Showing posts with label movie. Show all posts
Showing posts with label movie. Show all posts

Friday, January 30, 2015

Byzantium (2012), A Review

"I write of what i cannot speak.. The Truth.."
(Eleanor Webb)





































Awalnya, gw sama sekali ga tahu-menahu tema film ini.
Hanya karena dua aktris favorit gw main bareng dalam satu film, gw rela nonton Byzantium.
Yep, siapa juga yang sanggup menolak Gemma Arterton PLUS Saoirse Ronan??

Anyway, judul film ini juga catchy dan lumayan bikin penasaran.
Byzantium, kota pelabuhan di zaman Yunani Kuno. Yang kemudian berubah menjadi Konstantinopel dan kemudian menjadi Istanbul..
Nah, apakah yang dimaksud dengan Byzantium di film ini?

SPOILER ALERT!!
Balik lagi, awalnya gw menonton film ini tanpa prasangka apapun.
Aromanya seperti film drama di awal. Sinematografinya juga hangat dan memanjakan mata penonton, layaknya film drama..

Baru kemudian, di menit ke-9, gw baru 'ngeh bahwa film ini adalah film drama thriller.
Yoyoy, film ini bercerita tentang kehidupan dua orang vampire-like. Ibu dan anak yang bertahan hidup selama lebih dari 200 tahun dengan meminum darah manusia lain.
Saoirse dan Gemma-lah vampirnya. Makin bersemangat 'ngelanjutin nontonnya, deh!

Garis besarnya, Byzantium mengisahkan pelarian ibu dan putrinya dari satu kota ke kota lain. Awalnya tidak dijelaskan siapa yang mengejar. Tapi lama-lama juga akan ketahuan..
Dikisahkan juga hubungan yang menjurus ke love/hate relationship antara ibu dan anak ini.


Gemma Arterton sebagai Clara, MILF yang ternyata adalah seorang vampire-like.

Clara Webb, diperankan oleh Gemma Arterton, adalah seorang wanita super seksi, yang ternyata sudah punya anak gadis. Clara tadinya merupakan manusia normal, namun kehidupan yang berat dan kesehatan yang makin menurun membuatnya memilih hidup sebagai vampir. Anak gadisnya, Eleanor Webb, juga merupakan alasan ia memilih hidup abadi.

IMHO, Clara merupakan tipe orang yang praktis dan kadang malas berpikir kreatif. Mungkin ini akibat hidup yang panjang dan selalu dalam pelarian. Yah, apa boleh buat... Clara dan putrinya harus hidup berpindah-pindah demi menghindari kejaran vampir lain karena dianggap mencoreng tradisi "brotherhood of vampire"..

Seperti di Hansel & Gretel juga Prince of Persia, Gemma Arterton menampilkan kemampuan bela dirinya di film ini. Super keren, pokoknya.. Cuma ya itu tadi, koq cara berpikirnya 'ndak cerdas..?


Saoirse Ronan, aura kecantikannya terpancar optimal di film ini. Sampai-sampai Gemma agak terkalahkan.






























Eleanor Webb atau Ella, diperankan oleh Saoirse Ronan. Sejak nonton Lovely Bones (review by me), gw melahap habis semua filmnya. Aktris yang satu ini bakat dan auranya memang luar biasah!! 

Ella yang berumur 16 tahunan (seumur hidup, karena dia adalah vampir) mulai merasa terkekang oleh sikap over-protective ibunya. Ia merasa kesepian dan berharap bisa menceritakan kisah hidupnya dengan jujur kepada lingkungannya. 

Sayangnya, masyarakat sekitar malah merespon negatif dan justru terjadi kekacauan fatal akibat kejujuran Ella. Banyak orang yang tewas menjadi korban akibatnya.


Alasan mengapa Byzantium layak ditonton:

1. Sinematografi dan pilihan setting ceritanya cantik dan unik.
2. Tema filmnya ga pasaran (ga kaya Tw*l*ght)..
3. Alur ceritanya tidak mudah ditebak. Bener-bener ga kaya film Hollywood yang mudah ketebak.
4. Kemampuan akting para pemerannya oke bangget. Terutama Saoirse Ronan.
5. Cocok banget bagi penggemar drama dan horror/thriller yang ga suka terlalu banyak adegan berdarah.

