenang.
Meskipun kali ini kami semua meninggalkan kostum ribet itu dan memutuskan untuk memakai kaos terbaru D*S..

Setelah tiba di Lissoi Cafe, gw jadi bernostalgia mengingat zaman masih di band gw yang terdahulu.
Karena, waktu itu kami sering sekali main di cafe mirip Lissoi ini..
Atmosfernya sangat-sangat khas sekali, meskipun semakin malam gw semakin hampir mati tercekik awan kinton yang terbuat dari asap rokok.



FYI, banyak banget band keren yang main di Mama Rocker Fest II.
Dan ga semuanya merupakan band J-Indo..
Ada juga band genre lain seperti Joni Kemon (dari Bogor juga loh..) yang ikut meramaikan Minggu malam itu.

Alhamdulillah, ga banyak problem besar (atau perasaan gw doank yak?) yang terjadi saat D*S main, selain :
1. Drumnya Roku begitu ketakutan melihat manusia yang bakal menggebuknya. Jadi, Sang Drum Set semakin menjauh saat digebuk-gebuk..
Hal ini memberikan dampak negatif bagi tempo musik yang kami mainkan.

2. Volume gitar Dowe toa bangget di Ragnarock..
Untungnya ada stage manager kami yang murah hati, Aya, yang dengan ikhlas mencolek-colek Dowe & memberi saran untuk mengecilkan volume gitarnya.

3. Selot boots gw (engg.. sejak kapan sepatu ada selotnya?) lepas-lepas trus sepanjang on stage.
Tadinya gw merasa risih, dan pengen mbetulin itu sepatu. Tapi karena Kira memberikan kode "Cuek aja", gw akhirnya cuek bebek dengan kondisi sepatu agak berantakan ituh..
Tapi, gw harus bersyukur karena ga ada insiden gw keserimpet & jatoh karena selot yang melambai-lambai ituh.
Moga aja yang ngeshoot video ga nyorot ke bagian kaki gw..
Hix..

4. Masalah yang teringet di otak gw kini baru segitu doank sih.
Mungkin ada saran dan masukan atau tambahan dari pembaca blog ini, silakan tulis di comment yah!


Ow,yah..
Gw mendengar isu pasca event yang kurang baik mengenai acara Mama Rocker ini..
Entah apa yang memicu beredarnya kabar burung itu..
Namun, gw cuma pengen menjabarkan opini gw sendiri sebagai musisi sekaligus sebagai penonton di event ini (karena gw juga menonton aksi keren band-band lain).

Begini, gw memang baru mengenal dunia panggung-memanggung selama 8 tahun saja.
Namun, selama 8 tahun itu gw pernah merasakan jadi panitia acara, pengisi acara maupun penonton suatu acara.
Pada awalnya, sudut pandang gw begitu sempit dan picik.

Misalnya, saat menjadi panitia, gw bakal ngedamprat atau maki-maki band yang telat atau mainnya jelek atau yang mbawain lagu ga sesuai tema acara..
Sebaliknya, saat jadi pengisi acara, rasanya pengen nyekek panitia yang bloon, lelet dan atau ga berpengalaman saat muncul konflik selama acara..
Nah, saat jadi penonton, biasanya emang enak banget kalo bisa ngata-ngatain panitia maupun pengisi acara jika acaranya garing atau ga meaning.

Memang.. yang enak itu, ya jadi penonton saja.
Loe ga bakal disalahkan saat terjadi hal-hal buruk pada suatu acara..
Dan ga punya tanggung jawab untuk membuat acara jadi rame bin asik..
Dan lagi, loe bebas mengkritik pedas baik panitia maupun pengisi acara yang loe anggap buruk sekali performanya.
Tanpa perlu mengkhawatirkan apapun!!


Namun, berada di posisi yang berbeda-beda dalam waktu 8 tahun akan membuat loe sadar..
Bahwa menjadi panitia acara itu ga gampang, meskipun kita dikaruniai otak secerdas apapun.
(Karena loe harus bisa berkoordinasi dengan banyak pihak dengan berbagai karakter berbeda).

