Showing posts with label gigs. Show all posts
Showing posts with label gigs. Show all posts

Tuesday, October 18, 2011

Backstage Story #sekian : DAI★SHI performance in Japan Community (JACOM) @ Kramat Jati Indah Plaza
















Hal yang menyenangkan dari kegiatan perform yang bertubi-tubi adalah, kita tak perlu menyesali kesalahan-kesalahan yang diperbuat pada perform sebelumnya. Karena hal itu dapat segera diperbaiki pada perform selanjutnya.

Gw yang merasa tampil kurang sreg pada acara di MOI pun menaruh harapan pada perform di Kramat Jati Indah Plaza ini. Namun, cobaan pertama muncul saat kami memasuki gerbang plaza tersebut.

Ogh.. Ternyata plazanya masih baruuu.. Masih banyak tangga-tangga dan tumpukan kaleng cat yang menunjukkan pembangunannya belum selesai secara total. Wheew.. Mungkin pengunjungnya masih sepi ya?? Sayang sekali.. Ckckckck..

Dan cobaan berikutnya muncul saat Alex tercengo-cengo menatap ke jendela lobby, memandangi seseorang di dalam lobby. Belakangan dia menyatakan bahwa koko penyelenggara acara ini (yang dipandangi Alex tadi) adalah orang yang pernah "bermasalah" dengannya (berkaitan dengan masalah fee).. Wedeee.. Aromanya agak-agak ga enak nih..

(Gw tidak akan menyebutkan panggung mini & alat yang "ehm" sebagai salah satu problem pada hari itu)..



Well, dengan beberapa masalah kecil itu, kami memutuskan bersikap nothing to lose.. Sampai... Sampai tiba-tiba kami yang jadwalnya main pukul 14.30 WIB diminta (atau disuruh) on stage pada pukul 13.00 karena ada band yang batal hadir.

Baiklah, saudara sekalian.. Pada detik-detik seperti itulah saya rasanya ingin menelan bulat-bulat (dengan geram) apa yang disebut sebagai "profesionalisme".

Tapi yaah.. Apa boleh buat?? Marilah kita terus mencoba bersikap profesional..




















Akhirnya dengan waspada (takut fee kami tidak turun), kami menuju panggung. Tapi, kami menemukan suatu kontradiksi di sana. Jam sudah menunjukkan pukul 13.00 WIB, tapi alat panggung belum dicolokiiinn!! Dan kami disuruh main jam 13.00 WIB..

What a contradiction~ (Atau mungkin maksudnya kami sekalian disuruh bantuin masang-masang alat. Hmm... No problemo sih..).

Tapi untungnya, MC-nya sangat menyenangkan dan kooperatif.. Tak dapat disangkal, MC yang baik & kooperatif itu sangat mendongkrak mood performer.

Mungkin karena performer menjadi merasa aman dan nyaman, yakin bahwa semuanya akan berjalan lancar. (sering juga mengalami MC yang beler, atau bahkan superdongo..)
















Jadi, mungkin ditinjau dari kenikmatan performance. Hari Minggu itu kami tampil lebih enjoy dibanding performance pada hari sebelumnya.. Dan ternyata pengunjung KJI itu banyak banget loooh..

Such a lovely people!! Meskipun mereka KAGA NGARTI gw nyanyi apa, mereka tetap menancapkan kaki di depan panggung dan menonton dengan sabar..

Hahahahah.. Thank you very much! Dan ternyata, Puji Tuhan.. Fee kami langsung turun..

Untung ga ketiban problem yang sama dengan Alex dkk.

















Sunday, May 29, 2011

Report : Prom Nite of Teratai Jingga (April 20th 2011)















Hukum sebab akibat selalu berlaku..
Korslet-nya tombol huruf "W" dan "!" di keyboard lappy berperan sebagai sebab.
Akibatnya adalah isi blog jadi rada ga "meaning", dan gw mulai kehilangan kewarasan karena lama ga menumpahkan isi otak dalam bentuk postingan blog..

Namun, akhirnya gw meminjam lappy pacal, dan berusaha mengembalikan kewarasan ini..
Oh, my Goth! Banyak banget utang review yang menanti untuk dilunasi..
Well, gw akan mulai dari yang paling awal dulu..
Ini adalah review tentang peristiwa ketika gw memutuskan untuk merobohkan penghalang antara kehidupan side A & side B gw..
Ini adalah report mengenai acara Prom Nite Teratai Jingga yang dimeriahkan oleh D*S..