Sayangnya, mungkin karena bukan bikinan Hollywood, film ini kurang diketahui banyak orang.
Padahal, ini adalah terobosan baru dalam film per-vampir-an.
Memang, action scene-nya minimal, tidak seperti Blade atau Underworld (plis, jangan mention Twilight). Jadi, mungkin pemirsa pria kurang suka. Ah, tapi kan ada Si Seksi Gemma! Cukup mengobati dong, pastinyaa.. 

Selain itu, yang agak mengganjal di hati adalah "cara untuk menjadi vampir"..
Rasanya koq agak terlalu simple, yah. Loe tinggal pergi ke Bukit X, cari kuil kuno di sana, trus bertukar darah..Voila! Jadilah kau vampir..!! Agak ga make sense gimana, gitu..

By the way, jadinya Byzantium yang dimaksud dalam film ini tuh, apa? 
Gw juga ga nyangka, awalnya.. 
Ckckckck...

Selamat menonton, ya!

Thursday, July 7, 2011

Something you should watch : Sunshine Cleaning (2009)





















Some times ago, I was watch a glimpse of this movie at Home Box Office channel.
Unfortunately, that time I was in an activity that can not be abandoned, so I was forced to miss this movie.
Now, after successfully passed an examination of Veterinary Reproduction department with a lot of difficulty, I wasted no time anymore. Immediately, I watched this movie which downloaded a few weeks ago. Huh, what movie I'm talking about?


Inilah dia sebuah movie yang sangat bagus!!
Berjudul "Sunshine Cleaning".
Memang, alasan awal menyaksikan Sunshine Cleaning adalah karena 2 aktris favorit gw bermain bersama di film ini!
Bayangkan, ada Amy Adams si aktris klasik multitalenta dan Emily Blunt yang berdagu belah di movie ini!!
Gw sudah lama menyukai Amy Adams, puncaknya adalah dalam movie Enchanted (tentu saja).
Dan Emily Blunt? Nyumm.. ~~
Gw suka banget sama postur tubuhnya yang bagaikan model runway, dan dia punya style sendiri. Namun, penampilan vintage-nya di Wolfman juga membuat gw terpana..

[tidak ada aktor muda tampan yang muncul di film ini].
Movie ini sendiri diluncurkan tahun 2008, namun baru muncul di bioskop-bioskop (luar negeri) Maret 2009.

Apa sih yang istimewa dari movie ini?
1. Ya itu tadi, aktris & aktornya ga kacangan : ada Amy Adams, Emily Blunt dan Alan Arkin si opa pemenang Academy Award.

2. Kalo melihat poster filmnya, di sana tertulis : "Life's a messy bussiness".
Ini adalah suatu movie quote yang sangat menohok bagi orang-orang perfeksionis, seperti saya contohnya.

3. Temanya sungguh sangat sederhana, bercerita mengenai upaya 2 saudari dalam menjalani hidup mereka yang rada-rada kacau.

Rose Lorkowski (Amy Adams), adalah seorang ibu tunggal yang kelimpungan membesarkan anak lelakinya yang mengidap OCD, Oscar, yang kerap dikeluarkan dari sekolah umum akibat perilakunya yang ajaib.
Selain harus mengurus anaknya yang lahir tanpa ayah, Rose harus mengurusi adik perempuannya, Norah (Emily Blunt).
Norah adalah tipe cewe 20-an yang pemberontak, antisosial dan sungguh tampak malas-malasan dalam menjalani hidup.
Hal ini terjadi karena Norah tak bisa memaafkan dirinya akibat melupakan ibunya yang telaf wafat.
Sekaligus karena tak bisa melepaskan diri akibat trauma masa lalu berupa kematian ibunya akibat bunuh diri..





















Amy Adams, as Rose Lorkowski.


Belum cukup juga, Rose harus mengurus ayahnya (Alan Arkin) yang super eksentrik.
Ayahnya tidak pernah punya pekerjaan tetap, karena ia adalah orang yang super optimis dan berpandangan luas.
Ayah Rose bekerja serabutan, menjadi reseller berbagai produk mulai dari permen jagung sampai udang segar.

