Friday, December 11, 2009

Old Dogs, a review..























Ow, my my my..
Ckckckck..
wheewww..

Kenapa review ini diawali dengan decak kebingungan?
Yah, alasannya adalah : gw cukup shock saat mengetahui bahwa film ini, mendapatkan rating buruk di Amerika & sekitarnya..
Whew, wheew...

Gw ga abis pikir aja sihh..Dan komentarnya pedes-tajem bangget..
Nih contohnya :

1. Kritikus film yang bernama Roger Ebert cuma ngasih Old Dogs 1 bintang dari maximal 4, man! ] Ebert bilang, "'Old Dogs' is stupefying dimwitted. What were John Travolta and Robin Williams thinking of? Apparently their agents weren't perceptive enough to smell the screenplay in its advanced state of decomposition"...

2. Yang rada sadis : Michael Phillips dari Chicago Tribune juga ngasih 1 bintang + komentar : "'Wild Hogs,' 'Old Dogs' — what’s next, 'Bumps on Logs'? Truly, I would rather watch John Travolta and Robin Williams sitting on a tree trunk, doing nothing, than endure their best efforts to energize this ol’ hound..."



















3. The Salt Lake Tribune bahkan ga ngasih bintang sama sekali buat Old Dogs, man! Ck! Dan majalah ini menilai bahwa Old Dogs "hammy acting and sledgehammer editing"..


















Udah, ah..cukup untuk menjelek-jelekkan movie ini..
Hix..shock juga gw..
Memang sih, cowo gw juga udah menyadari editan Photoshop yang ga perfect di bagian foto masa mudanya John Travolta & Robin Williams...

Tapi secara umum filmnya cukup bagus..
Meskipun plotnya emang agak ga jelas & ga rapi banget..
Tapi film ini mampu membuat kita tertawa, menangis, dan tertawa lagiii...
Hux..Poor, Old Dogs..
Dan lagipula, ini kan film Disney's!!

Lagyan di film ini ada parade doggy-doggy lucuu..
Hux...
Sayang sekali..
Para kritikus berpendapat negatif tentang film kocak ini..

Gallery of Us






















Meskipun ini foto dikategorikan sebagai foto gagal, karena burem, ga fokus, & muka yang difoto ekspresinya rada oon, entah kenapa gw suka bewt ma niy foto...



















Kalo yang ini, gw sukanya ama mukenye yang di sebelah kiri..
Hihihihi...
Gu*nt*ng bangget..
hihihihi...

For Olli
















M'Love, we wish you a very happy birthday..

The Hunger Games Trilogy, a review






















Sejarah Panem, negara yang muncul dari sisa-sisa tempat yang dulunya bernama Amerika Utara adalah sebagai berikut.
Kekeringan, badai, kebakaran, lautan meluap menelan daratan, perang brutal demi sedikit makananlah yang memusnahkan Amerika Utara & merombaknya menjadi Panem.
Capitol, ibukotanya, dikelilingi oleh 13 distrik.
Awalnya, Capitol berhasil menciptakan kemakmuran bagi seluruh Panem.
Hingga tiba pada Masa Kegelapan, saat terjadi pemberontakan dari 13 distrik.
Kedua belas distrik berhasil dikalahkan, dan distrik ketiga belas dihancurkan.
Undang-undang baru dibuat untuk melegalkan suatu permainan yang menjamin perdamaian, sekaligus sebagai pengingat agar Masa Kegelapan a.k.a pemberontakan itu tak terjadi lagi..
Permainan yang dilaksanakan setiap tahun itu disebut..
The Hunger Games..


[Biasanya, menulis review itu menyenangkan & mudah..Namun, setelah sekitar sebulan lalu gw selesai membaca The Hunger Games, baru sekarang gw nekad menuliskan review bagi novel ini. Kenapa? Karena gw takut tulisan gw yang ga sempurna mencetak sebuah cacat bagi The Hunger Games yang super keren ini. Hix..Tapi ya sudahlah, yang terjadi ya terjadilah..].



Suzanne Collins telah bekerja sebagai penulis skenario untuk anak di program televisi sejak tahun 1991. Dan akhirnya pada September 2008 ia menelurkan master piece yang berupa buku pertama dari trilogi The Hunger Games [dengan judul The Hunger Games juga].