Bermula dari tawaran (gw duga) basa-basi-nya Tuty di Cafe Ungu (apa itu? itu adalah nama kantin di FKH, satu2nya tempat di IPB di mana mahasiswa & dosen bercampur dan makan bersama di suatu area sempit..).
Tuty menawari D*S untuk tampil di acara Prom Nite-nya Teratai Jingga (apa itu? itu adalah nama angkatan para koas FKH yang kini sudah mulai menjalani sumpah dokter hewan mereka..).
Tanpa pikir panjang, gw langsung bilang "Okey..". Entah ada angin apa....
Padahal biasanya, gw sangat segan untuk tampil di fakultas sendiri..
Kenapa? Karena gw takut teman-teman sejawat meragukan kewarasan gw setelah melihat gw on stage..

Satu hal yang gw lupa pertimbangkan lagi, D*S mesti cari additional bassist duluu~~
Untunglah, ada Alexander Bramono yang kocak (dan mirip teman gw, Esther J. S (ini cewe loh)) dan luar byasa jagoow..
Dan lupa lagi.. ga nampol kalo bawain lagu Jejepangan dan lagu sendiri..
Jadi, mesti cari lagu yang umum-umum sadja untuk dibawakan..

















Last supper after rehearsal..
Saya hanya tampak hidungnyaaa~~


Waktu hari-H, jantung gw mau loncat saat mengetahui ada dosen yang datang..
Padahal kan rencananya D*S mau menggoyang panggung (duh..istilah yang sangat lucu...).
Tengsin banget kalo mesti "menggoyang panggung di hadapan dosen (dosen gw pulaq..siaal!!)".
Sama seperti perasaan saat manggung di Manggala Wanabhakti, sumpah gw deg2an banget...
Ampe merinding..Hiiyh..

Oh, ya.. Mana outfit gw waktu itu lumayan outrageous.. Hahah..
(Gw udah sempet mau pulang untuk mengambil kostum lain yang lebih sopan, namun batal setelah Pupup dan Ajem dan Eyang Uti meyakinkan bahwa kostum gw ga se-outrageous yang gw sangka..)..















(Bung Alex.. posenya aja sudah menggambarkan "sepak terjangnya" di sekitar meja makan pas Prom Nite Teratai Jingga..).


Nyaris semua korelasi di kehidupan gw terbuka dan saling berikatan malam itu..
Teman-teman kuliah, sahabat, kenalan, pacar, temannya pacar, rival dan musuh saling bertemu di Prom Nite itu..
Inilah yang gw maksud dengan "merobohkan penghalang antara kehidupan side A & side B"..

[dan ternyata benar, ada beberapa dari mereka yang nasibnya berubah sejak malam itu..]..

Kalian para pembaca mungkin bisa membayangkan betapa campur aduknya perasaan saya..
Gw berusaha mengabaikan gangguan emosi ini, demi kesempurnaan performa D*S..
[Tapi ternyata, sedikit banyak tetap berpengaruh.. SH*&!]..




















Gw bahkan sampe melewatkan suatu verse dalam lagu pertama..
GILAG.. Belum pernah kejadian tuh selama bertahun-tahun gw menyanyi..
Semoga ga ada yang nyadar, selain fans berat Lady Gaga & personel D*S.. Kikikikikik..
Dan kontrol vokal gw pas lagu pertama betul-betul hilang..

Anehnya..
Roku juga rada-rada mengalami gangguan konsentrasi..
Karena pada saat intro dia memainkan lagu yang berbeda dari kesepakatan kami sebelumnya..
Luar byasa lucuu...


Yah...
Sulit untuk mencoba menjelaskan dari sudut pandang gw yang jejingkrakan selama 2 lagu TEPAT di depan batang hidung beberapa dosen..
Duh, kenapa pula mereka duduknya di tengah-tengah ruangan gitu..?
Hux..Semoga kelulusan saya tidak dipersulit..
Tapi waktu itu gw berpikir.. "Yah, sudah kecebur got.. Mending sekalian berenang saja.. Kalo mati, ya tinggal 'ngapung..di got..".