Di antara semua problem yang ditimbulkan Oscar, Norah dan ayahnya, sebenarnya Rose menyimpan masalah yang lebih pelik lagi.
Rose tidak bisa melepaskan diri dari masa lalunya sebagai highschool superstar.
Dulu, ia memiliki semuanya, pacar seorang kapten football, jabatan sebagai kapten cheerleader dan segudang teman-teman.
Namun kini Rose hanyalah seorang ibu tunggal yang bekerja sebagai "maid" bagi orang-orang kaya, dan kelimpungan menjalani hidupnya.
Dan yang lebih parah lagi, Rose menjadi wanita simpanan tetap bagi pacarnya sewaktu SMA dulu, Mac.
Si Mac ini sudah menikah dengan cewe lain dan sudah punya anak...
Karakter Rose ini khas orang-orang yang terbiasa berusaha keras.. Dan seringkali tak menyadari apa sebenarnya yang bisa membuat dia bahagia.














Emily Blunt, as Norah Lorkowski.



Hidup dengan uang pas-pasan membuat Rose nekat mengajak Norah untuk memulai bisnis BIOHAZARD REMOVAL.
Film ini juga dibuat berdasarkan kisah nyata dari 2 wanita yang menjalankan bisnis tersebut.
Bisnis ini ternyata berprospek bagus..
Dan karena bisnis inilah Rose akhirnya bertemu Winston (Clifton Collins Jr.), si tangan satu.

Ngomong-ngomong..
Apa sih, maksud dari BIOHAZARD REMOVAL?
Tontonlah film bagus ini..
Gw jamin kalian ga akan menyesal..














4. Yap, film ini cocok sekali bagi kaum manusia dengan gejala klinis berupa :
a. Depresi berkepanjangan
b. Selalu bersikap perfeksionis
c. Selalu bekerja terlalu keras sehingga melupakan esensi dari kehidupan sehari-hari
d. Tak bisa melepaskan diri dari kejayaan masa lalu
e. Tak bisa melepaskan diri dari kenangan manis masa lalu
f. Tak berani melangkah maju
g. Tak berani keluar dari zona aman
h. Selalu berada dalam perang dingin melawan diri sendiri

Sayangnya, gw merasa mengidap hampir semua dari simptom di atas..
Jadi gw merasa terbantu sekali setelah menonton film ini..

Adegan yang paling mengharukan adalah saat Rose berani memutuskan Mac, selingkuhan seumur hidupnya, dan melangkah maju ke depan..
Atau saat Rose dan Norah menemukan film yang diperankan oleh ibu mereka yang telah almarhumah..

This movie proves wise words "simple is the best".
Prepare tissue while watching. Do not forget.

At last, many thanks to the director Christine Jeffs and scene writer Megan Holley for this incredibly beautiful movie.
















Aktris-aktris cantik pemeran Sunshine Cleaning.


Friday, April 22, 2011

Something you should watch : Yours Truly

Duhh..movie quote-nya : A love story, gone wrong..
Suka banggett!!






















Oh, My GoD! Akhir-akhir ini (entah mengapa) gw lagi boseenn bangett nonton movie~~
Entah, apakah karena lagi ingin produktif saja..
(nonton movie rada kurang produktif, siy memang)..

Atau karena emosi yang sedang kurang stabil..
Atau karena pas bulan Februari-Maret dalam sehari nonton 4 movie, sehingga sekarang mulai muak..

Tapii.. memang yang namanya jodoh itu ga kemana-mana..
Gw hoki banget bisa berjodoh dengan link YouTube dari movie ini..
Bisa dihitung dengan jari 2 tangan, berapa kali gw nonton movie bikinan negeri sendiri..
Bukan karena luar negeri oriented, tapi karena gw takut makin membenci negara ini..

NAMUN..
Short movie yang 1 ini, dengan durasi yang sangat singkat sudah dapat memuaskan hasrat ingin membunuh saya (lhoo..??)..
Movie ini bertema sama dengan Rumah Dara, mengenai "bisa menjadi seberapa psycho seorang gadis"..

Just watch it & support our qualified local movie!!


Starring: Todi Pandapotan (Todi), Kayla Pisita White (Kayla), Cecep Reza, etc.
Written by: Elvira Kusno
Produced & Directed by: Elvira Kusno & Ian Salim
Director of Photography: Fredy Wijaya
A Cine et Cetera Production.
facebook.com/​cineetcetera
twitter.com/​cineetcetera

Saturday, January 15, 2011

Something you should watch : Chloe and The Countess

Gw pernah jatuh cinta setengah mati pada orang yang salah..
Jatuh cinta yang bersifat destruktif..
Jatuh cinta yang kontradiktif..
Karena itu, gw tak bisa men-judge bahwa wanita-wanita di film ini berperilaku aneh..

Apakah loe pernah merasakan cinta seperti itu?






