Bahwa menjadi musisi itu bukan hanya mengharapkan ditonton orang banyak saja...
Mungkin mulai malam itu, gw jadi sadar bahwa jumlah penonton bukanlah hal yang penting bagi para performer.
Yang paling penting tentunya kualitas penonton, serta komunikasi yang terjalin antara performer & penonton tersebut..

Dan loe akan sadar, bahwa menjadi penonton suatu acara itu BUKAN HANYA MENONTON performa panitia & pengisi acaranya saja.
Kalo loe HANYA MENONTON, bukannya menyimak dengan paradigma yang bijak, tentunya loe bakal merasa rugi buang-buang uang untuk beli tiket.


Sebagai penonton, gw suka sekali menyimak hal-hal kecil nan sederhana dari pengisi acara yang sedang on stage.
Sebab, kalo loe GA MENYIMAK, loe ga bisa menyerap energi yang dihasilkan dari performer tersebut.
Sebab, kalo loe GA MENYIMAK, loe ga bisa mengerti apa yang disampaikan dan ga mengerti usaha keras Sang Performer untuk mempersiapkan penampilan hari itu.

Hal yang wajar kalo gw menangis terharu saat menonton konser Ayu yang memang serba canggih dan keren banget.
Mungkin wajar pula kalo gw menangis saat nonton performance ArchEnemy Oktober tahun lalu..
Tapi, bahkan gw menangis saat menyimak tarian Pepen saat manggung bersama Umaku Eisa Shinka beberapa tahun lalu..
Kalo gw ga menyimak dan ga menyerap spiritnya Pepen, mana mungkin gw bisa menangis karena tersentuh??
Karena gw ga ngerti lagu ataupun musiknya..

Berkaitan dengan isu negatif yang sering terdengar tentang acaranya Mama Rocker ini..
Tahukah kalian wahai penyebar isu, bahwa mungkin saja gara-gara acara ini muncul sebuah band berbakat yang bisa menyelamatkan industri musik Indonesia dari kehancuran a.k.a pembodohan?
Tahukah kalian, bahwa mungkin setelah menonton acara ini, telah tumbuh kepercayaan diri baru di diri seseorang yang tadinya minderan?
Terpikirkah oleh kalian, bahwa ada orang unable atau orang dengan keuangan minim yang berusaha keras datang ke acara ini untuk menonton atau mendukung band favoritnya?

Dan.. apakah kalian pernah berpikir, bahwa ada band yang baru memulai kariernya dari acara ini dan berharap mendapat dukungan penonton?
Atau, tahukah apa saja yang sudah dikorbankan dan diusahakan semua pihak yang terlibat demi terselenggaranya acara ini?
Mungkinkah kalian mengerti, jika ada orang yang belajar mengenai makna suatu performance setelah hadir di acara ini?


Dan tahukah kalian, mungkin saja ada orang yang memahami arti jadi musisi sejati setelah datang ke acara ini?

Mungkin sebaiknya hentikan kebiasaan kalian yang menilai sesuatu hanya dari kulit arinya saja..
Dan, mengertilah.. Ketenaran instan tanpa usaha keras itu tidak ada harganya..

Monday, June 7, 2010

Photographs


















Yeap! Foto penantian di depan kantor KUD di KUNAK (April 2010)
Ki-Ka : Pute, akyu, Ajeng dan Othel..



















Idem kaya yang sebelumnya..
Ki-Ka : Akyu, Pute, Ajeng dan Othel..



















Hari pertama di URR, malemnya menggila (sambil flu) nonton Prince of Angora (hohoh..), Persia denk.. (Juni 2010).

Ki-Ka :Pute, Tata, akyu yang poni miring dan Ajeng..




















Idem kaya di atas..
Ki-Ka : Lia, Akyu berponi miring, Tata, Pute...



















Kita semua masih polos pada masa ini..
Ini saat outbond di Puncak (Maret 2010), sebelum masuk koas..
Ki-Ka : Pute (kenapa niy orang ada di setiap foto gw?), Ajeng (niy orang juga..), Akyu poni normal, Ethe dan Manie..

Kenapa semuanya pake baju warna merah?