Secara keseluruhan, malam itu berjalan ga parah-parah banget..
Lagu pertama & kedua berhasil membuat [sebagian] Teratai Jingga & Fast 15 jejingkrakan liar layaknya mahasiswa tawuran..
[waktu melihat para lelaki bertingkah seperti itu di hadapan dosen, gw berpikir : "Mampuslah gw.."]..

Meskipun D*S (terutama gw-nyaaaa~~) 'nyampah di panggung, teman-teman untungnya berhasil dibuat jejeritan..
Hontou ni doumo arigatou gozaimasuuu~~ Love y' all, always!!

















Yeey~~
I want your bad romaanncee...~


Oh,ya.. Bahkan sesaat setelah gw sampai ke lokasi acara, ada dosen yang meminta foto bareng (sama saya)..
Dengan kata-kata, "Wah, tolong fotoin Bapak sama artis, ya..", ke seorang teman..
Dya sama sekali ga inget bahwa dya pernah 'ngomelin gw di laboratorium karena salah sangka..
Ckckckck... si Bapak nih..
















Dan btw, beberapa minggu setelah acara, gw baru tahu kalau Komti Teratai Jingga mendapat teguran karena acara yang terlalu liar itu..
Duh, saya secara resmi mewakili DAI*SHI memohon maaf kepada Muning Edi S. dan teman-teman karena kerusuhan yang terjadi karena aksi panggung kami.. Sungguh, kami sangat menyesal tidak menahan gejolak musik kami..
Mohon maaf sebesar-besarnya..
Semoga D*S tidak merusak kenangan indah kalian tentang prom nite ini..






















Okeyy.. That's all for today, folks~

Sunday, June 20, 2010

Captured @ Lissoi Cafe, Pasar Minggu


















We're Ready To.... RagnaRock!
Ride on carousel of eternal brutality...
Darara.. dam dam..

























Nah.. Di sini ini enaknya nyanyiin lagu ballad seperti Silhouette..
Nyanyinya bisa sambil duduk..

Lagu ini (Silhouette) berkisah tentang keposesifan (pake F ato V sih..?) dan egoisme manusia..
Dan berikut ini liriknya...
Please enjoyy!!



Silhouette by DAI*SHI
Intro :
atashi no ni natte tsudzukete, itsumo soba ni ite hoshii
atashi no ni natte tsudzukete, itsumo soba ni ite hoshii
kimi wo aisuru koto shika atashi ni wa dekinai

Reff:
Tiada lagi sinar mentari..
Jika kau melupakan diriku..
Tiada lagi indahnya mimpi..
Jika kau bahagia tanpa aku...

Verse 1 :
Dari balik debu kulihat bayangan dirimu..
Tak tersentuh lenganku yang ‘tlah semu dan membiru..
Terkubur lama dalam siksa hampa dan rasa pilu..
Mengubah cinta jadi dendam kelabu..

Murmurs :
kimi wo aisuru koto shika atashi ni wa dekinai

Reff :
Tiada lagi damai di hati..
Jika kau merelakan diriku..
Tiada guna asa kaucari..
Kar’na kau s’lamanya milikku..

Verse 2:
Tiada lagi serbuk peri ‘tuk sembuhkan luka ini..
Yang tersisa hanya luka hitam dalam relung hati..
Ku ‘kan sabar menanti di sudut perangkap mimpi..
Kaulah milikku hingga akhirnya nanti..

Murmurs :
kimi wo aisuru koto shika atashi ni wa dekinai

Reff :
Tiada lagi sinar mentari..
Jika kau melupakan diriku..
Tiada lagi indahnya mimpi..
Jika kau bahagia tanpa aku...

Lihatlah aku yang masih nyata..
Meski hanya siluet saja..
Meski hanya bayanganku yang tersisa..

Murmurs :
kono shinko na sugata wo mite,
SILHOUETTE demo nokoshitemo
kage shika nokosanai kedo

Reff :
Tiada lagi damai di hati..
Jika kau merelakan diriku..
Tiada guna asa kaucari..
Kar’na kau slamanya milikku..

Reff :
Tiada lagi sinar mentari..
Jika kau melupakan diriku..
Tiada lagi indahnya mimpi..
Jika kau bahagia tanpa aku...