Tunggu review gw tentang 2 movie hebat ini..
Dari sudut pandang wanita yang pernah jatuh cinta hingga lupa diri..

Saturday, January 8, 2011

Something you should waiting for : Burlesque





















Burlesque = "a humorous theatrical entertainment involving parody and sometimes grotesque exaggeration".







Thursday, December 30, 2010

Something you should watch - Tron : Legacy 2010

Terjebak di antara pegunungan dan perbukitan memang menyenangkan..
Tapi..terjebak di bidang yang tidak begitu gw sukai..
Hmm..lama-lama membuat kepala gw puyeeengg (karena bosan) dan mata bengep karena terlalu banyak tidur..


Hal tersebut membuat gw, Pute dan Ajem nekad melarikan diri ke Ciwalk dan baru pulang malam hari.
Hah? Apa istimewanya pulang malam? Biasanya juga gw pulang pagi..Ohohoho.
TAPI.. yang jadi tantangannya adalah..
Ga ada lagi kendaraan umum menuju Parompong/Citespong/Barunagri setelah lewat dari pukul 17.00 WIB..
Yah, let's back to nature..

Di hari yang lumayan dingin itu, kami memutuskan untuk menonton Tron : Legacy..
[kandidat lainnya adalah Gulliver's Travel..]






















Gw baru tahu, ternyata movie Tron : Legacy ini merupakan sequel dari film pertamanya, Tron, yang direlease tahun....tahun..1982.
Waaoow.. What a long interval..!!

Movie ini bercerita tentang Sam Flynn, seorang cowo pewaris perusahaan software game buessaarr : Encom.
Pada tahun 1989, ayah Sam, Kevin Flynn (Jeff Bridges) yang merupakan CEO-nya ENCOM Internasional menghilang secara ajaib.
Kehilangan ayah (dan ibunya sudah meninggal) di usia yang masih seumur jagung membuat Sam tumbuh menjadi cowo yang skeptis dan sedikit sinis.

Dua puluh tahun kemudian, Sam dikunjungi oleh teman Kevin dan ENCOM eksekutif Alan Bradley (Bruce Boxleitner).
Si Oom Alan inilah yang membujuk Sam untuk pergi ke arcade tua milik bokap Sam.





















Film ini pastinya menjadi nirwana bagi cowo-cowo pencinta Sci-Fi & otomotif..
Motor dan mobil dan alat transportasi lain di movie ini bahkan bikin cewe-cewe ngiler..



Saat menjelajahi arcade, Sam menemukan sebuah laboratorium komputer tersembunyi dan tidak sengaja mentransportasikan dirinya ke dalam The Grid.
Apa itu The Grid?
Mungkin lebih enak kalo kalian nonton movienya sendiri untuk menemukan jawabannya.

Sam ditangkap dan dibawa ke arena permainan.
Dalam kondisi masih shock-melongo-cengo, tiba-tiba Sam "dipaksa" bertempur (senjatanya adalah "disc") dengan beberapa "program".
Sam akhirnya diadu dengan Rinzler, yang tampil super keren dengan helm hitamnya.
Rinzler inilah yang menyadari bahwa Sam bukanlah "program", melainkan seorang "user" alias manusia...
Gara-gara ketahuan, perjalanan Sam makin menjadi rumit..
Karena akhirnya dia dibawa menghadap Clu, yang memiliki wajah bokapnya sewaktu muda.


Clu hampir membunuh Sam dalam pertandingan dengan motor-motor digital yang keren mampyuz, sebelum Quorra (Olivia Wilde) menyelamatkannya.
Kemudian Sam dibawa ke sebuah tempat persembunyian "off-grid". Di tempat inilah Sam adalah kembali bertemu dengan ayah aslinya...
Dan plot ini terus berlanjut ke arah yang semakin rumit.

Movie ini membuat gw ternganga, karena :
1. OMG, sinematografi dan special effect-nya keren banggetettet..
Disney memang ahlinya...ckckckck..
2. Musiknya...Wheew.. Kuping gw selalu melek selama film diputar..
Sangat-sangat-sangat ear catchy..
Dan makin nganga, sewaktu muncul informasi "Music Originally by Daft Punk"
Dan makin nganga, sewaktu tahu bahwa Daft Punk muncul sebagai DJ di night club milik Zuse si licik..
3. Plotnya cukup berat, dan kisah epik-nya lumayang mengena...
Gw paling ga suka film yang terlalu happy ending..
Untungnya film ini tidak begitu..


