Sunday, April 11, 2010

Phantom, lyric

I am waiting all alone in my asylum..
I know something’s staring at me in the dark room..
I can see it through my broken mirror..
All I can do is close my eyes with this mirage and wonderful dreams..

Reff :
Please help me to escape..
And force my feet to run..
And away from this death..
‘Coz all I can see is just the phantom of my lonely soul..
Oh, fake the death and escape..
I can’t keep fighting alone with this broken heart..
Right now all I can do is running from the darkest side of my nightmare..


I can see it through my broken window..
All I can do is fake myself with those shadows and mistery..

The crow’s sent one message from the Death..
He forced me to ride on his black horse..
And stole my chance to breathe..

The crows sent it back to me..
Delivered with rotten black daisy and the bloody cherry..
One black message from the Death..
He force me to ride on his black horse..
Then i lost my breath away..
But i don’t wanna die..

Repeat Reff

Thursday, April 8, 2010

My Grandson & Grandaughter



















There's something creepy under my dress..




















OOWH! There's little monster under my dress..















































































Tahun baru 2010, gw menerima anugerah yang berakhir tragis..
Yap..Kelahiran Lollipop yang menghasilkan 7 ekor buntalan lucu itu bertahan hanya selama 1 minggu..
Hal ini terjadi karena ketololan kami dan Lollinya sendiri..

Pas Lolli hamil untuk kedua kalinya, perasaan gw nano-nano..
Senangnya ada, tapi lebih banyak ketar-ketirnya..
(takut kejadian tragis berulang)..

Tapi syukurnya, kali ini ketololan kami semua berkurang kadarnya..
Akhirnya 4 bulet-lucu berhasil (sekarang udah 33 hari) tumbuh..
Dan kini..
Siap DIJUAL!!



Miraculous, lyrics

Listen up my dear, this story untold..
‘Bout your dream and eternal hope..
Your mind’s away with all the fantasies..
But still can’t run from those real stories..


Angel of hope has come again..
Into your dreams..
She told you to change reality..
And when the butterfly’s awake..
All of your bad dreams will..
Fading away..


Let’s open your mind tonight..
And play this song of miracle..
Coz we’ll always be undefeatable..
Just follow your heart..
Forget all of your sweet dream’s funeral…


It’s ok to be a castle builder..
Or search for everything glimmer..
To find something miraculous..
You just need to be generous, oh you can do it..


Let’s open your mind tonight..
And play this song of miracle..
Coz we’ll always be undefeatable..
Just follow your heart..
Forget all of your sweet dream’s funeral…

Let’s open your mind tonight..
And play this song of miracle..
Coz we’ll always be undefeatable..
Just follow your heart..
Forget all of your sweet dream’s funeral…

Tuesday, April 6, 2010

CYCLONE, lyrics

Intro:
When the thunder pierced your heart
It is so hard to keep standing tall
When the hailstorm blowing your hope
It is so hard to keep fighting strong

When the cyclone crushed my dream
I can't hold back the tears to dropping
When the hailstorm blowing your hope
Then / you / die...

Verse 1:
When the thunder pierced your heart
It is so hard to keep standing tall
When the hailstorm blowing your hope
It is so hard to keep fighting strong

When the cyclone crushed my dream
I can't hold back the tears to dropping
But the storm really makes me realize
There is a hope behind the pain..

Bridge :
And look into your heart..
Still you can find out, a never to be forgotten shining hope..
So start to taking off..
GO!!

Reff :
So, keep running! Just try to see the rainbow..
[Listen to me now]
Don’t even try to..
Looking back to the past..
Don’t let your hope..
Sinking down to the cyclone..
[Listen to me now]
Don’t even stop to..
Chasing your dreams ‘til the end..

Verse 2:
When the thunder pierced your heart..
It is so hard to keep standing tall..
When the hailstorm blowing your hope..
It is so hard to keep fighting strong..

When the cyclone crushed my dream..
I can't hold back the tears to dropping..
But the storm really makes me realize..
There is a hope behind the pain..

Repeat Bridge

Repeat Reff

Interlude
Don't leave the dream behind..
Coz if you let it go..
You'll regret until the day you die..
‘Til the worlds ends..

Repeat Reff 2x

Repeat Interlude

Friday, April 2, 2010

Promotion of an Exordium























Seperti yang telah kalian ketahui, setelah mundur beberapa tahun, akhirnya karya ini berhasil dirilis juga.. Isinya ada 6 track yang memiliki warna musik khas D*S..
Sooo...don't miss IT!!
Hanya dengan Rp 20.000,- saja..
Hidup loe semua dijamin lebih bermakna setelah mendengar keenam track ini!!





