End Note :
Aiihh!! AKu membuat lirik berbahasa Indonesiaaa~~~
Sulit dipercaya..
Tapi untungnya, ada Aya yang bersedia membantu untuk meramaikan lirik Silhouette dengan bahasa Jepangnya yang aduhai..

Hontouni doumo arigatou, Detta Olyvia (Aya) Nirwana..!!



Friday, June 11, 2010

Mama Rocker Fest II 2010, a review





















Sungguh tak pernah mudah jika punya 2 kehidupan yang bertolak belakang..
Menjalani kehidupan A dengan serius bisa membuat kita lupa akan kebahagiaan menjalani kehidupan B.
Yah, gw pun kadang-kadang lupa tentang kebahagiaan bermusik kalo terlalu serius menjalani kehidupan koas yang jungkir-balik.

Namun, gw tetap harus bersyukur karena banyak hal yang bisa mengingatkan gw tentang jati diri sejati.
Salah satunya adalah progress latihan untuk acara Mama Rocker Festival 2 yang digelar tanggal 13 Juni 2010.

Di setiap latihan (baik saat latihan sendiri maupun bareng-bareng), gw diingatkan bahwa hidup ini sudah terikat erat dengan musik..
Bagi gw, jalan untuk mengekspresikan diri adalah lewat seni.
Dan bidang seni yang paling gw cintai adalah musik (meski gw juga bahagia saat menari, menggambar, melukis, bikin puisi, etc)..
Bayangkan, kadang-kadang gw lupa akan hal ini!
Ckckckck...


Di acaranya Mas Awi ini, D*S bawain 3 lagu (tadinya sih nyiapin 6 lagu) saja.
Urutannya adalah Ragnarock - Silhouette - Redrum.
Btw, Shilouette ini adalah single terbaru D*S, dan merupakan lagu pertama yang berbahasa Indonesia, dan juga lagu pertama yang bertemakan cinta.
Tapii.. Dijamin 100%, liriknya ga bakal nyampah ato alay koq..

Karena takut kena kemacetan arus balik liburan di tol Jagorawi, kami memutuskan untuk berangkat dari Bogor jam 4 sore.
Padahal D*S kebagian main jam 21.30 WIB..
Tapi, berkat dateng cepet, kami bisa tenang-tenang memperhatikan performance dari rekan band yang lain, bisa makan malem tepat waktu dan bisa make-up-an dengan tenang.
Meskipun kali ini kami semua meninggalkan kostum ribet itu dan memutuskan untuk memakai kaos terbaru D*S..

Setelah tiba di Lissoi Cafe, gw jadi bernostalgia mengingat zaman masih di band gw yang terdahulu.
Karena, waktu itu kami sering sekali main di cafe mirip Lissoi ini..
Atmosfernya sangat-sangat khas sekali, meskipun semakin malam gw semakin hampir mati tercekik awan kinton yang terbuat dari asap rokok.



FYI, banyak banget band keren yang main di Mama Rocker Fest II.
Dan ga semuanya merupakan band J-Indo..
Ada juga band genre lain seperti Joni Kemon (dari Bogor juga loh..) yang ikut meramaikan Minggu malam itu.

Alhamdulillah, ga banyak problem besar (atau perasaan gw doank yak?) yang terjadi saat D*S main, selain :
1. Drumnya Roku begitu ketakutan melihat manusia yang bakal menggebuknya. Jadi, Sang Drum Set semakin menjauh saat digebuk-gebuk..
Hal ini memberikan dampak negatif bagi tempo musik yang kami mainkan.

2. Volume gitar Dowe toa bangget di Ragnarock..
Untungnya ada stage manager kami yang murah hati, Aya, yang dengan ikhlas mencolek-colek Dowe & memberi saran untuk mengecilkan volume gitarnya.

3. Selot boots gw (engg.. sejak kapan sepatu ada selotnya?) lepas-lepas trus sepanjang on stage.
Tadinya gw merasa risih, dan pengen mbetulin itu sepatu. Tapi karena Kira memberikan kode "Cuek aja", gw akhirnya cuek bebek dengan kondisi sepatu agak berantakan ituh..
Tapi, gw harus bersyukur karena ga ada insiden gw keserimpet & jatoh karena selot yang melambai-lambai ituh.
Moga aja yang ngeshoot video ga nyorot ke bagian kaki gw..
Hix..