Saturday, June 5, 2010

Daybreakers (2010), a review
























Sebenarnya ide cerita untuk film vampir hanya itu-itu saja.
Berkisar antara hubungan vampir-lycan, vampir-manusia atau vampir-vampir.
Berhubung sepertinya jalan hidup gw sudah terpatok untuk menyukai semua hal tentang vampir, jadilah gw merasa wajib nonton movie yang satu ini.

Terutama setelah nonton trailernya yang keren mampus..
Trailernya bikin merinding terutama karena soundtracknya yang luwarr byasa!
(Sampai detik ini gw masih mencari link donlotan OST-nya.. Hix..)

TAPI!
Trailer itu (beserta musiknya) suka menipuuu...!!


Alkisah, pada tahun 2019, manusia sudah bertransformasi semua menjadi vampir akibat pandemi suatu penyakit ajaib..
Ini ide cerita yang lumayan ekstrem dan fresh!

Nah, bayangkan kalo semua orang butuh darah manusia!
Bayangkan permintaan akan darah yang bukan hanya untuk transfusi saja, melainkan buat makanan sehari-hari!!



Jadilah Edward Dalton (Ethan Hawk), yang merupakan seorang peneliti, menjadi kelimpungan.
Dia "dipaksa" merancang "peternakan" manusia (seperti gambar di poster atas)!!
WUiH! Parah bangett..
Ya gitu, jadi manusia (yang nonvampir) disedot terus darahnya namun dicegah jangan sampai terlalu banyak yang tersedot.
Begituuu terruus tiap hari, sampai batas manusia itu ga kuat hidup lagi, baru dibunuh (atau manusianya mati sendiri karena lama-lama kehabisan darah).

Sebenarnya, Edward ga pengen-pengen banget jadi vampir.
Adiknya Edward, Frankie, dengan sengaja menggigit Edward yang belum terkena pandemi agar bisa tetap bareng-bareng kakaknya ituh..
Dan lagi, apa sih ruginya jadi vampir?
Loe bakalan forever young gitu 'kan?

Hmm.. Tapi ternyata jadi vampir ga enak..
Buktinya bisa dilihat sendiri di movie garapan Micahel & Peter Spierig ini..






















Si Direktur Bromley Marks yang jahat banget..
Ampe tega ngebakar anak cewenya sendiri yang hampir jadi Subsiders..



Inti konflik dari movie ini adalah : bagaimana Edward mengatasi dilema antara pengen nolong manusia yang masih tersisa dan bagaimana caranya mencegah vampir-vampir kekurangan suplay darah segar...
Karena, kalo seorang vampir terlalu lama ga minum darah, dia bakal berubah jadi "Subsiders".
Yaitu, makhluk monster yang mirip "Gollum bersayap kelelawar" yang ga segan-segan makan vampir lain sekaligus manusia..
Hiiyhhh..

















Mas Ethan Hawke (Dalton) yang sedah segar kembali, karena dia bisa balik jadi manusia setelah "dikeringkan" berkali-kali di bawah sinar mentari..





















Okey, sekarang mari kita membahas alasan gw kecewa terhadap movie ini :
1. Andil masing-masing pemeran pembantunya ga jelas banget.
Terutama si Mba Audrey (Claudia Karvan) yang kaya numpang lewat doank..






















Mba Claudia Karvan yang berperan sebagai asisten ketua perhimpunan manusia yang masih hidup..



2. Aduuh!! Adegan actionnya dikiiiitt banggett..

3. Herannya, pas adegan menyeramkan, entah kenapa sepertinya sengaja dibuat lempeng aja alias garing kering gitu.. Alhasil, kita yang nonton jadi berkeringat di pelipis..
Misalnya, pada adegan vampir tentara yang jadi kelinci percobaan tiba-tiba meledak jadi serpihan..
Pas saat itu ga ada backsound yang dramatis atau apa..
Cuma siiinngg...
Hihi..

4. Ceritanya makin lama makin rumit dan ga bisa diterima akal.

5. Plotnya berantaakaaaaannn..

6. Endingnya menggantung paraaaaahhh...
Bener-bener kaya si penulis script pusing sendiri mikirin solusi dari konflik yang ada..
HuaahH!! Cape bangettt, d..

