Saturday, November 28, 2009

Photograph of Journey to Taman Safari #3


















Oooh, ini di dalam Rumah Reptil, dan mahkluk lucu-lucu itu adalah Indian Star..
Uuuwwhh, gemez, gemez, gemez, gemez, gemez...
Kalo mahkluk lucu yang satunya itu adalah...hihihi..
isi sendiri titik-titik berikut ini...
hihihi..



















Hahahah...Gw suka banget ma ekspresi loe, Nek..!
Hoeheheheh...




















Ini adalah harimau sumatera dengan posisi ala Twinkle..
Hihihihih..luccuuu..























Mr. & Mrs. Girrafe yang lagi ngerikitin [baca:makan] kulit ranting-ranting pohon..



Once upon a day of iNAFFF 09






















Setting : in front of Blitz Megaplex GI

Cimory Resto, a review





















Bisa dibilang gw telat mengetahui resto keren yang terletak di Jalan Raya Puncak ini.
Pertama kali gw ke sana pada tahun 2007 waktu ngerayain D*S's Bday yang pertama.
Dan dari dulu sampe sekarang, resto ini selalu rame pengunjung, meskipun saat weekdays. Makanya, gw paling ogah kalo datang ke Cimory saat weekend.
Kebayang kan, gimana rusuhnya niy resto pas lagi liburan..Hiiyhh..


















Selain menjual susu & menu makanan lain, Cimory juga menjual suasana pegunungan & pedesaan yang keren bewt.
Makanya, para pengunjung betah duduk berlama-lama di resto ini..
Dan sekarang juga ada Mini Farm yang berisi sapi perah.
Sayangnya, kita ga boleh sembarangan keluar masuk farmnya [ya iyalah..]..





Terakhir kali gw ke sana adalah hari Rabu pagi jam 10 kurang, tadinya gw takut ini resto blom buka..Egh, ga taunya udah ada 2 bus gede nangkring di sana saat gw nyampe..
Ckckckck...
Dan ternyata isi busnya adalah bocah-bocah SD beserta beberapa nyokapnya..
Ckckckck...Jadinya, RameRusuh lah di dalam Cimory..






















Menu makanan Cimory antara lain : bistik, hotdog, barbeque, sosis, soup, nasi goreng, omelete dan sebagainya..Tapi hingga kini memang yang paling mantabh adalah produk sosisnya yang memiliki beragam cita rasa. Ada yang berisi black pepper, garlic, cheese, etc..



Hemm..biasanya, orang-orang yang berkunjung ke Cimory mengincar produk susu atau yoghurtnya.
Tapi gw ga terlalu maniak susu, jadi cukup pada kunjungan pertama sajalah gw memesan susu Cimory [dan gw ga bisa makan yoghurt, kecuali merk-merk tertentu..].
Susunya sih ga usah diperdebatkan lagi, emang susu Cimory enak banget [kecuali yang rasa pisang].



















Thai Tea-nya Cimory hingga kini adalah yang paling enak setelah Thai Tea di resto Pat Thai di Casablanca. Kemudian menyusul Thai Tea-nya Tamani & Hanamasa..
Thai Tea di Thailand sendiri ga begitu nampol menurut gw [ato gw minum Thai Tea di tempat yang salah waktu itu]..


Thursday, November 19, 2009

Photograph of Journey to Taman Safari






















Beberapa foto perlu ditemani dengan kata-kata yang memperjelas atau memperindahnya..
Tapi, untuk foto yang ini..
Rasanya tak diperlukan kata-kata lagi..



















Jatuh hati dengan Master Shifu di Kungfu Panda?
Inilah sosok aslinya!
Red panda ternyata memang berasal dari negeri Cina...




















Hooowh..kalo yang ini adalah sejenis kuau jantan..
Gede banget loh aslinya..




















Masih inget mama orangutan yang bertingkah aneh-aneh yang gw bahas di postingan sebelumnya? Ini dia fotonya..
[eh..bukan yang pake kaos item yakh!!]






















Reuni sahabat lama..



















Sekelompok black-apa gitu lagi arisan siang-siang..



















Apapun nenek moyangnya, makannya tetep PopMie!!



















Say Hiiiiiiiiiiiiiiiieee....!



















Karena banyak tukang jual wortel di sepanjang jalanan menuju Taman Safari, akhirnya tanpa pandang bulu semua hewan jadi [terpaksa] suka wortel yang disumbangkan oleh pengunjung melalui jendela mobilnya [padahal kan dah dilarangggg..ckckckck...].

Photograph of Journey 2 Taman Safari

Yeah!
Menyusul postingan sebelumnya tentang jalan-jalan ke Taman Safari..
Berikut ini adalah foto-foto lucu hasil liputannya..!
Itadakimassuuu~~!



