Mrs. Suzanne Collins, sang pencipta trilogi The Hunger Games.



The Hunger Games bercerita mengenai kehidupan post-apocalyptic di tanah yang dulunya terletak di Amerika Utara.
Ide cerita The Hunger Games sangat luar biasa, namun konon Mrs. Collins memperoleh ide tersebut saat sedang menggonta-ganti chanel tv dari program reality show ke siaran berita tentang perang. Dan akhirnya kedua informasi tersebut membaur menjadi satu.

Adalah seorang gadis 16 tahun bernama Katniss Everdeen [Katniss adalah nama tanaman umbi-umbian] yang tinggal di Seam [Seam adalah dusun di Distrik 12, sedangkan Distrik 12 adalah distrik termiskin di Panem].
Karakter Katniss luar biasa kuat digambarkan di sini, sehingga rasanya pembaca jadi bersikap & berpikir seperti Katniss saat & setelah membaca buku ini. Katniss adalah cewe yang berhati keras dan super tomboy.
Bukannya karena dia mau bersikap seperti itu, melainkan karena cewe berambut kepang 1 inilah yang harus menjadi tulang punggung keluarga setelah ayahnya hancur berkeping-keping [dalam arti harfiah] dalam kecelakaan di tambang batu bara.

Ibunya yang berhati lembut & sangat mencintai ayahnya menjadi shock luar biasa & kehilangan setengah kesadarannya.
Hal ini membuat Sang Ibu melalaikan tugasnya mengurus Katniss & adiknya, Primrose.
Karena ilfil & tak bisa lagi mencintai ibunya, Katniss menumpahkan seluruh rasa cintanya bagi Primrose yang cantik & baik hati.
Juga pada Gale, cowo keren namun kalem yang merupakan sahabat terbaik Katniss.

Kemampuan Katniss untuk bertahan hidup tak bisa disepelekan.
Dia menjadi kuat & gesit karena bertahun-tahun terbiasa berburu serta mengumpulkan tanaman di hutan. Hal inilah yang membuat Katniss tampil prima dalam The Hunger Games ke-74.

Apa siy Hunger Games?
Yap, itu adalah blasteran antara American Idol dengan gladiator jaman dulu di Kreta, Yunani.
Di permainan nyawa ini, ada 12 peserta cewe + 12 peserta cowo [yang diundi] yang berasal dari 12 distrik negara Panem. Dan setiap peserta diwajibkan bertarung sampai mati, hingga akhirnya hanya 1 orang yang hidup.
Uniknya, sebelum bertarung di alam bebas, para peserta diperlakukan layaknya peserta American Idol. Mereka diberi makanan enak, di-make over, diwawancara oleh MC terkenal, dan ditampilkan pada program tv yang muncul beberapa kali sehari.
Singkatnya, mereka jadi selebriti nasional pada masa-masa pre-Hunger Games tersebut..

Dalam novel pertama, diceritakan keberhasilan Katniss & Peeta [cowo dari distrik 12 juga] dalam Hunger Games ke-74. Namun, selain upaya bunuh-bunuhan yang penuh intrik, di sini juga diselipkan kisah cinta segitiga rumit antara Katniss, Peeta & Gale [sahabat Katniss yang tadi dibahas]...[dan gw bener-bener ga nyangka sampe ada kisah cintanya segala].























Sedangkan pada novel kedua, Catching Fire, membahas mengenai tour keliling Panem bagi Katniss & Peeta, para juara Hunger Games. Namun kemenangan mereka berdua berakhir pahit, karena 24 orang pemenang Hunger Games dari tahun-tahun sebelumnya diwajibkan bertarung lagi di Hunger Games ke-75. Di novel ini, problema bagi Katniss lebih berat dibandingkan dengan novel pertama. Karena di sini, dengan jelas dipaparkan bahwa Katniss sebenarnya bukan berjuang melawan peserta Hunger Games lain, melainkan melawan kekejaman Capitol [pemerintah Panem].

