Tuesday, November 8, 2011

U-maku Generation : Bad Boys Cover..

Bad Boys merupakan asimilasi dance routine dari lagu Bad Girls & The Boys-nya Girl's Generation ala UMSD!
Meskipun kami baru latihan 1 kali..
Yahh.. Nikmati sajalah, baik keindahan maupun kekonyolannya..
Itadakimasuuu~


Sunday, November 6, 2011

Something you should watch : For Those Who Wait Music Video by Fireflight

Ngomong-ngomong tentang sesuatu yang bikin mewek..
Tiap kali saya nonton MV ini, saya mewek..
Tapi bukan karena ngeliatin mulut miringnya si Dawn..

Entah kenapa ada sesuatu yang magis dalam music clip ini..
Go watch it now..

Saturday, November 5, 2011

Murmurs OK!

Sebagai seorang seniman, saya paling buuuaahagia jika berhasil meracuni orang lain.
...................
Ups!

Maksudnya 'meracuni' adalah membuat 'orang lain' jadi menyukai hal yang kita sukai..
Karena 'orang lain' itu menyukai karya atau kepribadian kita.

Karena memang, seniman adalah inspirator..
Dan bukan sekedar 'orang lain' yang suka mengekor..
*wheew.. Rima yang bagus..





















Greetings from Chiko & me..
Chiko --> Labrador retriever yang memang berjiwa Labrador..
(rada 'oon, hiperaktif, tapiii..muanjaaaaaaaa!!)..

Tuesday, October 18, 2011

Backstage Story #sekian : DAI★SHI performance in Japan Community (JACOM) @ Kramat Jati Indah Plaza
















Hal yang menyenangkan dari kegiatan perform yang bertubi-tubi adalah, kita tak perlu menyesali kesalahan-kesalahan yang diperbuat pada perform sebelumnya. Karena hal itu dapat segera diperbaiki pada perform selanjutnya.

Gw yang merasa tampil kurang sreg pada acara di MOI pun menaruh harapan pada perform di Kramat Jati Indah Plaza ini. Namun, cobaan pertama muncul saat kami memasuki gerbang plaza tersebut.

Ogh.. Ternyata plazanya masih baruuu.. Masih banyak tangga-tangga dan tumpukan kaleng cat yang menunjukkan pembangunannya belum selesai secara total. Wheew.. Mungkin pengunjungnya masih sepi ya?? Sayang sekali.. Ckckckck..

Dan cobaan berikutnya muncul saat Alex tercengo-cengo menatap ke jendela lobby, memandangi seseorang di dalam lobby. Belakangan dia menyatakan bahwa koko penyelenggara acara ini (yang dipandangi Alex tadi) adalah orang yang pernah "bermasalah" dengannya (berkaitan dengan masalah fee).. Wedeee.. Aromanya agak-agak ga enak nih..

(Gw tidak akan menyebutkan panggung mini & alat yang "ehm" sebagai salah satu problem pada hari itu)..



Well, dengan beberapa masalah kecil itu, kami memutuskan bersikap nothing to lose.. Sampai... Sampai tiba-tiba kami yang jadwalnya main pukul 14.30 WIB diminta (atau disuruh) on stage pada pukul 13.00 karena ada band yang batal hadir.

Baiklah, saudara sekalian.. Pada detik-detik seperti itulah saya rasanya ingin menelan bulat-bulat (dengan geram) apa yang disebut sebagai "profesionalisme".

Tapi yaah.. Apa boleh buat?? Marilah kita terus mencoba bersikap profesional..




















Akhirnya dengan waspada (takut fee kami tidak turun), kami menuju panggung. Tapi, kami menemukan suatu kontradiksi di sana. Jam sudah menunjukkan pukul 13.00 WIB, tapi alat panggung belum dicolokiiinn!! Dan kami disuruh main jam 13.00 WIB..

What a contradiction~ (Atau mungkin maksudnya kami sekalian disuruh bantuin masang-masang alat. Hmm... No problemo sih..).

Tapi untungnya, MC-nya sangat menyenangkan dan kooperatif.. Tak dapat disangkal, MC yang baik & kooperatif itu sangat mendongkrak mood performer.

Mungkin karena performer menjadi merasa aman dan nyaman, yakin bahwa semuanya akan berjalan lancar. (sering juga mengalami MC yang beler, atau bahkan superdongo..)
















Jadi, mungkin ditinjau dari kenikmatan performance. Hari Minggu itu kami tampil lebih enjoy dibanding performance pada hari sebelumnya.. Dan ternyata pengunjung KJI itu banyak banget loooh..

Such a lovely people!! Meskipun mereka KAGA NGARTI gw nyanyi apa, mereka tetap menancapkan kaki di depan panggung dan menonton dengan sabar..

Hahahahah.. Thank you very much! Dan ternyata, Puji Tuhan.. Fee kami langsung turun..

Untung ga ketiban problem yang sama dengan Alex dkk.

















Monday, October 17, 2011

I Love You, Cotton..





