Dan ini...
Para korban pertama yang gw paksa (sambil bawa sabit) untuk membeli CD Exordium..
Hahaah..
Tapi gapapa..
Secara nama mereka dengan spesialnya gw cantumkan dalam booklet CD..
Ampe ga belii...??!!
KREEKK...
(tangan memuntir sesuatu, selain kain pel).


OH IYA!
Jangan lupa untuk datang ke Exordium's Launching Party tanggal 10 April 2010!
@ S-ONE Cafe (Jalan Salak NO. 1, Taman Kencana, Bogor)!
Start at 12.30 - 16.00 WIB!
Ayo kita makan grateeesss!!
See y, Friend!

Thursday, April 1, 2010

How To Train Your Dragon, a review























Satu kalimat dulu,y...
Movie ini ga digembar-gemborkan berlebihan..
Temanya ringan..
Tapi jauh lebih keren daripada ceritanya Tim Burton's Alice in Wonderland..

EGh..koq lebih dari 1 kalimat yew..?
piss..


Wednesday, March 24, 2010

Canine Distemper, a review

Etiologi Canine Distemper

Penyakit distemper anjing disebabkan oleh Paramyxovirus yang berhubungan dekat dengan virus measles dan Rinderpest. Virus distemper memiliki amplop yang sensitif terhadap pelarut lipid dan sebagian besar desinfekstan. Bungkus lipoproteinnya yang mudah dihancurkan mengakibatkan virus distemper tak mudah menular. Virus ini bereplikasi di jaringan limfatik dan saluran respirasi hewan yang terinfeksi (Kahn 2005).

Epizootiologi Canine Distemper

Kasus distemper pada anjing telah menjadi enzootik di seluruh dunia. Hewan karnovira paling rentan terinfeksi oleh virus distemper. Famili Canidae (seperti anjing domestik maupun liar, dingo, rubah, coyote dan serigala), famili Procyonidae (kinkajou, coatimundi, rakun dan red panda), famili Mustelidae (cerpelai, musang, mink, sigung dan otter) merupakan kelompok hewan yang mudah terinfeksi CDV (Canine Distemper Virus). Namun, akhir-akhir ini dilaporkan bahwa beberapa jenis Felidae seperti singa, macan tutul dan harimau juga dapat terinfeksi oleh virus tersebut (Dharmojono 2001).

Canine Distemper Virus menyerang anjing di berbagai tingkat usia, namun anak anjing merupakan inang paling sensitif dari virus ini, terutama ketika antibodi maternal yang diperoleh dari induk sudah hilang. Anjing yang menderita distemper akut akan melepaskan virus melalui sekreta, dengan maupun tanpa gejala klinis yang terdeteksi. Sekreta yang keluar melalui sistem respirasi merupakan media transmisi virus yang paling sering terjadi (Dharmojono 2001).

Patogenesis Canine Distemper

Pelepasan virus dari tubuh inang dimulai pada hari ke-7 setelah infeksi terjadi. Virus yang berada di lingkungan luar akan segera mati jika tak menemukan inang baru. Sebagian besar anjing yang berhasil sembuh dari infeksi Canine Distemper akan kebal terhadap infeksi ulang selanjutnya, kecuali jika individu tersebut mengalami imunosupresi atau dipelihara dalam lingkungan yang buruk (Dharmojono 2001).

Penularan virus lewat udara (per inhalasi) menimbulkan infeksi dalam saluran pernapasan, kemudian virus menuju kelenjar pertahanan lokal. Pada hari ke-3 sampai hari ke-6 setelah infeksi, temperatur tubuh akan meningkat dan interferon virus telah terdapat dalam sirkulasi darah. Pada minggu ke-2 dan ke-3 setelah infeksi, anjing akan membentuk kekebalan humoral maupun seluler untuk merespon infeksi. Anjing akan sembuh tanpa menunjukkan gejala klinis berarti jika sistem kekebalan tubuhnya mampu melawan infeksi virus (Dharmojono 2001).

Apabila hewan tak berhasil menangkal infeksi virus distemper, virus akan menyebar ke sel-sel epitel alat pencernaan, pernapasan dan urogenital hingga ke sistem syaraf pusat. Jika respon humoral atau respon seluler berjalan lambat, virus dapat hilang dari sel-sel epitel tubuh dan jaringan limfe. Namun, virus tetap berada dalam sistem syaraf pusat, mata dan teracak (Dharmojono 2001).