Friday, June 4, 2010

Masquarade

Sebuah kastil yang telah termakan usia..
Merupakan tempat rahasiaku untuk menyimpan beberapa benda..

Sebuah peti kayu yang telah terlubangi aktivitas zaman..
Merupakan wadah untuk menyimpan koleksi berhargaku..

Koleksi antik yang terdiri atas topeng-topeng berbagai warna..
Topeng-topeng yang bertolak belakang satu sama lain..

Satu topeng hanya cocok untuk pesta kebun..
Topeng lainnya hanya bisa dipakai saat cuaca mendung..

Tak dapat kugunakan topeng pemakaman untuk menghadiri keceriaan bersama teman..
TOpeng kelam Sang Gagak hanya bisa dipakai di malam tanpa bulan..
Atau tanpa teman..

Sedangkan topeng penuh ambisi hanya kusimpan untuk saat bercermin sendiri..
Demikian pula dengan topeng melankolis yang hanya bisa ditangisi sendiri..

Setiap topeng punya nyawa dan ambisi sendiri..
Semakin sering kupakai, semakin melunturkan jati diri yang asli..

Saat mencapai titik puncak kemuakan karena terlalu sering berganti topeng..
Haruskah kubakar semua topeng kejam ini?
Atau, kubakar saja jasad yang fana ini?

Sunday, May 30, 2010

Prince of Persia, a review
























Movie ini adalah movie pertama yang gw tonton setelah kembali ke peradaban manusia..
Seperti yang semua orang rasakan..
Gw ga sabar penggeen nonton niy movie setelah ngeliat posternya yang luar biasa keren..


Usaha pertama untuk nonton niy movie gagal total, karena pas mau beli tiket hanya tersisa 2 barisan terdepan untuk 2 studio yang menayangkan Prince of Persia.
Wuiiihh...
Gw paling benci nonton movie di bioskop kalo ga dapet tempat duduk VIP versi gw (yaitu tepat di tengah-tengan bioskop (kursi F, G, atau H,)).
Jadilah gw memutuskan untuk mundur hari itu.

Keesokan harinya, gw mencoba lagi..
Dann..
Gw dateng jam 7, untuk nonton movie jam 11 malem..
Hix.. Jadilah gw & partner berkelana dari Gramedia (karena ini habitat favorit gw) kemudian ke beberapa cafe..
Hix.. Jadilah perwut gw kembung karena kebanyakan minum macem-macem...

Egh!
Ternyata, oh ternyata..
Movie ini ga sebagus Pirates of Carribean, meskipun yang bikin sama..
Dan sedikit mengecewakan untuk film garapan Disney..
Hix..

Respon yang muncul dari otak gw setelah nonton movie ini sama seperti respon pasca nonton Tim Burton's Alice in Wonderland. Yah gitu itu loohh, filmnya jadi kurang greget karena di Prince of Persia ini terlalu banyak jokes dan romannya!
Tambah lagi, adegan action yang sedikit ini ga seru-seru banget...
Tambah lagi, ceritanya terlalu happy ending!! Khas buat film remaja...

Ehm, kenapa protes gw begitu keras?
Karena, kisah epik itu ga seru kalo tanpa pengorbanan dan kalo terlalu happy ending..
Sayang sekali..
Nontonnya bener-bener ga tegang..

























Tampilan aslinya Gemma Arterton yang hilang tak berbekas di Prince of Persia..
Mengapa pemeran yang lainnya ga begituuu??



Udah gitu, kenapa pula aktor-aktor yang dipake keliatan jelas bule-nya?
Sayang bangeett..
Padahal Gemma Artertonnya udah tampang Persia banget (padahal dia kan orang Inggris), berkat hasil kerja keras make up artist.
Kenapa pemain yang lain dibiarkan terlihat sangat bule??


















Mas Jake Gyllenhaal, sebagai Prince Dastan.