Movie ini kadang bikin mata berair, karena :
1. Settingnya gelep truus..
2. Ada beberapa scene yang damai terlalu lama..
Bikin ngantuuuq....hoaheehmm..
3. Bagi beberapa orang, plotnya bikin puyeng..
4. Dan ga dijelaskan sama sekali tentang kisah lamanya Tron, yang hanya jadi cameo di sequel ini.
Bikin penonton bertanya-tanya pada rumput yang bergoyang, kenapa niy film judulnya Tron : Legacy..

Thursday, November 11, 2010

Something you should watch : Megamind 3D






















Meskipun sama-sama baru sembuh dan masih batuk, "nocturnal escape" hari Selasa kemarin sangat menyenangkan..
Akhirnya berhasil membuktikan kelezatan escargot kepada partner hidup gw..
Dan akhirnya bisa nonton movie yang benar2 kocak, namun tetap bermakna dalam.
Please welcommmee!!
MEGAMIND!!





















Movie ini bercerita tentang "permusuhan" abadi antara Megamind dan Metro Man..
[kata "permusuhan" diberi tanda petik, karena ternyata permusuhannya bukanlah permusuhan biasa. Melainkan permusuhan yang mendalam dan complicated].
Megamind dan Metro Man ditakdirkan bersaing dari bayi.
Yang botak memiliki takdir untuk berbuat jahat, sedangkan yang berjambul ditakdirkan untuk melawan kejahatan tersebut.
Begitulah, tahun demi tahun berlangsung diisi dengan keributan antara yang botak versus yang jambulan.

Sampai pada suatu hari, tanpa sengaja..
Megamind berhasil membunuh Metro Man..!!
Seluruh warga kota terkejut, sedih dan ketakutan...
Tapi ternyata...
Megamind juga merasakan hal yang sama..
Kehilangan rival seumur hidupnya, ternyata membuat Megamind sedih dan kesepian..

Di tengah kegalauan itu, Megamind menemukan ide yang rada aneh..
Dia bersama asisten pribadinya (Minion..) berjuang menciptakan formula bagi seorang pahlawan baru bagi Metro City.
SAYANGNYA,
Sayangnya formula pahlawan itu salah sasaran!
Secara ga sengaja formula itu malah mengenai Hal.

[Siapakah Hal itu?
Hal adalah kameramen bagi reporter terkenal di Metro City, Roxanne Ritchi..
Selain itu, Hal sukaaa setengah mampus sama Roxanne..
Tapi ya ituu.. Roxanne sudah menolaknya dengan halus..
Tapi, ternyata oh ternyata..
Si Hal sangat dendam gara-gara ditolak].





















Masalahnya, si Hal ini sama sekali ga berjiwa pahlawan..
Jadilah si Megamind & Minion jumpalitan waktu melatih pahlawan baru yang bertitle "Tighten" (plesetan dari Titan-kah??) ini..
[lucunya.. mukanya si Hal/Tighten ini mengingatkan gw dengan seseorang..huhuhuh..].

Lucu banget pas adegan latihan ini..
hukhuhuhukhuk..
Entah kenapa si Megamind menjelma jadi kakek2 yang mengingatkan penonton akan Jigsaw Puzzle..
Dan ngaku-ngaku sebagai "Space Dad"nya si Hal a.k.a Tighten.
Hihih..


Sayangnya, si Tighten ini bukannya melindungi Metro City..
Malah dia jadi lebih jahat daripada penciptanya sendiri..

Kira-kira berhasil ga ya, si Megamind menanggulangi semua kericuhan ini..??
Fiuhh! Berantakan semua rencana Megamind..






















Tetapi.. Ya itu, Yang di Atas [dalam hal ini adalah penulis script] punya skenario yang lebih menarik..
Yang akhirnya menunjukkan pada semua orang bahwa :
1. Di dunia ini, apapun mungkin terjadi..
Orang yang kemarin dianggap jahat, bisa jadi hari ini menjadi pahlawan yang sangat dielu2kan..

2. Mungkin saja cewe cantik nan smart jatuh hati dengan Megamind yang botak bin biru, bukannya jatuh hati pada Metro Man yang jambulan..

3. Cintailah orang dengan jujur, karena cinta sejati itu = jatuh hati dengan "isi"nya, bukan dengan "sampulnya"..

4. Kita boleh bermimpi dan bercita-cita apapun, karena ya itu tadi..
Ga ada yang ga mungkin di dunia ini!!

Trust me!!
And trust Megamind!!