Usahanya yang dikategorikan sebagai pemberontakan itu berdampak negatif bagi dirinya, Peeta, Gale, peserta Hunger Games yang bersekutu dengannya, dan yang paling parah..bagi Distrik 12, ibunya dan adiknya sendiri...

Anyway, buku ini cukup sadis bagi pembaca yang ga suka bunuh-bunuhan dengan brutal..
Oh,ya terutama pada adegan dimana tiba-tiba muncul para mutan serigala yang berusaha membunuh peserta Hunger Games, tanpa bermaksud memakannya.
Jadinya para peserta hanya dikoyak-koyak dan dibiarkan tergeletak dalam wujud onggokan daging mentah namun masih bernyawa..
Ckckckck..Sinting..

Tapi ga boong, alur ceritanya sangat menarik & seru..
Gw sampe ga berhenti membaca, untuk makan sekalipun..
Alhasil novel ini beres gw baca dalam waktu 5 jam..
Dan udah pernah gw ulang 2 kali dalam rentang waktu 1 bulan. Hal ini menujukkan betapa menariknya plot yang ditawarkan trilogi The Hunger Games..


















Inilah tanaman yang menjadi acuan bagi nama tokoh utama The Hunger Games.
Katniss a.k.a Sagittaria sagittifolia (arrowhead) [gilak, namanya penuh zodiak gw] adalah tanaman umbi-umbian yang bisa dimakan & hidup di perairan tawar.
Terutama sering ditemukan di wilayah Amerika Utara & Asia Timur..

Tantrum

Tahukah kau, mengapa aku marah pada dunia?
Yang konon nyaris sampai pada akhirnya..

Ini adalah pertanyaan mudah..
Dengan jawaban yang membuat gundah..

Aku marah saat menyadari bahwa dunia mendewakan harta..
Dan manusia justru menginjak-injak cinta..

Aku marah saat mengetahui manusia tak percaya akan cinta..
Dan mereka tak yakin bahwa manusia bisa 'jatuh cinta'..

Kalian menertawakan kami yang hidup dari oksigen bernama cinta sejati..
Kalian lebih memilih untuk mengubur diri dalam rasa dengki..

Dalam hidup yang hanya sesaat dan sekali ini..
Apakah kalian ingin terus dibutakan oleh ketamakan diri?

Saat keagunganmu mulai terhapus..
Harta dan harga diri membusuk lalu akhirnya pupus...
Tiada yang sanggup selamatkan diri ini..
Selain jejak dari cinta yang murni..

Tuesday, December 8, 2009

The Ramen Girl, a review






















Seperti biasa, negeri kita tercinta ini suka telat memainkan film-film bikinan negeri lain.
Anehnya, semakin berkualitas & semakin mendidiknya itu movie, makin lama pulalah kemunculannya di Indonesia.
Entah apa yang ada di pikiran orang-orang yang 'berwenang' itu..
ckckkck..

Contoh nyata dari kasus ini adalah pemutaran The Ramen Girl, yang notabene adalah film keluaran tahun 2008.
Egh, baru muncul di sini tahun 2009..Payah..
Padahal, film yang ditulis oleh Becca Topol ini sangat bermakna dan sarat pesan moral.

Secara garis besar, film ini bercerita tentang Abby (Brittany Murphy), seorang cewe dari Amerika yang terdampar di Tokyo karena ngintilin pacarnya, Ethan.
Si Abby ini tipe cewe yang bosenan, spontan dan berpikiran pendek..
Abby nekad ngintilin pacarnya ke Tokyo tanpa rencana yang matang, dan hanya bekerja sebagai copy writer di suatu perusahaan Jepang.
Parahnya lagi, Abby ini ga ngerti sedikiiitt puunn bahasa Jepang (kecuali 'arigatou', mungkin..)
Dan pada awalnya dia kaya ga ada niat sama sekali untuk belajar bahasa Jepang..
















Kemudian, emang dasar lagi ketimpa nasib luar biasa sial, pada suatu pagi yang cerah-indah...
Si Ethan sialan nyelonong pergi ke luar kota Tokyo tanpa mengajak Abby.
Abby yang polos mengira Ethan hanya pergi untuk beberapa saat & kemudian balik lagi ke apaato mereka yang mungil.
Egh, tapi ternyata..
Dasar cowo br*ngs*k..
Tiba-tiba si Ethan memutuskan Abby & mengatakan bahwa sebenarnya dia ga pengen dikintilin Abby ke Tokyo..