Proudly present...
This is Ruby.. My female himalayan bunny!!
She's so crazy, but still.. adorable one!!
I love you, cotton..

PS untuk "Murmurs" sebelumnya..

PS : Kapan ya, performance saya bisa bikin orang terharu..?
Hmm.. *daydreaming...

Murmurs : How often do you cry?

Dulu, gw terlambat 1 minggu untuk muncul ke dunia..
Melihat gw yang sekarang ini, nyokap akhirnya menyimpulkan bahwa gw terlambat datang karena overthinking di "dalam" sana. Entah mempertimbangkan apa, gw ini..
Dan entah mengapa seluruh atom-atom di dunia ini mendukung gw untuk tumbuh menjadi seseorang yang "hipersensitif".. (*mengutip istilah dokter kulit "tertentu" yang merangkap psikiater, yang pernah mendiagnosis masalah ke-hipersensitif-an hati gw..).

So..
How often do you cry??

Kalau saya..??
Dengan "bangga", gw nyatakan bahwa sangat seuriiinggg gw menitikkan air mata..
Banyak hal yang bisa bikin gw menangis... Kadang orang lain tak mengerti mengapa gw menangisi hal tersebut.
Alhamdulillah, gw memperoleh partner hidup yang, meskipun tak selalu mengerti alasannya, tak pernah terlihat kesal jika gw menangis..
Alhamdulillah...

Gw bisa menangis saat (*dari yang paling ringan hingga paling berat) :
1. Saat makan/minum food or beverages yang enak..
Duuh.. Rasanya gimana gituu.. Gw benar-benar menghargai orang yang menciptakannya..

2. Saat menyaksikan akting yang begitu bagus dari seorang aktris/aktor.
Jadi lucunya, meskipun ceritanya ga bikin gw nangis, gw bisa nangis saat menyaksikan kemampuan akting yang luar biasa.
Lucunya lagi, gw mulai begitu saat menyaksikan aktingnya America Ferrera di Traveling Pants..
Aghh.. Aktingnya memang keren banget di film itu..

3. Saat menyaksikan performance yang bagus dari seorang musisi/penari/seniman lainnya..
Ga harus live, sih. Melalui rekaman video juga berefek lumayan.
Kadang gw bingung, alasan utama gw terharu itu karena apanya..
Biasanya sih, tanpa berpikir apa-apa, gw langsung menangis begitu saja..
Bahkan di suatu performance yang menurut orang lain biasa-biasa saja..
Entahlah, mungkin kesungguhan sang performer tersebut sampai ke gw.. Maybe..

4. Oghh.. Bahkan saya menangis saat melihat pasangan yang berbahagia.
Well, itu ga terbatas muda-mudi lawan jenis saja loh. Misalnya ada kakek-nenek, atau mungkin pasangan sesama jenis, atau bahkan sepasang domba yang berbahagia..
Kini, bagi gw "itu" (masalah penyimpangan seksual) bukan masalah penting, selama mereka yang menjalaninya bahagia.
Itu saja sudah cukup membuat gw terharu..
(masalah penilaian salah-benar yang 'hakiki itu bukanlah hak kita.. Ya ga?)

5. Menonton film yang bagus..
Aghhh!! Kalau diingat-ingat akhir-akhir ini gw jarang TIDAK menangis saat menonton film..
UGhh! Kenapa para pembuat film itu pandai sekali mempermainkan perasaan penontonnya..
Tapi gw ini, saat menyaksikan Finding Nemo aja nangis koq.. Hix..
Kalau untuk Final Destination ga nangis, sih.. Hanya saja, gw iba pada para pemainnya, karena plot cerita film itu begitu-begitu suadjja..












6. Melihat role model yang sangat dikagumi..
Maksudnya hanya dengan melihat saja, gw bisa terharu..
Ohgg!! Gawat, bahkan dengan mengingatnya saja bisa bikin mewek..~
Misalnya siapa ya..? Lady Gaga, Kim Tae Yeon, dan sebagainya..
















7. Mendengar musik yang bagus.. Kalau untuk yang ini, biasanya merinding dulu..
Ntar kalo sampai di bagian klimaksnya, baru deh mengucurkan air mata..

8. Baca buku yang bagus.. (sudah dibahas mengenai tipe buku kesukaan gw)..
Gw paling ga bisa menahan tangis kalau baca cerita mengenai perpisahan tragis yang tokohnya adalah hero & heroine..
Aggghhh~ Sediihhhhhhhhh... Tapi buku tentang anjing juga bisa bikin mata gw jadi kaya mata iguana sih..











9. Melihat orang menangis, melihat orang susah..melihat mahkluk hidup susah, lebih tepatnya.
Pernah gw melihat sepupu gw yang menangisi bokapnya yang baru kena stroke di ranjang RS.
Ya kontan gw ikutan mewek pelan2 di belakang.. Itu pun sudah gw tahan-tahan..
Egh.. Sialnya, akhirnya kakak sepupu gw itu melihat mata gw merah-merah..
Trus dia bilang..
"Duh, kamu masih belum berubah toh.. Masih suka mewek aja kaya dulu.."