Btw, serombongan pakar komedi & animasi bekerja sama untuk membuat movie ini..
Bayangkan, ada Ben Stiller & Guillermo del Toro-nyaaa!!
Movie ini sangat detail kocaknya..
Pokonya sangat sangat ultra wajib tonton!!

Saturday, October 16, 2010

Something you should watch : Step Up 3D (2010)























Oh, my Gosh!
Nonton film ini sangat menyegarkan otak yang mulai busuk.
Dijamin, sinematografinya bikin ngileerr sepanjangan film..
Huaww...!

Saturday, October 9, 2010

The Ultimate 10 - Most Wanted Movie

Hmm...
Seperti yang sudah pernah gw bahas..
Gw tipe orang yang 'aduh, kalo bisa ga usah pake nonton tv, d'..
Tapi gw sanggat sukaa~~ nonton movie..
(ngerti 'kan perbedaan di antara keduanya...?)

Nah, inilah dia film yang sudah minimal 1x gw tonton ulang..
Saking gw sukanya ama niy film..
Padahal gw adalah orang yang praktis bin efisien (amen..).
Sehingga, ga mungkin pulak gw sembarangan nonton ulang sebuah film.

Jadi, pasti ada pesan yang istimewa di balik film-film ini..
(menurut gw, yah..)..
Okeey...
Let's start the COUNTDOWN!

#10



#9


#8



#7



#6


#5



#4




#3




#2 Pan's Labyrinth





#1

Wednesday, October 6, 2010

Something you SHOULD NOT watch : Sorority Row























Oh, earthling..
Marilah jangan buang waktu kalian dengan menonton film ini..
Haduhh..
Hancur sehancur-hancurnya...
Ga masuk akal dari awal hingga akhir...
Pembunuhnya pasti ketebak dari awal cerita..
Hix...


Kenapa pula Briana Evigan si bintang Step Up 2 mau main di film menyedihkan ini..?
Hix..

Saturday, October 2, 2010

Something you should watch : The Lovely Bones

Warning :
Dilarang keras nonton film ini jika baru saja mengalami patah hati atau kehilangan "sesuatu" yang kalian sayangi.
Karena, menonton film ini membahayakan ductus lacrimalis dextra dan sinistra, terutama bagi manusia yang sensitif.


(seperti gw, contohnya..)























"My name is Salmon. Like the fish.
First name, Susie.
I was 14 years old when I was murdered,
on December 6, 1973.
I was here for a moment.
And then I was gone.
I wish you all a long, and happy life."


Seperti yang sudah pernah gw bahas di bagian "review", ini adalah versi movie dari novel karangan Alice Sebold, yang berjudul The Lovely Bones.
Film ini sangat sesuai cerita aslinya, yaitu bercerita tentang perjalanan Susie Salmon dalam meninggalkan Bumi ini, untuk menuju dunia barunya..


Film ini sangat layak untuk ditonton, tapi ya itu tadiii...
Sebaiknya orang yang mudah sedih jangan nonton sendirian film ini..
Takutnya, mereka bakal ditemukan tewas mengenaskan dalam genangan air matanya sendiri..
Hix..


























Gw merasa akting dari semua pemeran dalam film ini luar biasa.
Dari peran antagonis maupun protagonisnya..
Dann... sinematografi The Lovely Bones ini luar biasa keren, meskipun rada membingungkan bagi penonton yang belum sempet baca bukunya.
Jadi, saran gw sih sebaiknya baca bukunya dulu baru kemudian nonton movienya.




Film ini diramaikan oleh sejumlah aktor-aktris beken ;
Saoirse Ronan : Susie Salmon
Mark Wahlberg : Jack Salmon
Rachel Weisz : Abigail Salmon
Rose McIver : Lindsey Salmon
Stanley Tucci : George Harvey
Susan Sarandon : Grandma Lynn
Michael Imperioli : Detective Len Fenerman
Reece Ritchie : Ray Singh

















Ini adalah scene saat Susie baru memasuki jalan menuju "surga"nya..
Such a beautiful scene...



By the way, oh by the way..
Ternyata sutradara dari The Lovely Bones ini adalah Oom Peter Jackson yang bikin LOTR Trilogy dan District 9 (hooh... ini juga film-film yang kereeen..)!!!
Entah mengapa, banyak jurnal yang menilai film ini hanya "average" saja..
Menurut gw, film ini luar biasa..