Sodaranya Maggie Gyllenhaal ini (gebetannya Batman di Dark Knight) mukanya baik gitu, trus suka giving a rebel smile juga..
Sehingga, kata partner gw yang demen maen game Prince of Persia, karakternya berbeda banget ama Dastan yang serius di game..

Tapi yah..
Bagi penonton yang membutuhkan hiburan ringan, movie ini patut ditonton..
Meskipun harus bersabar untuk mendapatkan tempat duduk yang sesuai..
Hix..

Saturday, May 29, 2010

Story of Lilu

Fuahhh!!!
Lamanya aku tak mengisi blog iniiii..!!
Ya ampuunn..
Hidup gw benar-benar pontang-panting jumpalitan selama 2 bulan terakhir ini..
(kisah ini ditulis dalam kondisi depresi karena gw belom bisa palpasi per rektal dan masang kateter intauterine..Hix..)

Sampai hari ini, banyak banget problema yang muncul sehari-hari..
Bikin gw hampir nyaris menyerah di tengah jalan..

Salah satunya adalah kisah tentang Lilu yang bikin hati ketar-ketir...
Jadi, saat bertugas di lab bagian bedah & radiologi, mahasiswa koas kebagian jatah operasi wajib 1 kali. Operasi wajib ini dilaksanakan setiap hari Rabu mulai jam 10-selesai..

Nah, untuk mendapatkan kasus bedah ini beneran ga gampang..
Tanpa bermaksud lebay, gw berani menyatakan bahwa nyari kucing/anjing jalanan yang menderita kasus bedah itu taruhannya nyawa!!

Yah, yang paling ringan sih ketabrak mobil.. (Soalnya nyarinya di pinggir jalan)..
Atau masuk angin.. (Soalnya nyarinya ujan-ujanan..)
Nah..
Yang paling parah adalah : gw pernah nyaris "diculik" makhluk ghaib DUA kali!!
(Ini berdasarkan kesaksian temen gw yang punya extravision...)
WUihh.. Pokonya nampol d hidup gw belakangan ini..

Nah, karena kita kesusahan buat nemuin kasus bedah dari jalanan, akhirnya kami berusah mencari-cari kasus di klinik hewan..
Atas kebaikan drh. Cucu Kartini, kami diperbolehkan mengoperasi tumor kelenjar mammae pada seekor anjing betina bernama Lilu, seekor anjing betina milik Mrs. Judith (orang Jerman, loh.. Untung dia bisa bahasa Indonesia).


And this is the story about Lilu, lovely dog with mammary glands tumor..




















Ini dia Lilu, doggy berusia nyaris 14 tahun..
Wanti-wanti dari sopirnya Pute, "Awas, anjingnya galak!"
Pas dateng, si Lilu ini tampak kalem luar biasa, jadinya gw menghiraukan wanti-wanti dari sopirnya Pute tadi..

Tibalah saatnya untuk memeriksa massa tumor di mammae dan vulvanya Lilu.
Begitu gw memegang bagian posterior tubuhnya, GRAOOKK!
Si Lilu menerkam orang yang lagi ngehandle!! (gw lupa siapa orangnya)..
Udah begitu, pas gw mau nyuntik anestetikum si Lilu memberontak dari pegangan sambil meraung.. Dan..jarum gw patah di tempat...
Hix.. Bodohnya, kenapa pula gw pake jarum nomer 26..?




Tumor pada glandula mammae adalah pertumbuhan jaringan abnormal pada daerah glandula mammae, saluran maupun pada putingnya. Tumor ini paling banyak terjadi pada anjing betina, sedangkan pada kucing menempati urutan ke tiga terbesar. Tumor mamae lebih sering terjadi pada anjing betina pertengahan tahun yang tidak disteril (antara umur 5-10 tahun ), walaupun tetap dapat terjadi pada anjing sekitar 2 tahunan. Tumor ini jarang tejadi pada anjing betina yang telah disteril sebelum umur 2 tahun. Anjing betina yang tidak disteril atau steril setelah siklus estrus yang pertama lebih memiliki kecenderungan terkena tumor dibandingkan anjing yang disteril sebelum estrus pertama. Secara spesifik, resiko anjing betina yang disteril sebelum estrus yang pertama sangat jarang (0,05%), anjing betina yang disteril setelah estrus yang pertama adalah 8% sedangkan anjing betina yang disteril setelah estrus yang kedua adalah 26%. Eliminasi faktor-faktor hormon tertentu menyebabkan berkurangnya kejadian penyakit pada anjing yang disteril. Faktor tersebut dapat berupa estrogen, progesteron, hormon yang serupa, dan gabungan kedua hormon tersebut atau lebih. Anjing jantan juga dapat terkena tumor mammae dan biasanya tumor bersifat sangat agresif dan mempunyai prognosa yang jelek.