Gejala Klinis pada Kasus Canine Distemper

Gejala klinis yang tampak sangat beragam, baik durasinya maupun derajat keparahannya. Mortalitas yang terjadi pada hewan terinfeksi virus distemper mencapai 50%. Pada hari ke-3 hingga 6 setelah infeksi, terjadi pireksia intermiten yang disertai dengan eksudasi nasal dan okular yang pada awalnya bersifat serous, namun kemudian berubah menjadi mukopurulen. Tampak pula gejala depresi, anoreksia dan sejak awal infeksi terjadi limfopenia.

Gejala gastronitestinal dan respirasi timbul akibat infeksi sekunder oleh bakteri. Meskipun demikian, sekitar 50% dari anjing yang terinfeksi virus distemper akan memperlihatkan gejala subklinik. Jika infeksi virus mencapai sistem syaraf pusat pada bagian gray matter, akan timbul beberapa gejala gangguan syaraf seperti seizure, myoklonik, hiperesthesia dan depresi. Apabila infeksi melibatkan white matter dari syaraf pusat, akan tampak gejala ataksia, paralisis atau paresis serta tremor otot. Gejala-gejala meningeal dan kekakuan leher pun dapat terlihat pada infeksi jenis ini. Khusus pada anjing muda yang terinfeksi virus distemper dapat terlihat adanya hipoplasia gigi, sedangkan pada anjing tua dapat terjadi ensefalitis yang berakibat fatal.

Terapi dan Pencegahan Canine Distemper

Hingga saat ini belum terdapat obat yang dapat menanggulangi kasus distemper anjing, sehingga terapinya tidak spesifik. Pemberian antibiotika bertujuan untuk mengatasi infeksi sekunder oleh bakteri yang sering terjadi pada sistem respirasi dan digesti. Penderita distemper dapat mengalami diare parah, sehingga menyebabkan dehidrasi. Pada kasus seperti ini terapi cairan dan elektrolit harus diberikan. Nutrisi parenteral, antipiretika, preparat nasal dan analgesik juga dapat digunakan untuk membantu mengurangi gejala yang muncul.

Pada kasus distemper syaraf, pengobatannya makin sulit. Pemberian sedativa dan antikonvulsi dapat mengurangi gejala klinis yang muncul, namun tak dapat mengeliminasi agen penyebabnya. Anjing yang sudah terbukti mengalami distemper syaraf pada umumnya disarankan untuk dieuthanasi, terutama bila tampak adanya komplikasi-komplikasi lain. Terapi kortikosteroid jangka pendek (selam 1-3 hari) menunjukkan perbaikan, namun tak disarankan untuk menggunakan terapi kortikosteroid jangka panjang sehubungan dengan efek samping berupa imunosupresi. Pemberian antibodi monoklonal pada protein H (homoserum) dapat diberikan pada anjing yang menunjukkan gejala awal distemper (tahap inkubasi) (Dharmojono 2001).

Pencegahan terbaik untuk mengatasi penyakit ini adalah pemberian gizi yang seimbang, kontrol terhadap endoparasit dan ektoparasit serta vaksinasi teratur menurut jadwal dan prosedur yang tepat. Adapun jadwal vaksinasi terhadap distemper anjing adalah sebagai berikut ;

1. Usia 6-8 minggu diberikan vaksin aktif kombinasi MV-CDV (Measle Virus dan Canine Distemper Virus) atau vaksin CDV bertiter tinggi.
Interval 3-4 minggu kemudian diberikan dua kali vaksin ulangan.
2. Annual booster vaccination (vaksinasi ulang tahunan) diperlukan karena setiap bulan antibodi yang terbentuk akan semakin berkurang.
3. Anak anjing yang tidak mendapat kolostrum induk tidak boleh divaksinasi dengan vaksin hidup sebelum berusia 4 minggu. Hal ini disebabkan vaksin hidup akan bersifat fatal bagi anak anjing yang tak memiliki perlindungan awal (Dharmojono 2001).


DAFTAR PUSTAKA

Dharmojono. 2001. Kapita Selekta Kedokteran Veteriner Buku I. Jakarta : Pustaka Populer Obor. Hlm 16-30.


Kahn CM. 2005. The Merck Veterinary Manual 9th Edition. USA : Merck & Co., Incorporation. Hlm 625-626.