Sayangnya, di film ini ga diceritakan beberapa hal penting, seperti perselingkuhan ibunya Susie (Rachel Weisz) dengan detektif yang mengurusi kasus kematian Susie.
Atau bagaimana Buckley tumbuh sebagai bocah lelaki yang pendiam dan rada manja karena pengaruh dari keretakan keluarga Salmon..


Untungnya di film ga diceritakan bagaimana si Ray (cowo yang naksir Susie) akhirnya pacaran dengan Ruth (teman sekelas Susie yang punya indera keenam)..
Soalnya, hal ini bakal bikin penonton makin sedihh..
huiix..




Dan untungnya, di film ga diceritakan scene pas Susie dibunuh..
Soalnya pasti bakal bikin penonton mual..
(si Susie 'kan dimutilasi... sama Oom-oom sinting pulak..)
















Susie Salmon, diperankan oleh Saoirse (a.k.a freedom dalam bahasa Irlandia) Ronan.
Aktris Irlandia yang luar biasa cuantiiiq ini (lihat matanya duunxx..!!) lahir pada tahun 1994..
Saoirse mulai beken setelah main dalam beberapa film seperti City of Ember dan Atonement.




Susie said :
"These were the lovely bones,
that had grown around my absence.

The connections sometimes tenuous.
Sometimes made at great cost.

But often, magnificent.
That happened, after I was gone.

And I began to see things in a way...
That let me hold the world, without me in it".

Saturday, June 5, 2010

Daybreakers (2010), a review
























Sebenarnya ide cerita untuk film vampir hanya itu-itu saja.
Berkisar antara hubungan vampir-lycan, vampir-manusia atau vampir-vampir.
Berhubung sepertinya jalan hidup gw sudah terpatok untuk menyukai semua hal tentang vampir, jadilah gw merasa wajib nonton movie yang satu ini.

Terutama setelah nonton trailernya yang keren mampus..
Trailernya bikin merinding terutama karena soundtracknya yang luwarr byasa!
(Sampai detik ini gw masih mencari link donlotan OST-nya.. Hix..)

TAPI!
Trailer itu (beserta musiknya) suka menipuuu...!!


Alkisah, pada tahun 2019, manusia sudah bertransformasi semua menjadi vampir akibat pandemi suatu penyakit ajaib..
Ini ide cerita yang lumayan ekstrem dan fresh!

Nah, bayangkan kalo semua orang butuh darah manusia!
Bayangkan permintaan akan darah yang bukan hanya untuk transfusi saja, melainkan buat makanan sehari-hari!!



Jadilah Edward Dalton (Ethan Hawk), yang merupakan seorang peneliti, menjadi kelimpungan.
Dia "dipaksa" merancang "peternakan" manusia (seperti gambar di poster atas)!!
WUiH! Parah bangett..
Ya gitu, jadi manusia (yang nonvampir) disedot terus darahnya namun dicegah jangan sampai terlalu banyak yang tersedot.
Begituuu terruus tiap hari, sampai batas manusia itu ga kuat hidup lagi, baru dibunuh (atau manusianya mati sendiri karena lama-lama kehabisan darah).

Sebenarnya, Edward ga pengen-pengen banget jadi vampir.
Adiknya Edward, Frankie, dengan sengaja menggigit Edward yang belum terkena pandemi agar bisa tetap bareng-bareng kakaknya ituh..
Dan lagi, apa sih ruginya jadi vampir?
Loe bakalan forever young gitu 'kan?

Hmm.. Tapi ternyata jadi vampir ga enak..
Buktinya bisa dilihat sendiri di movie garapan Micahel & Peter Spierig ini..






















Si Direktur Bromley Marks yang jahat banget..
Ampe tega ngebakar anak cewenya sendiri yang hampir jadi Subsiders..



Inti konflik dari movie ini adalah : bagaimana Edward mengatasi dilema antara pengen nolong manusia yang masih tersisa dan bagaimana caranya mencegah vampir-vampir kekurangan suplay darah segar...
Karena, kalo seorang vampir terlalu lama ga minum darah, dia bakal berubah jadi "Subsiders".
Yaitu, makhluk monster yang mirip "Gollum bersayap kelelawar" yang ga segan-segan makan vampir lain sekaligus manusia..
Hiiyhhh..

