Penggolongan Tumor
Jenis tumor mammae yang paling jinak adalah campuran beberapa tipe sel tumor yang berbeda. Tumor tunggal yang memiliki lebih dari satu jenis sel tumor jarang terjadi pada kebanyakan spesies. Kombinasi tumor ini pada anjing disebut ‘benign mixed mammary tumor’ dan mengandung kelenjar dan jaringan ikat. Tumor jinak lainnya meliputi adenoma kompleks, fibroadenoma, duct papilloma dan adenoma sederhana. Sekitar 50%, tepatnya 26-73% tumor mammae pada anjing bersifat ganas, namun menurut studi kasus kejadian tumor mammae yang ganas hanya mencapai 21-22%. Tumor mammae yang ganas terbagi menjadi tubular adenocarsinoma, papillari adenocarsinoma, papillari sistic adenocarsinoma, solid carsinoma, anaplastic carsinoma, osteosarcoma, fibrosarcoma dan malignant mixed tumor. Inflamatori karsinoma merupakan tumor yang memiliki ciri tumbuh dengan cepat, terdapat memar, edema, sakit, dan juga dapat menyebabkan disseminated intravascular coagulation. Tipe ini merupakan tipe yang paling ganas dari tumor mammae anjing.



















Pada foto ini bisa dilihat tumor yang sudah pecah di kelenjar mammae nomor dua.
Setelah dilakukan radiografi thoraks, diketahui bahwa tumor mammae ini telah bermetastasis ke paru-paru (dan kemungkinan jaringan tubuh lainnya).
Berdasarkan keinginan pemilik, karena alasan animal welfare, solusi akhir bagi kasus Lilu adalah euthanasia (juga mengingat bahwa Lilu sudah berusia 14 tahun).




Tumor yang ganas secara histopatologi dibagi menjadi dua yaitu yang menunjukkan adanya invasi terhadap dinding sel darah dan yang tidak menunjukkan adanya invasi. Tumor yang tidak menunjukkan adanya invasi prognosanya lebih baik. Anjing dengan adenocarsinoma non invasif mempunyai rata-rata peluang hidup hingga dua tahun, sedangkan anjing dengan adenocarsinoma invasif memiliki peluang hidup sekitar satu tahun. Ukuran tumor juga mempengaruhi prognosa, pada anjing dengan besar tumor lebih dari 5 cm dapat bermetastasis melalui kelenjar limfe sehingga prognosanya lebih jelek. Tipe tumor juga penting dalam menentukan prognosa. Anjing yang mengidap sarkoma dan karsinosarkoma dapat bertahan kira-kira 9-12 bulan, sedangkan anjing yang mengidap inflamatori karsinoma memiliki prognosa yang jelek dan biasanya tumor ini bermetastasis. Metastasis tumor mammae yang ganas biasanya terjadi pada limfonodus regional dan paru-paru.

Tumor mammae menyebar ke bagian tubuh lainnya dengan cara melepaskan sel kanker individual dari berbagai tumor ke jaringan limfatik. Sistem limfatik meliputi pembuluh limfe dan limfonodus. Terdapat limfonodus regional pada bagian kanan dan kiri tubuh yaitu limfonodus axillaris dan inguinalis. Kelenjar mammae 1, 2 dan 3 menyebarkan sel tumor mereka ke limfonodus axillaris, sedangkan kelenjar mammae 4 dan 5 menyebarkan tumor ke limfonodus inguinalis. Tumor baru terbentuk pada bagian ini dan kemudian melepaskan lebih banyak sel pada organ lain seperti paru-paru, hati dan ginjal.