4. Masalah yang teringet di otak gw kini baru segitu doank sih.
Mungkin ada saran dan masukan atau tambahan dari pembaca blog ini, silakan tulis di comment yah!


Ow,yah..
Gw mendengar isu pasca event yang kurang baik mengenai acara Mama Rocker ini..
Entah apa yang memicu beredarnya kabar burung itu..
Namun, gw cuma pengen menjabarkan opini gw sendiri sebagai musisi sekaligus sebagai penonton di event ini (karena gw juga menonton aksi keren band-band lain).

Begini, gw memang baru mengenal dunia panggung-memanggung selama 8 tahun saja.
Namun, selama 8 tahun itu gw pernah merasakan jadi panitia acara, pengisi acara maupun penonton suatu acara.
Pada awalnya, sudut pandang gw begitu sempit dan picik.

Misalnya, saat menjadi panitia, gw bakal ngedamprat atau maki-maki band yang telat atau mainnya jelek atau yang mbawain lagu ga sesuai tema acara..
Sebaliknya, saat jadi pengisi acara, rasanya pengen nyekek panitia yang bloon, lelet dan atau ga berpengalaman saat muncul konflik selama acara..
Nah, saat jadi penonton, biasanya emang enak banget kalo bisa ngata-ngatain panitia maupun pengisi acara jika acaranya garing atau ga meaning.

Memang.. yang enak itu, ya jadi penonton saja.
Loe ga bakal disalahkan saat terjadi hal-hal buruk pada suatu acara..
Dan ga punya tanggung jawab untuk membuat acara jadi rame bin asik..
Dan lagi, loe bebas mengkritik pedas baik panitia maupun pengisi acara yang loe anggap buruk sekali performanya.
Tanpa perlu mengkhawatirkan apapun!!


Namun, berada di posisi yang berbeda-beda dalam waktu 8 tahun akan membuat loe sadar..
Bahwa menjadi panitia acara itu ga gampang, meskipun kita dikaruniai otak secerdas apapun.
(Karena loe harus bisa berkoordinasi dengan banyak pihak dengan berbagai karakter berbeda).

Bahwa menjadi musisi itu bukan hanya mengharapkan ditonton orang banyak saja...
Mungkin mulai malam itu, gw jadi sadar bahwa jumlah penonton bukanlah hal yang penting bagi para performer.
Yang paling penting tentunya kualitas penonton, serta komunikasi yang terjalin antara performer & penonton tersebut..

Dan loe akan sadar, bahwa menjadi penonton suatu acara itu BUKAN HANYA MENONTON performa panitia & pengisi acaranya saja.
Kalo loe HANYA MENONTON, bukannya menyimak dengan paradigma yang bijak, tentunya loe bakal merasa rugi buang-buang uang untuk beli tiket.


Sebagai penonton, gw suka sekali menyimak hal-hal kecil nan sederhana dari pengisi acara yang sedang on stage.
Sebab, kalo loe GA MENYIMAK, loe ga bisa menyerap energi yang dihasilkan dari performer tersebut.
Sebab, kalo loe GA MENYIMAK, loe ga bisa mengerti apa yang disampaikan dan ga mengerti usaha keras Sang Performer untuk mempersiapkan penampilan hari itu.

Hal yang wajar kalo gw menangis terharu saat menonton konser Ayu yang memang serba canggih dan keren banget.
Mungkin wajar pula kalo gw menangis saat nonton performance ArchEnemy Oktober tahun lalu..
Tapi, bahkan gw menangis saat menyimak tarian Pepen saat manggung bersama Umaku Eisa Shinka beberapa tahun lalu..
Kalo gw ga menyimak dan ga menyerap spiritnya Pepen, mana mungkin gw bisa menangis karena tersentuh??
Karena gw ga ngerti lagu ataupun musiknya..

Berkaitan dengan isu negatif yang sering terdengar tentang acaranya Mama Rocker ini..
Tahukah kalian wahai penyebar isu, bahwa mungkin saja gara-gara acara ini muncul sebuah band berbakat yang bisa menyelamatkan industri musik Indonesia dari kehancuran a.k.a pembodohan?
Tahukah kalian, bahwa mungkin setelah menonton acara ini, telah tumbuh kepercayaan diri baru di diri seseorang yang tadinya minderan?
Terpikirkah oleh kalian, bahwa ada orang unable atau orang dengan keuangan minim yang berusaha keras datang ke acara ini untuk menonton atau mendukung band favoritnya?