Yeah! Lets start the journey!!


















Nah, ini lah yang gw sebut sebagai preman no.1 di Taman Safari..
Padahal katanya llama adalah hewan yang lembut looh..!
Sulit melihat sosok lembut dibalik wajah penuh gigi seperti ini..



















Wheew..ini adalah watusi jantan yang bertanduk luar biasa..
ckckckck..
Di Afrika, tanduk ini dipotong untuk kemudian dijadikan mas kawin..




















Hihhihihi...lucunya sorot mata sendu dari si zebra ini..




















Mama gajah & dedek gajah yang lucuuu..
Cuumm..

Poke Sushi, a review






















Berawal dari keinginan para cewe [gw & Ppo] untuk makan sushi, akhirnya kami muter-muter foodcourt Grand Indonesia mencari warung sushi yang terdekat..
Ternyata di sana hanya terlihat adanya Sushi Groove & Poke Sushi..
Terakhir kali makan Sushi Groove, gw & cowo gw m*ncr*t abiz.
Sehingga, kami menghindari resto yang satu ini sepanjang sisa hidup kami..

Dengan nekad, karena kelaparan, kami menuju Poke Sushi. Dan ternyata sistem pelayanannya [yang tipe Tamani Express/ Hokben Express, tapi sama sekali ga 'ekspres' waktunya] membuat gw merasa kurang diuntungkan.

Karena kita harus berdiri nungguin Sang Koki masak dengan santainya..
Dan ga ada sushi bar-nya!!
Yang paling membahagiakan dari sebuah resto Sushi ya adanya sushi bar..hux..sedih..


















Mengenai harga [setelah membandingkan rasa, tempat, pelayanan & harga], gw dengan jujur akan menilai bahwa harga Poke Sushi relatif mahal..
Kurang worth it karena sistem pelayanannya adalah semi-swalayan..

Nah, bagaimana mengenai rasanya?
Hmm..setelah mencoba resto sushi yang ini & yang itu [dari mencoba ikan salmon tersegar hingga yang udah basi [hoeexx]], gw akan mengatakan bahwa Poke Sushi memiliki cita rasa sushi yang lumayan segar..























Sedangkan Poke Fried Rice-nya [menurut Ppo & Roku] cukup enak & rasa ladanya nyata.






















Untuk Katsudon-nya juga tak ada protes dari cowo gw, meskipun rasanya secara umum cenderung manis..



Untuk Maccha Ice Creamnya : meskipun enak, rasa green tea-nya kurang kuat.
Sepertinya tertutupi oleh rasa vanilla dalam es krim ini..
[yang no.1 masih tetap Maccha Ice Cream milik Kin no Taki resto]..


Monday, November 16, 2009

B 13 Ultimatum, a review























Karena gw belum nonton film pertamanya, B 13, maka gw ga bisa bercerita banyak tentang plot cerita dari sequel B 13 tersebut.
Tapi [gw akan mengatakannya di awal], gw sungguh tidak menyesal nonton B 13 Ultimatum atau [kalo di-Inggris-in menjadi] District 13 Ultimatum.

Singkatnya, film sequel ini bercerita tentang aktivitas Leito & Damien Tomasso untuk memberantas penjahat yang bersarang nyaman di dekat Presiden Preancis.
Dan para mafia pemerintahan itu berusah membujuk Presiden untuk memusnahkan District 13 yang isinya adalah beragam imigran asing.


















Dinilai dari segi ide cerita, B 13 Ultimatum cukup menarik..
Apalagi cocok dengan situasi politik Indonesia saat ini..
Hahahah..
Sebaiknya Presiden kita bertindak seperti tokoh Presiden Perancis di movie ini..

Dinilai dari segi action, movie ini berhak mendapatkan rating tinggi..
Sound effect yang dipakai sungguh ga tanggung-tanggung..
Dan adegan-adegan actionnya cukup ekstrem, ga kalah ama Tranporter 3 kemarin..

















Cewe keren yang merupakan Tao (Elodie Yung) ini adalah pemimpin mafia Chinese dari District 13. Si Mba punya senjata keren yang disimpen di kepangan rambutnya itu..




Dann..
Dinilai dari segi pemilihan Soundtrack, music director-nya patut diacungi 20 jempol..
Ehmm, meskipun gw bukan penikmat musik rap atau hip hop, gw terkagum-kagum mendengar lagu-lagu yang dipake buat movie ini..Ga boong, d! Kereenn..
Silakan coba didengarkan beberapa lagunya..


[Download Determine by Alonzo]
[Download Cri de Guerre by Jamal]