Gejala yang tampak yaitu terjadi pengerasan pada daerah glandula mammae dan terbentuk nodul-nodul, serta jaringan mammae mengalami pembengkakan. Daerah tumor dan sekitarnya menjadi menghitam, kemerahan, dan kadang berwarna merah abu-abu karena terjadinya perdarahan. Selain itu, dapat pula tampak adanya area nekrosis/kematian jaringan dan pernanahan yang berwarna kekuningan. Proses pembengkakan dan pernanahan sering terjadi di daerah kulit, dan hal tersebut tidak hanya terjadi pada tumor ganas/ kanker tetapi juga tumor jinak. Gejala lain yang biasanya menyertai tumor glandula mammae yang sifatnya ganas adalah terjadinya penyebaran jaringan tumor sehingga tumor tersebut menjadi lebih luas, hewan mengalami anemia dan perubahan klinis lainnya. Biasanya tumor jinak tumbuh secara perlahan, tidak benimbulkan rasa sakit dan berpengaruh kecil terhadap kesehatan tubuh. Tumor yang terjadi di daerah ketiak belakang menyebabkan kebengkakan pada payudara dan pada satu atau kedua kaki belakang. Sedangkan di daerah ketiak depan menyebabkan kebengkakan pada kaki depan.

Yang dapat menjdi penyebab terjadinya tumor mammae antara lain adalah tidak berfungsinya ovarium (disfungsi ovaria) dan ovariektomi (operasi penghilangan ovarium). Disfungsi ovaria ini dapat menyebabkan terjadinya abnormalitas siklus birahi. Gangguan tersebut biasanya disebabkan oleh adanya produksi estrogen yang berlebih. Faktor pakan dan kegemukan ternyata juga bisa menyebabkan tumor glandula mammae. Kegemukan pada hewan umur 1 tahun dan makanan komersial yang mengandung bahan kimia dapat menstimuli pembentukan sel-sel tumor. Agen kimia dan biologis tertentu dapat berperan sebagai senyawa karsinogenik (pemicu kanker). Batu bara dan senyawa-senyawa turunannya dapat menyebabkan tumor pada kulit, ginjal, glandula mammae dan beberapa organ lainnya. Retrovirus, papilloma virus, adenovirus, dan herpes virus juga bisa menyebabkan terjadinya tumor glandula mammae.
Beberapa penelitian memperlihatkan hubungan antara perkembangan tumor mammae dan progesteron, hormon kebuntingan pada betina. Karena steril menurunkan tingkat progesteron secara drastis, maka hal ini juga mengurangi kejadian penyakit ini pada anjing betina tersebut. Pada keadaan dimana steril tidak umum, sering dilakukan terapi progesteron untuk mencegah terjadinya estrus, namun injeksi progesteron terbukti meningkatkan resiko terkena tumor.
Diagnosa
Jenis tumor sulit ditentukan dengan inspeksi fisik, sehingga diperlukan adanya pemeriksaan lanjutan seperti biopsy pada jaringan tumor tersebut. Hasil biopsy akan memperlihatkan apakah tumor tersebut jinak atau ganas, dan termasuk ke dalam tipe mana tumor tersebut. Tumor yang agresif dapat bermetastasis dan menyebar hingga limfonodus atau paru-paru. Radiografi daerah thoraks dan inspeksi fisik limfonodus dapat memperjelas diagnosa tumor ini.

























Setelah Lilu selesai dioperasi, proses euthanasia langsung dilakukan menggunakan Euthal secara intravena. Proses euthanasia ini (seperti yang sudah diceritakan) adalah keinginan sukarela dari Mrs. Judith, pemilik Lilu. Kemudian, tanpa menyia-nyiakan pengorbanan Lilu, bagian Patologi mengadakan pemeriksaan patologi anatomi.
Dari hasil pemeriksaan postmortem inilah diyakini bahwa Lilu mengalami tumor stadium lanjut yang telah bermetastasis ke paru-paru. Jaringan tumor tampak pada foto berupa kelereng-kelereng hitam mengkilat.