Dan.. apakah kalian pernah berpikir, bahwa ada band yang baru memulai kariernya dari acara ini dan berharap mendapat dukungan penonton?
Atau, tahukah apa saja yang sudah dikorbankan dan diusahakan semua pihak yang terlibat demi terselenggaranya acara ini?
Mungkinkah kalian mengerti, jika ada orang yang belajar mengenai makna suatu performance setelah hadir di acara ini?


Dan tahukah kalian, mungkin saja ada orang yang memahami arti jadi musisi sejati setelah datang ke acara ini?

Mungkin sebaiknya hentikan kebiasaan kalian yang menilai sesuatu hanya dari kulit arinya saja..
Dan, mengertilah.. Ketenaran instan tanpa usaha keras itu tidak ada harganya..

Sunday, March 14, 2010

Nippon no Hibi 2010, a review


















Kami semua, personel DS, hingga saat ini belum mahir berakustik ria.
Entah mengapa.
Jadi saat mengetahui bahwa Nippon no Hibi 2010 ini harus dalam format akustik, beberapa dari kami merasa ragu.
Namun, gw yang mengalami intoksikasi akibat live performance Flyleaf versi akustik, merasa ingin mengambil kesempatan tampil akustik ini (sekaligus sebagai bahan pembelajaran).


Lagu pilihan untuk tampil selama sekitar 20 menit ini tak muluk-muluk.
Alasan utamanya adalah karena Aswan tidak bisa latihan minggu berikutnya.
Sehingga kami tak sempat mengaransemen lagu yang cukup rumit.
Jadi lagu yang dipilih adalah Glamorous Sky, Tonight dan Fearless.























Pas hari H, tanggal 13 Maret 2010 (bertepatan dengan hari ulang tahun Kira), dengan bodohnya kami (kecuali Roku) baru datang 45 sebelum jam main (pukul 13.30 WIB).
Dengan tergopoh-gopoh kami mencari ruang ganti dan baru saja akan memulai proses make up saat gw menguping pembicaraan Roku & panitia.
Isi dari pembicaraan itu adalah :
Ada protes dari pihak Binus Anggrek, karena suara berisik yang muncul dari panggung di lantai 1 mengusik ketenangan para mahasiswa yang sedang kuliah.
(Saya bertanya-tanya, apakah tak pernah ada surat perizinan acara? Atau mungkin ada perubahan rencana?)
Sehingga, panggung hanya boleh diisi disaat tak ada kelas yang kuliah, yaitu jam 1, jam 3 dan jam 5 ke atas.

Honey Beat yang masih kekurangan personel memilih main jam 3.
Nah, jadilah kami pusying..
Karena setelah manggung kami berjanji untuk menjarah rumah si personel DS yang ultah.
Selain itu, Umaku Eisa Shinka sudah dijadwalkan untuk main jam 5.
Berhubung Eisa ini mengandung banyak kepala, tentu saja sulit untuk menggeser-geser jadwal tampil mereka.
Dan lagi, DS merasa tak enak sudah membuat ROku bolos tampil bersama Eisa hari itu.

Jadilah kami terpaksa main jam 1.
Yang artinya make up & peralatan harus sudah siap dalam 15 menit.
(Mohon maaf sebelumnya jika ada keberatan akan kalimat-kalimat berikutnya).

Sesungguhnya hal ini bukanlah masalah berarti, karena hari itu kami tidak mengenakan kostum ruwet.
Seharusnya kami bisa segera siap.
Namun sayangnya, setelah beres make up gw melihat hal yang membingungkan.

Gw melihat Roku sedang berada di atas stage dan sibuk mengatur-atur peralatan dan kursi-kursi.
Selayaknya seorang stage crew.
Masalahnya, dia yang mengaturnya SENDIRI.

Yang membuat saya bingung adalah, kami diharapkan siap segera dalam 15 menit, namun di atas stage belum ada alat apapun selain karpet.
Ya sudahlah, mungkin ada miskoordinasi dalam hal ini.