Owghh..
Adegan ini sangat menyayat hati..
Terutama saat Abby nangis sendirian di pinggir jalan dengan hanya mengenakan handuk putih..

Dengan hati hancur, malamnya Abby pergi ke toko ramen dekat apaato-nya..
Warung ramen tersebut kecil, namun pengunjungnya sampe harus waiting list kalo mau masuk..
Dan untungnya si Abby datang pas Oom Maezumi, Sang Pembuat Ramen, akan menutup warungnya.

Meskipun udah diusir-usir dengan bahasa Jepang & gerakan pantomim, si Abby ga mau pergi dari warung ramennya Maezumi itu.
Abby malah duduk di kursi pengunjung & nangis sesengukan sambil curhat pake bahasa Inggris..

Jadilah si Maezumi(Toshiyuki Nishida) & istrinya (Kimiko Yo) mengira Abby adalah orang asing yang sinting..
Meskipun Maezumi pedes mulut, dengan murah hati dia memberikan semangkuk ramen untuk Abby.
Dan mungkin pada detik Abby menyendokkan kuah ramen ke mulut, Abby langsung jatuh cinta dengan ramen.

Hal inilah yang membuatnya kembali bersemangat untuk hidup di negeri orang.
Abby kemudian memutuskan untuk berguru pada Maezumi, agar bisa menjadi pembuat ramen yang handal..

Nah, perjuangan Abby sebagai pembuat ramen sama sekali tak mudah.
Terutama karena Maezumi adalah guru yang ultra-kejam.
Dia ga segan-segan menggetok kepala Abby [meskipun Abby cewe & dia cowo],jika Abby berbuat salah atau jika Abby bicara dengan bahasa Inggris yang ga dimengerti oleh si sensei.
Meskipun pada awalnya Abby merasa shock terhadap perlakuan Maezumi, lama-lama Abby jadi kebal dan dengan sepenuh hati berjuang untuk bisa membuat ramen yang lezat..


Oh,ya di movie ini juga dibahas tentang pertemuan Abby dengan Toshi Iwamoto (Sohee Park), yang merupakan seorang karyawan perusahaan.
Di sini juga dibahas mengenai kegalauan hati Toshi yang sebenarnya muak terhadap pekerjaannya, namun ia merasa harus memenuhi "kehidupan standar" orang Jepang..
Ternyata, usaha Abby yang gigih memberikan inspirasi bagi Toshi untuk tak menyerah pada kenyataan..
Meskipun pada akhirnya mereka harus terpisah [sebentar]..















Abby & Toshi di saat terakhir kebersamaan mereka di Tokyo..




Pesan moral utama dari movie ini adalah : Jangan gampang menyerah saat menggapai impian atau keinginan loe..Apapun halangannya.
Contohnya dalam film ini, halangannya adalah kegalakan luar biasa dari sang guru.
Ditambah lagi [atau untungnya] si murid dan gurunya menggunakan 2 bahasa berbeda yang selalu ga nyambung omongannya..
ckckckck..luar biasa sekali perjuangan si Abby..


Btw, dalam movie ini, penonton ga akan menemukan klimaks hingar bingar khas film Hollywood..
Semuanya berubah menjadi kedataran yang khas dorama Jepang.
Sangat hebat menurut gw, mengingat director & pemeran utamanya adalah orang Amerika..

Saturday, December 5, 2009

Dai*Shi on stage!





















Semarak Menteng adalah suatu acara reuni besar-besaran bagi para penghuni kawasan Menteng..
Mulai dari konglomerat paling sukses hingga anak muda yang paling melarat..
D*S bisa bermain di acara mewah ini pun tak lain karena kebaikan dari para panitianya semata..
hehe..

Nah, dalam event umum ini, kita bakal bawain 3 lagu sendiri & 1 lagu cover!!
Jadi, jangan sia-siakan kesempatan ini!!
Datang & saksikanlah D*S hari Minggu, 6 Des 2009 di Taman Menteng!!