Terapi
Operasi merupakan pilihan terapi yang paling sering digunakan, kecuali apabila pasien sudah sangat tua. Tindakan operasi yang dilakukan sedini mungkin dapat menghilangkan seluruh tumor pada 50% lebih kasus tumor ganas. Daerah yang diangkat tergantung pada keputusan dokter hewan yang menangani. Beberapa mungkin hanya mengangkat massa tersebut, sedangkan yang lain, mengingat bahwa tumor dapat menyebar, akan mengangkat massa tersebut, jaringan mammae lainnya dan limfonodus yang berhubungan dengan kelenjar tersebut. Misalnya jika tumor tumbuh pada kelenjar no 2 di sebelah kiri, maka kita harus mengangkat kelenjar 1, 2 dan 3 dan limfonodus axillaris pada sisi tersebut. Jika tumor tersebut ditemukan pada kelenjar no 4 maka kelenjar 4 dan 5 dan limfonodus inguinal pada sisi tersebut harus diangkat seluruhnya. Tumor sarkoma sangat susah diangkat seluruhnya dan kebanyakan akan tumbuh kembali pada tempat yang telah diangkat sebelumnya.

Radiografi pada dada dapat menunjukkan ada tidaknya kejadian metastasis. Pengangkatan tumor harus dilakukan dengan batas yang luas untuk mencegah kejadian berulang, bahkan pengangkatan seluruh kelenjar mammae harus segera dilakukan jika perlu. Pengangkatan kelenjar mammae pada anjing sering disamakan dengan radikal mastektomi pada manusia, namun sebenarnya berbeda. Pada manusia, tipe operasi ini akan mempengaruhi jaringan otot dibawahnya, yang menyulitkan penyembuhan. Pada anjing, seluruh jaringan mammae dan jaringan limfatik tidak berhubungan dengan lapisan otot. Mastektomi radikal pada anjing berarti pengambilan seluruh jaringan mammae, kulit yang menutupi, dan keempat limfonodus yang melingkupinya.
Terapi dengan kemoterapi masih jarang digunakan. Namun pemberian doxorubisin, baik tunggal maupun dikombinasikan dengan cyclophosphamid dapat diberikn pada kasus adenokarsinoma atau karsinoma yang bersifat anaplastik atau undifferentiated, terlihat adanya invasi limfatik atau vaskularisasi, ulserasi, maupun tanda-tanda metastasis pada limfonodus. Terapi dengan antiestrogen seperti tamoxifen memperlihatkan toksik yang tidak dapat diterima anjing, sehingga tidak direkomendasikan.


Tindakan Postoperatif
Perawatan yang dapat dilakukan setelah dilakukan operasi pengangkatan tumor adalah pemberian balutan tekan pada bagian yang dioperasi perlu diberikan untuk menahan agar jahitan tidak mendapat tekanan yang terlalu kuat. Balutan tekan diganti tiap hari selama 3 hari pertama. Balutan tekan dilepas setelah 4 hari, dan jahitan kulit dilepas setelah 12 hari.


Daftar Pustaka

Ettinger, S. 1989. Textbook of Veterinary Internal Medicine. Philadelphia : W.B. Saunders Company.

Foster, Smith. 2008. Mammary Tumors (Cancer) in Dogs. http://www.labrador-retriever- guide.com/dogbreastcancer.html. [23 Mei 2010].

Itoh, T. 2005. Clinicopathological Survey of 101 Canine Mamary Gland Tumor Differences Between Small Breed Dog and Others. J.Vet.Med.Sci. 67(3):345-347, 2005.

Kachiwal. 2010. Veterinary Surgery. http://hassanianclinic.blogspot.com/2010/02/fibroadenoma-mammary-tumor-in- samoyed.html/. [2 Juni 2010].

Karayannopoulou, M et al.2005. Histological Grading and Prognosis in Dogs with Mammary Carcinomas: Application of a Human Grading Method. J. Comp. Path. 2005, Vol. 133, 246– 252.

Friday, May 7, 2010

KioKu




















Di sela-sela kehidupan gw yang jungkir balik, akhirnya sempet juga memosting foto ini..