Tadinya gw ingin berpikir demikian ringannya.
Namun, kira-kira semenit sebelum personel naik, mixernya masih kosong..
Tak ada soundman atau siapalah gitu yang berjaga di sana..
Waduh.


Jika dalam suatu performance Sang Pengisi Acara yang ga siap, tampilannya bakal terlihat garing dan nyampah.
Nah, apakah yang akan terjadi jika pengisi acara sekaligus soundman (atau siapalah yang bertanggung jawab kalo ga ada orang panggung) tidak siap?
Ya sudahlah, saat kaki sudah menjejak lantai panggung, tentu tak boleh ada pikiran lain yang mengganggu.
Gw waktu itu berpikir, "Yo wes lah.. Mau kedengeran keq mau kaga ada suaranya keq, yang penting gw tampil sesuai yang sudah kami janjikan".

Ketololan kami yang paling fatal adalah ; alat-alat yang harusnya perlu disetem ga disetem.
Oon parah...
Parah..
Parah..























Well, banyak sekali miracle yang muncul dengan segala kekurangan tersebut.
Keajaiban yang paling penting adalah :
Panggungnya tidak roboh saat diinjak oleh kami ber5, terutama saat Roku naik..

Yah, moral dari kisah ini adalah :
Saat ditawari main akustik, bawalah sebanyak mungkin alat kalian sendiri (termasuk ampli, mic dan mixer kalo perlu).


Monday, February 15, 2010

Japan Rock Day 17, a review!























Huaahh!!
Meskipun cape bangeett, gw suuenuueenng (baca:senang) bisa main di Japan Rock Day vol.17 tahun 2010 inii!! Dan sekaligus senang karena hipotesis gw terbukti.
Itu looh..! Seperti yang tercantum di review tentang acara STAN itu.

Ternyata benar, pas hari H JRD vol.17 ini, ga ada hal aneh yang merugikan..
Padahal pas H-2 aja kita masih ga yakin, sebenarnya acara JRD ini jadi atau ga..(pas BOH juga gini sih..).
Karena Mas Awi lagi ribet ngurusin hal lainnya, jadi technical meeting hanya diadakan bagi band-band baru..
AgGGHh! Jadinya kami terlantaarr tanpa kepastiaann...!!
Cukup mengerikan juga sebenarnya.


Tapi gapapa koq, Mas Awi..
Yang penting, pada hari H tidak ada kejadian buruk...
Bahkan, sound stage yang awalnya kami kira bapuq pun ternyata jadi bagus kalo ditangani dengan tepat..
Bahkan, meskipun 1 nampan efek gitarnya Dowe rusak tiba-tiba pun mendatangkan keuntungan lain baginya (dan kami semua). Karena Dowe jadi mencolok gitarnya langsung ke ampli bagus..Dan..Ternyata sound yang keluar pun baguss!
Alhamdulillaa~~hhh..!

Dann..Kami yang dodol ini ternyata main selama nyaris 25 meniit!
Padahal jatahnya 15 menit!!
Karena terjadi kesalahan teknis di awal (efek gitarnya Dowe ngambeg), tadinya kami hanya mau membawakan 2 lagu saja. Tapiii, entah mengapa Mas Awi mengizinkan kami (atau pasrah) untuk nambah..
Jadi total kami memainkan 4 lagu (termasuk intro)..
Maapin kite ye, Mas Awi...!!
Tapi makasih looh! Hihihi..























Oh,ya..
Ada satu hal sih, yang rada ga menguntungkan..
Yaitu arena manggung yang gelap sekali, sehingga hasil jepretan kameranya pecah-pecah..
Namun selain itu, semuanya mulus-mulus saja..






















Oh,ya (lagi)!
Ada juga yang merugikan (khususnya buat gw doank), yaitu ruangan cafe yang penuh asap rokok. Karena, kalo menghirup asap rokok lebih dari 15 menit, sinusitis gw pasti kambuh..
Untungnya kali ini sinusitis itu ga menunjukkan pengaruh merugikan terhadap suara gw...























Inilah para MC dari JRD vol. 17...!



Yang bikin gw kagum adalah :
Banyak band Bandung yang bersedia cape-cape jauh-jauh dari Bandung untuk main di JRD 17 ini..Padahal acaranya sampe malem banget..
Dan performance-nya pada niat semua!! Hebaat!
Salut banget buat semuanya!