Doeenkk..!!! Padahal kan dia sendiri juga nangis..
Malah, gw mewek karena ngeliat dia nangis..~
Ckckckkck..

Trus ada lagi kasus aneh.
Jadi suatu hari, gw main ke kostan sobat cewe gw.
Nah, dia lagi ada masalah sama pacarnya & dia butuh curhat..
Ya udahlah, gw beli roti-roti dulu dengan santainya trus masuk ke kamar sobat gw itu dan duduk manis siap mendengarkan keluh kesahnya.
Egh.. Dasar emang gw dongo banget..
Pas dia cerita, bukannya gw ngasih saran atau bersimpati, malah gw yang nangis denger curhatannya ituhh!!
Alamaaaa~kk.. Itu gara-gara apa yang dia curhatin sama persis kasusnya dengan apa yang lagi gw alami..! ckckckck..

Tapi gara-gara gw nangis, sobat gw itu jadi lupa dengan masalahnya.
Karena segera muncul problem baru, yaitu mencarikan tissue buat gw yang mewek sambil makan roti..
Huahahah.. Yah, lumayan menolong kan kehadiran gw ini..

Ada lagi kasus lumayan heboh..
Saat gw lagi magang koas di Praktik Dokter Hewan Bersama di Sunter.
Ada pasien bernama Snoopie, dia ini seekor Samoyed (dan gw cinta mati sama Samoyed).
Sedihnya, Si Snoopie ini didiagnosis menderita Leptospirosis.
Kerusakan ginjalnya sudah lebih dari 70%, dan prognosa hidupnya infausta (alias kecil sekali kemungkinan sembuhnya).
Tiga hari berturut-turut pemiliknya datang bersama Si Snoopie.
Pemiliknya seorang Oom-oom keturunan etnis Tionghoa, sedangkan istrinya kayanya orang Singapura, jika menilai dari logatnya saat berusaha bicara dalam bahasa Inggris campur-campur Melayu.. Anjing tampan dan karismatik yang sekarat, ditambah sepasang pemilik yang sangat baik hati dan mencintai anjingnya..

Deuuh.. Siksaan total bagi ductus lacrimalis saya..
Di hari ke-3, Snoopie benar-benar sudah sekarat. Napasnya tinggal satu-satu..
Di hari itulah, pasangan suami istri tersebut tak mampu lagi menahan air mata mereka.
Mereka menangis, drh. Cucu membacakan doa, tak ada paramedis di sana, hanya ada saya saja..
Huwaah.. Jadilah gw menagis juga.
Dan bener-bener ga bisa ditahan lagii..
Sungguh gw merasa bersalah saat itu.. Karena hanya bisa menangis, tanpa bisa mengucapkan penghiburan.. Sempet say bye-bye ke Snoopie, sih.. Tapi hanya itu saja.. Hix..


10. Yap, sudah bisa ditebak.. Gw paling benci kalau mengalami "perpisahan".
Dengan makhluk apa pun itu...
Bahkan gw menangis saat kehilangan gantungan kunci Tony Chopper, karena jatuh dari kantung jaket gw.
Gw nangisnya bukan karena itu benda pemberian seseorang atau karena mahal atau karena hal-hal begitu..
Gw menangis membayangkan si Tony sendirian di tengah jalan raya..
Belum lagi kalau dia kelindes ban mobil atau motor..Apalagi ban truk..
Oh, Tony.. Maafkanlah aku ini.. Sampai sekarang aku menyesal..~

Jadi intinya, segala perpisahan dengan makhluk yang tingkatannya lebih tinggi daripada si Tony, gw pasti bakal menangis-nangis..
Dasaarrr~ *jitak kepala sendiri..



Yah, terlepas dari betapa ultra-cengengnya gw, sangat disayangkan budaya-budaya yang mengharuskan kita untuk menahan air mata.
Seperti sudah jadi aturan tak tertulis, bahwa menangis = lemah = inkompeten.
Padahal, ga begitu adanya.
Kita menangis seringkali bukan untuk menunjukkan kelemahan.
Tapi untuk menunjukkan empati yang tulus..
Bagi gw, menangis itu 99% positif..
(meskipun kadang kalo gw sangat marah atau sangat tersinggung, bakal menangis juga sih..)
Nah, malah kadang gw menangis untuk menahan amarah.
Menahan mulut ini mengucapkan kata-kata yang negatif..

Gw malah benci bin muak kalo ada cowo yang pamer dengan mengatakan bahwa dia ga pernah menangis & menangis itu identik dengan kecewe-cewean..
Aghh.. Kaya dia pas lahir kaga nangis ajee.. Cih..
Saya ini pengagum manusia-manusia yang berhati lembut..
Pasti langsung luluh deh, kalau melihat orang menangis..
Tapi kalo bisa sih, nangisnya ga pake iler & inguuss..
Hoahahahah~


















Brasco & Me..
Kangennya.. Apa kabar ya, lelaki genit itu??