Mas Ethan Hawke (Dalton) yang sedah segar kembali, karena dia bisa balik jadi manusia setelah "dikeringkan" berkali-kali di bawah sinar mentari..





















Okey, sekarang mari kita membahas alasan gw kecewa terhadap movie ini :
1. Andil masing-masing pemeran pembantunya ga jelas banget.
Terutama si Mba Audrey (Claudia Karvan) yang kaya numpang lewat doank..






















Mba Claudia Karvan yang berperan sebagai asisten ketua perhimpunan manusia yang masih hidup..



2. Aduuh!! Adegan actionnya dikiiiitt banggett..

3. Herannya, pas adegan menyeramkan, entah kenapa sepertinya sengaja dibuat lempeng aja alias garing kering gitu.. Alhasil, kita yang nonton jadi berkeringat di pelipis..
Misalnya, pada adegan vampir tentara yang jadi kelinci percobaan tiba-tiba meledak jadi serpihan..
Pas saat itu ga ada backsound yang dramatis atau apa..
Cuma siiinngg...
Hihi..

4. Ceritanya makin lama makin rumit dan ga bisa diterima akal.

5. Plotnya berantaakaaaaannn..

6. Endingnya menggantung paraaaaahhh...
Bener-bener kaya si penulis script pusing sendiri mikirin solusi dari konflik yang ada..
HuaahH!! Cape bangettt, d..

Sunday, May 30, 2010

Prince of Persia, a review
























Movie ini adalah movie pertama yang gw tonton setelah kembali ke peradaban manusia..
Seperti yang semua orang rasakan..
Gw ga sabar penggeen nonton niy movie setelah ngeliat posternya yang luar biasa keren..


Usaha pertama untuk nonton niy movie gagal total, karena pas mau beli tiket hanya tersisa 2 barisan terdepan untuk 2 studio yang menayangkan Prince of Persia.
Wuiiihh...
Gw paling benci nonton movie di bioskop kalo ga dapet tempat duduk VIP versi gw (yaitu tepat di tengah-tengan bioskop (kursi F, G, atau H,)).
Jadilah gw memutuskan untuk mundur hari itu.

Keesokan harinya, gw mencoba lagi..
Dann..
Gw dateng jam 7, untuk nonton movie jam 11 malem..
Hix.. Jadilah gw & partner berkelana dari Gramedia (karena ini habitat favorit gw) kemudian ke beberapa cafe..
Hix.. Jadilah perwut gw kembung karena kebanyakan minum macem-macem...

Egh!
Ternyata, oh ternyata..
Movie ini ga sebagus Pirates of Carribean, meskipun yang bikin sama..
Dan sedikit mengecewakan untuk film garapan Disney..
Hix..

Respon yang muncul dari otak gw setelah nonton movie ini sama seperti respon pasca nonton Tim Burton's Alice in Wonderland. Yah gitu itu loohh, filmnya jadi kurang greget karena di Prince of Persia ini terlalu banyak jokes dan romannya!
Tambah lagi, adegan action yang sedikit ini ga seru-seru banget...
Tambah lagi, ceritanya terlalu happy ending!! Khas buat film remaja...

Ehm, kenapa protes gw begitu keras?
Karena, kisah epik itu ga seru kalo tanpa pengorbanan dan kalo terlalu happy ending..
Sayang sekali..
Nontonnya bener-bener ga tegang..

























Tampilan aslinya Gemma Arterton yang hilang tak berbekas di Prince of Persia..
Mengapa pemeran yang lainnya ga begituuu??



Udah gitu, kenapa pula aktor-aktor yang dipake keliatan jelas bule-nya?
Sayang bangeett..
Padahal Gemma Artertonnya udah tampang Persia banget (padahal dia kan orang Inggris), berkat hasil kerja keras make up artist.
Kenapa pemain yang lain dibiarkan terlihat sangat bule??


















Mas Jake Gyllenhaal, sebagai Prince Dastan.

Sodaranya Maggie Gyllenhaal ini (gebetannya Batman di Dark Knight) mukanya baik gitu, trus suka giving a rebel smile juga..
Sehingga, kata partner gw yang demen maen game Prince of Persia, karakternya berbeda banget ama Dastan yang serius di game..

Tapi yah..
Bagi penonton yang membutuhkan hiburan ringan, movie ini patut ditonton..
Meskipun harus bersabar untuk mendapatkan tempat duduk yang sesuai..
Hix..