Uookeeyy!!
Pokoknya terima kasih sebesar-besarnya untuk Mas Awi dan panitia acara, Mas Gondrong dari Studio 11 & friends, Aya beserta teman-teman dari Umaku Eisa, rekan-rekan band seperjuangan, dan makasih banyak buat yang udah datang ke acara ini dan bertahan sampai nyaris tengah malammm!!
Hontou ni doumo arigatou gozaimasuuu!
Love y’ all!!

Tuesday, February 2, 2010

Animaku no Hibi ~ Hatsuyume 2010, a review















Yang patut dipuji dari acara ini adalah backdropnya yang tampak keren saat difoto.


















Orang-orang tercinta dan Dai*Shi..
Doumo arigatou gozaimasuu 100x!!
(Btw, foto ini warnanya bagus banget yah..Bikin hati senang riang..)

























Satu-satunya alasan bagi gw untuk memajang foto ini adalah karena foto ini lucu.
Lucu yang jenis konyol, tentunya..
Lihatlah betapa besarnya mulut gw sehingga baik mawar Inggris maupun microphone bisa muat..
















Ini adalah Losemaly Malian.. Heheh..
Rosemary Marian, maksudnya..
Lihaatt..Si Bayu bisa terbaannnggg..!!




Sejak mengurusi manajemen band sendiri (80%), gw jadi menyadari..
Suatu acara yang pada awalnya koordinasi panitianya bagus, biasanya saat hari H, jadi berantakan.. Entah karena pemicu apa.
Misalnya, acara ini.
Pada hari H, sebelum on stage, di back stage gw melihat sang MC berjilbab shocking pink turun panggung sambil ngomel, “Gw belum makan dari pagi nih! Mana sih konsumsinya (entah apakah maksudnya panitia konsumsi atau makanannya)?!”. Eh, belum cuku ngomel, dia menjatuhkan “beberapa” HP (bukan 1) dengan bahagianya dari atas panggung..

Buset, gw juga waktu itu belum makan dari pagi tapi ga sampe buang-buang HP gitu..?
Nah, usut punya usut, ternyata si shocking pink tadi itu bukanlah MC yang sebenarnya.
Ternyata dia adalah MC pengganti. MC yang asli ga datang karena sakit, katanya.
















Ini juga foto yang lucu..
Ngapain coba itu 2 shougakusei barengan ngeliatin backdrop panggung?
Hihihih..






















Weittss! Jangan salah sangka duluu! Ini bukannya adegan mesra..
Nani o shimashitaka?
Gw lagi menepuk-nepuk keringetnya BangKir(a)..
Karena dia tipe yang mudah keringetan, padahal naik panggung pun belum...




Jadi, sialnya..Pas gw naik MC-nya udah ganti lagi.
Dia yang tadinya menjadi ketua panitia sie acara kini menjabat sebagai MC pengganti.
Namun sayangnya, dia yang awalnya sangat tegas dan terlihat profesional saat menjabat jadi ketua, tiba-tiba keder saat menjadi MC.
Bahkan gw yang pemalu ini nyaris membisikkan kata-kata yang harusnya MC ucapkan!
Waduh, ‘rek..Udah kaya aktris Broadway yang pake pembisik dialog aja...

Tapi ya sudahlah, kepanikanlah yang membuat si “dia” ini jadi grogi saat jadi MC.
Kepanikan jualah yang membuatnya memadatkan durasi tampil dari band-band menjadi 20 menit saja. Kenapa dia panik?
Karena acara mundur beberapa jam dari jadwal yang telah ditetapkan.
Kenapa acaranya ngaret? Yang jelas bukan karena gw..

Apapun yang telah terjadi, gw merasa ga enak sama panitia karena menerima pembayaran yang lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah lagu di awal persetujuan..
Tapi, tau kan..? Yang namanya rezeki tak boleh ditolak..

Yang pasti, gw sangat bahagia karena teman-teman tercinta datang menemani kami.
Mulai dari Ppo, Ayya, Widhi dan Istri, Ika, Ira, Nako, temannya Nako, dan semua yang belum tersebut.. Hontou ni doumo arigatou gozaimasu! Love y’ all!



Photographs are originally by Widhi (thk u very3x much!)ited by me.
Oh,ya..Ada juga yang dari Roku..